Doa dan Surat Sholat Dhuha, Apakah Harus Khusus ?

Assalamu’alaykum. Pak Aam, bagaimana hukum doa dalam shalat dhuha yang benar? Apakah benar bahwa doa tersebut bukan berasal dari hadis? (lafaz: اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ … Allahumma innadh dhuhaa’a dhuhaa ‘uka wal bahaa’a bahaa’uka…..

 dst). Apakah ada surat-surat khusus yang dibaca juga? Misalnya surat Adh Dhuha? Mohon penjelasannya ( Tsania via email )

 

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Sebenarnya terkait dengan pembahasan shalat Dhuha baik waktu maupun doanya sudah pernah kita jelaskan. Namun untuk mengingatkan kembali bagi yang sudah tahu maupun menambahkan pengetahuan coba kita bahas sekali lagi.

 

 

Begini, sejauh ini yang saya pahami doa tersebut tidak terdapat dalam hadits. Jadi, ketika Anda selesai shalat Dhuha, tidak ada doa khusus yang harus Anda panjatkan. Anda dapat berdoa apa saja yang Anda inginkan setelah selesai shalat Dhuha.  Kemudian dalam shalat Dhuha juga tidak ada surat-surat khusus yang harus Anda bacakan. Anda dapat membacakan surat apa saja dari Al Quran untuk shalat Dhuha sesuai yang Anda hafal.

 

 

Dalam shalat-shalat wajib maupun sunah, Anda bebas ingin membacakan surat apa saja, tidak terbatas pada surah atau ayat tertentu. Prinsip dalam shalat adalah membaca surat-surat yang Anda hafal saja bahkan mengulang-ulang surat juga boleh selama memang Anda hanya atau baru hafal surat tersebut.

 

 

Namun, ada beberapa salat sunah yang padanya Nabi melakukan pembiasaan kepada kita, misalnya seperti berikut. Ketika Nabi Saw. salat di maqam Ibrahim setelah tawaf 7 putaran, Nabi mencontohkan dengan membaca surat  Al-Kafirun di rakaat pertama dan surat  Al-Ikhlas di rakaat kedua.

 

 

Meski demikian misalnya Anda shalat di maqam Ibrahim tanpa membacakan kedua surah seperti yang dicontohkan Nabi Saw., itu tidaklah mengapa. Shalat yang Anda lakukan tersebut tetap sah. Selain itu, ketika Rasulullah saw. akan melaksanakan shalat Tahajud  yang 11 rakaat, beliau memulainya dengan shalat iftitah (pembuka).

 

 

Dalam shalat pembuka inilah Rasulullah Saw. membaca surat Al-Kafirun dan surat  Al-Ikhlas. Dengan demikian, sesuai pertanyaan Anda di atas, Anda dapat melaksanakan shalat dhuha tanpa harus menghkususkan diri untuk membacakan surat  Adh-Dhuha, misalnya. Shalat Dhuha tanpa membaca surah Adh-Dhuha tidak lantas membuat shalat Anda menjadi gugur.Hal yang sama berlaku dalam doa setelah shalat Dhuha.

 

 

Pada dasarnya, doa adalah sarana komunikasi antara seorang hamba dengan Allah Swt. Karena itulah, doa yang paling bagus adalah doa yang Anda pahami, baik dalam shalat wajib maupun shalat sunah. Jadi, Anda bebas untuk berdoa apa saja yang Anda inginkan selesai shalat wajib atau sunah, asalkan Anda mengerti akan isi doa yang Anda panjatkan. Allah menyuruh kita untuk selalu berdoa kepada-Nya sebagaimana firman Allah berikut ini.

 

 

(186). وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

 

Apabila hamba-hamba-Ku berta­nya kepadamu tentang Aku, jawablah bahwa Aku dekat. Aku kabulkan per­mohonan orang yang berdoa jika ia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mere­ka menaati perintah-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)

 

 

Seperti yang telah kita ketahui, setiap makhluk memiliki takdirnya masing-masing. Takdir tersebut ada yang baik dan ada yang buruk. Dengan berdoa, kita sebenarnya sedang memohon takdir baik kepada Allah. Oleh karena itulah, hendaklah kita selalu berdoa kepada Allah agar diberikan takdir yang baik oleh-Nya khususnya setelah selesai shalat. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

Nah, jika Anda dan sahabat-sahabat sekalian ingin mengetahui tentang tata cara shalat, bacaan dan doa-doa shalat baik yang wajib maupun yang sunnah maka Anda bisa membaca buku saya yang berjudul “ Sudah Benarkah Shalatku ? ” atau buku “ Melangkah Ke Surga Dengan Shalat Sunat ”. Didalamnya ada pembahasan dengan dalil-dalil yang shahih. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

buku shalat

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

925

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 634 times, 2 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment