Makan  Camilan Apakah Membatalkan Wudhu ?

Assalamu’alaykum. Pak Aam, saya sudah mempunyai wudhu sejak Magrib hingga Isya. Di antara kedua waktu itu, saya memakan camilan dalam keadaan memiliki wudhu. Apakah saya harus berwudhu lagi untuk shalat Isya atau tidak perlu berwudu lagi?. Apakah makan camilan tersebut membatalkan wudhu? Mohon penjelasannya. (Johansyah via email )

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Kita harus paham dan mengerti bahwa berwudhu dengan seumpurna adalah salah satu kesempurnaan ibadah khususnya shalat. Maka orang yang batal wudhunya ketika shalat maka shalatnya menjadi tidak sah.

 

 

Ada hal-hal yang membatalkan wudhu atau penyebab hadats kecil sehingga ia wajib berwudhu lagi ketika hendak shalat. Beberapa hal yang dapat membatalkan wudhu itu sebagaimana berikut:

 

 

Pertama, apabila keluar sesuatu dari salah satu kemaluan orang yang memiliki wudhu. Baik yang keluar itu adalah sesuatu yang biasa keluar seperti gas, kencing dan kotoran. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan  Muslim:

 

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (لا يقبل صلاة أحدكم إذا أحدث حتى يتوضأ) قال رجل من حضرموت، “ما الحدث يا أبا هريرة؟,” قال “الفساء والضراط”.

 

Dari Abi Hurairah RA, Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Tidaklah diterima shalat salah seorang di antara kalian jika dia berhadas sampai wudhu kembali.” Lalu seorang lelaki bertanya, “Apa itu berhadats?” Abu Hurairah menjawab, “Kentut yang bersuara atau tidak bersuara.”

 

 

Kedua hilangnya kesadaran, maksudnya akalnya terkalahkan misal disebabkan mabuk, sakit, gila, epilepsi atau selainnya. Orang yang hilang akalnya walaupun sebentar maka wudhunya batal.

 

 

Ketiga karena bersentuhan kulit laki-laki dengan kulit perempuan lain yang bukan mahram yang telah mencapai batas syahwat  dan tidak ada penghalang antara dua kulit tersebut seperti kain. Seandainya terdapat penghalang di antara keduanya maka wudhunya tidak batal.

 

 

Keempat batal wudhu karena menyentuh kemaluan orang lain atau dirinya sendiri. Ketetapan ini berdasarkan hadits Nabi Saw,

 

عن بسرة بنت صفوان رضي الله عنه قال: من مس فرجه فلا يصلى حتى يتوضأ.

 

Dari Basrah binti Shafwan, Nabi Muhammad Saw, bersabda, “Barang siapa menyentuh kemaluannya maka jangan shalat sampai ia wudhu.” (HR.Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidziy)

 

 

Ini beberapa hal yang menurut para ulama fikih dapat membatalkan wudhu. Lalu apakah makan cemilan atau kudapan atau makanan ringan atau berat dapat membatalkan wudhu?

 

 

Sebenarnya, ada sunah yang disebut tajdidul-wudhu’ atau memperbarui wudu. Ketika Anda sudah berwudhu sejak Maghrib dan Anda tidak berwudu lagi untuk melaksanakan shalat Isya, itu tidak masalah. Lalu, bagaimana jika Anda makan camilan ketika anda masih mempunyai wudhu? Anda cukup berkumur-kumur saja. Namun, jika Anda berwudhu lagi, itu lebih afdol atau lebih utama.Sekalipun Anda tidak makan apa pun selama memiliki wudhu, Anda disunahkan untuk berwudu lagi. Ada hadis yang membahas tentang keutamaan berwudu seperti berikut.

 

 

فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ تَعْرِفُ مَنْ يَأْتِي بَعْدَكَ مِنْ أُمَّتِكَ قَالَ أَرَأَيْتَ لَوْ كَانَ لِرَجُلٍ خَيْلٌ غُرٌّ مُحَجَّلَةٌ فِي خَيْلٍ دُهْمٍ بُهْمٍ أَلَا يَعْرِفُ خَيْلَهُ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِنَّهُمْ يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ الْوُضُوءِ

 

Para Sahabat bertanya: Wahai Rasulullah shollallahu alaihi wasallam, bagaimana engkau mengetahui orang yang datang setelahmu bahwa ia adalah umatmu? Rasul menyatakan, “Bagaimana pendapatmu jika seseorang memiliki kuda yang putih pada bagian depan kepala dan kaki-kakinya berada di sekumpulan kuda yang hitam legam, tidakkah ia bisa mengenali kudanya?” Para Sahabat berkata, “Ya, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Sesungguhnya mereka (umatku) akan datang pada hari kiamat dalam keadaan putih (bersinar) pada bagian wajah, tangan dan kakinya karena wudhu.”(HR. Ibnu Malik, an-Nasaai dari Abu Hurairah disahihkan Ibnu Hibban dan al-Albany)

 

 

Maksud dari hadis di atas adalah hendaknya kita dalam keadaan memiliki wudhu jika memungkinkan. Namun, ada kasus ketika orang selesai berwudhu, beberapa menit kemudian wudhunya batal sehingga orang tersebut harus berwudhu lagi.

 

BACA JUGA: Cara Wudhu Wanita, Bolehkah Tidak Membuka Kerudung ?

 

Jadi ketika Anda memiliki wudhu sejak Maghrib hingga menjelang Isya, kemudian Anda ingin langsung shalat tanpa berwudu lagi itu tidak masalah. Dengan catatan Anda merasa tidak batal. Namun, lebih afdol lagi kalau Anda berwudhu lagi untuk shalat Isya.

 

 

Namun kalau Anda ragu-ragu antara batal atau tidak, maka sebaiknya Anda berwudhu saja. Itu lebih aman dan lebih utama. Selain itu, kita dianjurkan untuk berwudu terlebih dahulu ketika ingin berdoa, membaca Al Quran, dan sebagainya karena adanya fadilah atau keutamaan dalam wudhu. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

 

Nah, bagi Anda dan sahabat-sahabat sekalian yang ingin mengetahui hal-hal yang dapat membatalkan wudhu termasuk cara wudhu yang benar sesuai dengan sunnah Rasul, bisa membaca buku saya yang berjudul “ Sudah Benarkah Shalatku? ”. Di dalamnya ada bahasa terkait dengan wudhu juga panduan shalat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

buku doa

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

925

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 462 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment