Cara Wudhu Wanita Berhijab, Bolehkah Tidak Membuka Kerudung ?

Assalamu’alaykum. Pak Aam, Saya sering berwudu di tempat kerja tanpa melepaskan kerudung. Apakah wudhu seperti itu hanya bisa dilakukan dalam keadaan urgen (darurat)? Tetapi jika sedang berada di rumah, saya berwudhu seperti biasa atau lepas kerudung. Bagaimana pendapat ustadz? Mohon penjelasannya. (Darin via fb)

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Berwudhu dengan sempurna adalah satu syarat sah dan kesempurnaan ibadah shalat. Berwudhu bertujuan untuk menghilangkan atau membersihkan hadats kecil sebelum shalat. Perintah wudhu sebelum shalat ini dapat kita simak dalam Al Quran,

 

 

(6)…..يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ

 

Hai, orang-orang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, ba­suhlah wajahmu dan tanganmu sam­pai ke siku, sapulah kepalamu dan basuh kedua kakimu sampai ke ke­dua mata kaki…”. (QS. Al-Maidah: 6)

 

 

Lalu apakah seorang wanita boleh tidak melepas kerudungnya ketika hendak berwudhu khususnya saat hendak mengusap kepala? Jawabnya adalah boleh. Hal ini berdasarkan dalil bahwasanya Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha dulu pernah berwudhu dengan tetap memakai kerudungnya dan beliau mengusap kerudungnya. Ummu Salamah adalah istri dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka apakah Ummu Salamah akan melakukannya (mengusap kerudung) tanpa izin dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam? (Ketengan ini dapat dibaca dalam kitab Majmu’ Fatawa Ibni Taimiyyah, 21/186, Asy Syamilah).

 

 

Apabila mengusap kerudung ketika berwudhu tidak diperbolehkan, tentunya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan melarang Ummu Salamah melakukannya.

 

 

Hal demikian merupakan keringanan bagi perempuan yang berkerudung. Jadi jika Anda berada di tempat umum misalnya toilet umum atau tempat wudu wanita yang tidak dipisah dan keadaannya memungkinkan untuk melepas kerudung sedangkan Anda tidak ingin melepasnya, Anda bisa melakukan seperti yang Anda sebutkan di atas. Caranya adalah cukup mengusap kepala yang ditutupi kerudung, bukan mengusap rambut Anda.

 

Dalam sebuah keterangan juga disebutkan dimana dalam sebuah kesempatan Rasul pernah berwudhu dengan hanya mengusap surbannya saja. Dalam sebuah hadits dari ‘Amru bin Umayyah radhiyallahu ‘anhu, dari bapaknya, beliau berkata,

 

 

رأيت النبي صلّى الله عليه وسلّم، يمسح على عمامته وخفَّيه

 

Aku pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap bagian atas surbannya dan kedua khufnya.” (HR. Bukhari)

 

 

Beliau mengusap kepalanya tanpa melepas surbannya. Apa yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Hal ini menjadi isyarat bahwa wanita yang berwudu tidak harus melepas kerudungnya, terutama jika berada di tempat umum, seperti mal, masjid, dan lain-lain. Sebab kalau buka kerudung justru dikhawatirkan akan membuka aurat khususnya rambut yang terlihat. Padahal menutup aurat adalah wajib, apalagi ditempat umum.

 

 

Dengan demikian berwudhu dengan mengusap kerudung atau tidak melepas kerudung dibolehkan. Ini merupakan keringanan ketika wanita berada di luar rumah atau tempat umum yang tempat wudhunya tidak dipisah antara pria dan wanita.

 

BACA JUGA: Setelah Mandi Besar, Bolehkah Tidak Wudhu Lagi ?

 

Sesungguhnya dalam agama itu ada keringan atau kemudahan. Misalnya dalam berwudhu kalau tidak ada air maka boleh bertayamum dengan debu dan sebagainya. Dalam Al Quran ditegasakan,

 

 

(185)…..يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ…….

 

“…Allah menghendaki kemudahan dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.…” (QS.Al Baqarah: 185)

Ini menjadi tanda bahwa dalam berislam itu sebenarnya mudah dan tidak ada yang sukar, selama ada contoh dari Rasulullah Saw maka boleh kita kerjakan. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

 

Nah, terkait dengan tata cara bersuci wudhu atau tayamum sebelum shalat,Anda dan mojang bujang sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “SUDAH BENARKAH SHALATKU”. Di dalamnya ada pembahasan terkait pelaksanaan bersuci baik wudhu maupun tayamum hingga pelaksanaan shalat berikut amalan-amalan apa saja, yang dijelaskan secara detail dengan dalil yang shahih. Wallahu a’lam. [ ]

 

buku doa

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

925

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

 

(Visited 1,569 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment