Hubungan Ikhtiar Doa Takdir Dan Tawakal

Assalamu’alaykum. Pak Aam, apa fungsi doa jika semua kejadian yang kita hadapi terjadi karena kehendak Allah? Sebagai contoh, pohon tumbang terjadi karena kehendak-Nya. Bagaimana dengan ikhtiar yang kita lakukan ? Mohon penjelasannya. ( Reza via fb )

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Perlu kita pahami bahwa fungsi doa adalah agar kita mendapatkan takdir yang baik dari Allah. Kita harus paham juga  bahwa semua orang memiliki suratan takdirnya masing-masing. Misalnya dari segi harta ada yang kaya, sedang dan miskin. Demikian juga dengan takdir-takdir lainnya.

 

 

 

Semua yang terjadi di dunia ini, termasuk daun yang jatuh ke tanah, itu semua terjadi karena atas izin Allah. Kita bisa simak dalam Al Quran seperti firman-Nya berikut ini.

 

 

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

 

 

Kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya. Tidak ada yang mengetahui selain Allah. Allah mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur, yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauĥ Maĥfūź).” (Q.S. Al-An’am: 59)

 

 

Perlu kita ketahui bahwa yang namanya makhluk pasti diatur oleh Sang Khalik. Maka dari itu, hendaknya kita berdoa, meminta takdir yang baik kepada Allah, misalnya kita berdoa supaya diberi kesehatan, anak yang baik dan saleh, dan lain sebagainya. Dengan berdoa, kita mengharapkan perubahan takdir dari yang buruk menjadi baik. Nabi saw. bersabda mengenai takdir pada hadis berikut,

 

 

لا يؤد القدر إلا بالدعاء ولا يزيد العمر إلا البر وإن الرجل ليحرم الرزق بالذنب يصيبه

 

Takdir yang akan menimpa seseorang tidak bisa ditolak kecuali dengan doa, umur seseorang tiada bertambah kecuali dengan melakukan kebaikan, dan rezeki (kebaikan) akan diharamkan kepada seseorang karena dosa yang dilakukannya”.(HR. Ibnu Majah & Tirmidzi)

 

 

Berdasarkan hadis tersebut, jelaslah bahwa takdir seseorang bisa berubah jika orang tersebut rajin berdoa kepada Allah. Selain itu, yang menyebabkan seseorang panjang umur adalah amal saleh. Bukan berapa banyak umur yang didapatkan, melainkan seberapa salehkah orang tersebut.

 

 

Jadi yang namanya doa,ikhtiar dan takdir itu saling berkaitan. Orang yang ingin lulus ujian maka ia berdoa agar bisa mengerjakan soal dengan mudah. Kemudian ikhtiarnya dia belajar dengan tekun dan sungguh-sungguh. Agar mendapat takdir yang baik atau lulus ujian dan contoh  yang lainnya.

 

 

Kalau kita sekedar berdoa minta takdir baik, misalnya sakit pingin sembuh tetapi tidak ada ikhtiar untuk berobat, konsultasi ke dokter dan sebagainya. Kemudian sakitnya tambah parah bahkan sampai meninggal maka kematian itu takdirnya. Tetapi tidak bisa lantas menyalahkan atau menyesali kematiannnya karena tidak ada ikhtiar untuk sehat atau sembuh.

 

 

Jangan lantas menyalahkan atau menyesali takdir buruk jika tidak ada doa dan ikhtiar yang maksimal. Jadi ikhlaskan dalam berdoa, maksimalkan dalam ikhtiar maka setelah terjadi itulah takdir Allah. Jika takdirnya baik kita bersyukur dan jika takdirnya buruk maka harus bersabar.

 

Inilah salah satu ciri dari seorang mukmin seperti yang dijelaskan dalam hadits  dari Abu Yahya Suhaib bin Sinan Radhiyallahu anhu ia berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

 

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

 

“ Sungguh menakjubkan urusan seorang Mukmin. Sungguh semua urusannya adalah baik, dan yang demikian itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali oleh orang Mukmin, yaitu jika ia mendapatkan kegembiraan ia bersyukur dan itu suatu kebaikan baginya. Dan jika ia mendapat kesusahan, ia bersabar dan itu pun suatu kebaikan baginya”. (HR. Muslim, Ahmad dan Ibnu Hibban )

 

 

Untuk itu pentingnya kita memahami hubungan antara doa, ikhtiar dan takdir sehingga tidak salah dalam bersikap atau menerima keadaan. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.Nah, terkait dengan doa, cara dan keutamaan serta contoh-contohnya, Anda dan sahabat-sahabat semua bisa membaca buku saya yang berjudul “ Doa Orang-Orang Sukses ”. Dimana didalamnya ada contoh dan panduan berdoa yang dicontohkan Rasulullah. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

buku doa

4

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

823

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 1,203 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment