Mengirim Surat Al Fatihah Untuk Orang Yang Sudah Meninggal, Boleh atau Terlarang ?

ziarah makam

Assalamu’alaykum. Pak Ustadz, apa hukumnya mengirimkan surah Al-Fatihah kepada orangtua yang sudah meninggal? Boleh atau tidak? Kalau hanya doa apakah akan sampai ? Mohon penjelasannya. (Dahlia via email)

 

 

Wa’alaykumsalam ww.  Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Sebagaimana yang kita ketahui dan fahami bahwa amal seseorang akan putus ketika ia sudah meninggal. Orang yang sudah meninggal maka Allah sudah cukupkan atau sempurnakan amalannya, sebab secara fisik sudah tidak mungkin beramal lagi.

 

 

Namun ia masih mempunyai “potensi” mendapatkan nilai amal shaleh yang pernah ia kerjakan selama hidupnya. Dalam hadits  dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

 

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim)

 

Dari hadits ini menurut para ahli hadits atau ulama fikih mengandung makna bahwa orang yang telah meninggal dunia akan terputus segala amalnya. Namun ada amalan yang masih terus mengalir pahalanya walaupun ia telah meninggal dunia, di antaranya:

 

 

Pertama sedekah jariyah, seperti membangun masjid, menggali sumur, mencetak buku yang bermanfaat serta berbagai macam wakaf yang dimanfaatkan dalam ibadah.

 

 

Kedua ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu ilmu agama atau yang bermanfaat yang ia ajarkan pada orang lain dan mereka terus amalkan, atau ia menulis buku agama yang bermanfaat dan terus dimanfaatkan setelah ia meninggal dunia.

 

 

Ketiga adalah anak yang sholeh karena anak sholeh itu hasil dari kerja keras orang tuanya. Oleh karena itu, Islam amat mendorong seseorang untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka dalam hal agama, sehingga nantinya anak tersebut tumbuh menjadi anak sholeh. Lalu anak tersebut menjadi sebab, yaitu ortunya masih mendapatkan pahala meskipun ortunya sudah meninggal dunia.

 

 

 

Lalu bagaimana dengan mengirim bacaan surat Al Fatihah? Sesungguhnya, orang yang sudah meninggal dunia lebih patut didoakan daripada dikirimi surah Al-Fatihah. Dalam sebuah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  pernah ditanya oleh salah seorang sahabat, “Ya Rasul, bagaimana caranya berbakti kepada orangtua yang sudah meninggal?” Nabi pun menjawab, “doakanlah mereka.”Lalu beliau menjawab lagi, “teruskan kebiasan baik mereka,memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia, menjalin hubungan silaturahmi (kekerabatan) dengan keluarga kedua orang tua yang tidak pernah terjalin dan memuliakan teman dekat keduanya.”

 

 

Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas, hendaknya kita mendoakan orang yang sudah meninggal termasuk , bukan malah mengirimi surah Al-Fatihah, mengirimi zakat, dan lain-lain. Lalu, teruskanlah kebiasaan baik orang yang sudah meninggal.Misalnya, almarhum atau almarhumah sering melaksanakan shalat dhuha,maka anda teruskan kebiasaaan baik mereka.

 

 

Selanjutnya, wujudkan cita-cita almarhum atau almarhumah untuk memenuhi janji dalam hal ini orang tua .Misalnya, almarhum atau almarhumah ingin mengganti karpet masjid tetapi tidak kesampaian, maka Anda sebagai anaknya wujudkan keinginan almarhum atau almarhumah.

 

 

Selain itu, hendaknya kita menjalin silaturrahmi dengan kerabat dan saudara-saudara almarhum atau almarhumah. Misalnya dengan teman-teman almarhum orangtua, saudara-saudara almarhum orangtua dan sebagainya. Tidak kalah pentingnya adalah menjaga nama baik almarhum orangtua. Misalnya Anda senantiasa berbuat baik, menjadi anak yang shalih shalihah dan berakhlak yang mulia. Sehingga ketika ada yang bertanya, anak siapa ? Maka orang akan menyebut nama almarhum orangtua Anda.

 

 

 

Lalu bagaimana jika orangtua tersebut non muslim? Selama mereka masih hidup maka boleh didoakan agar mendapat hidayah, berikan kesehatan dan lainya, misalnya. Namun kalau sudah meninggal maka Anda tidak boleh mendoakannya, sekalipun itu orangtua yang Anda kasihi. Hal ini berdasarkan firman Allah dalam Al Quran,

 

 

(113). مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

 

 

Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang beriman memohonkan ampunan kepada Allah bagi orang-orang musyrik, sekalipun mereka kaum kerabatnya, setelah jelas orang-orang musyrik itu penghuni Jahanam.” (QS.At-Taubah: 113)

 

Menjelaskan ayat ini Imam Nawawi  dalam kitabnya Al-Majmu mengatakan: “Adapun mensholati orang kafir, dan mendoakan agar diampuni dosanya, maka ini merupakan perbuatan haram, berdasarkan nash Al Qur’an dan Ijma’ ulama. Demikian penjesalannya semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishshawab. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

972

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 3,132 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment