Rumah Tangga Dirundung Masalah? Ini Yang Harus Dilakukan Suami Istri

Assalamu’alaykum. Pak Aam, dulu saya membayangkan hidup rumah tangga itu indah dan bahagia. Namun setelah menikah beberapa tahun rasanya masalah selalu datang. Bagaimana jadinya jika di dalam rumah tangga selalu ada masalah? Mohon pencerahannya.( UY via fb )

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Harus kita sadari dan pahami bahwa yang hidup adalah pasti ada masalah sebagai bagian dari ujian hidup itu sendiri. Dalam Al Quran sudah jelas diinformasikan bahwa Allah akan menguji manusia,

 

(155). وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

 

(156).الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

 

Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, ke­ku­rangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn” (se­­sung­guhnya, kami milik Allah dan ke­pada-Nya kami akan kembali).” ( QS.Al Baqarah: 155-156 )

 

 

Ayat tersebut sangat jelas bahwa Allah akan menguji manusia dengan berbagai hal yang tidak mengenakkan atau tidak menyenangkan seperti ketakutan,kemiskinan dan sebagainya. Ini ujian dalam hidup secara umum termasuk dalam hidup berumahtangga.

 

 

Kemudian perlu disadari dan dipahami juga yang hidup dalam rumah tangga bersama suami istri itu apa yang kita jalani bukan apa yang kita angankan. Tentu apa yang kita anggan sebelum menikah pastinya hal yang indah-indah dan menyenangkan semua. Tetapi hidup adalah menjalani kenyataan bukan angan-angan.

 

 

Kehidupan rumah tangga tentu tidaklah lepas dari berbagai permasalahan yang ada. Perlu kita tegaskan bahwa membangun rumah tangga adalah ibadah. Selama berumah tangga, pasti akan ada saja masalah yang muncul, mulai dari masalah sepele sampai yang besar. Hendaknya kita fokus untuk menyelesaikan masalah yang besar dalam berumah tangga.

 

 

 

Masalah-masalah kecil kita perbaiki, sedangkan masalah besar kita jalani dengan penuh kesabaran. Oleh karena itu, masalah rumah tangga akan selalu ada hingga kita mati. Saya sampaikan bahwa kehidupan rumah tangga bagaikan memandang gunung. Terlihat indah di kejauhan, tetapi di dalamnya kita harus mendaki jalan yang curam, licin, melewati tebing-tebing meskipun ada keindahan yang kita dapatkan di sana.

 

 

Jangan merasa bahwa hanya Anda yang mempunyai masalah dalam rumah tangga. Di luar sana, banyak orang yang mengalami hal serupa dengan Anda. Namun, tentu saja permasalahan yang dihadapi berbeda-beda. Ada yang bermasalah dengan mertua, ipar, saudara, atau yang lainnya. Yang pasti, rumah tangga adalah gudangnya masalah.

 

 

Anak bisa jadi sumber masalah bagi sebagian orangtua, tetepi suami istri yang tidak punya anak bukan berarti tidak punya masalah.  Harta atau ekonomi yang kurang bisa jadi masalah, tetapi orang yang berharta melimpah atau sangat kaya bukan berarti tanpa masalah.

 

 

Semua orang atau semua rumah tangga pastinya punya masalah masing-masing. Tentu yang membedakan adalah cara menghadapi dan cara menyelesaikan. Ada yang sabar, ada yang putus asa. Ada yang santai, ada yang emosional dan sebagainya. Berkaitan dengan rumah tangga, Rasulullah Saw. bersabda,

 

 

”Barangsiapa menikah, maka sesungguhnya ia telah menyempurnakan separuh iman, karena itu hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam separuh yang tersisa.” (HR.Thabrani).

 

 

Maksud dari hadis di atas adalah seseorang yang sudah menikah (berumah tangga) akan menghadapi ujian berikutnya yang jauh berbeda dibandingkan dengan saat dia masih belum menikah. Masalah yang dihadapi orang yg belum menikah tidaklah jauh dari orang tua, saudara, dan teman. Namun, ketika sudah menikah, masalah yang dihadapi jauh lebih kompleks, semisal masalah dengan istri/suami, mertua, saudara ipar, keluarga besar istri/suami, dan lain-lain.

 

 

Solusi yang harus anda lakukan adalah hadapi semua permaslahan rumah tangga dengan menerima semua kekurangan pasangan, syukuri apa yang ada di genggaman anda. Sebab, jika anda tidak bersyukur atas apa yang anda miliki, apa yang tidak anda syukuri tersebut bisa jadi diambil oleh Allah. Hal ini sesuai dengan firman Allah berikut.

 

 

(7). وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

 

 

Ingatlah, ketika Tuhanmu memberi­tahukan, “Sesungguhnya, jika kamu ber­syukur, niscaya Aku akan me­nambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu meng­ingkari nikmat-Ku, pasti azab-Ku sa­ngat berat’.” (QS. Ibrahim: 7)

 

 

Oleh karena itu, hendaknya anda mensyukuri apa yang ada pada pasangan ada. Dengan demikian, Allah akan menambah nikmat kepada anda. Namun, jika anda tidak bersyukur atas apa yang ada pada pasangan anda, hal itu akan menjadi racun dalam kehidupan rumah tangga anda. Sebab, orang yang tidak bersyukur selalu melihat segala sesuatu dari sisi buruknya saja, termasuk pasangan hidup.

 

 

 

Sesungguhnya bersyukur atas nikmat Allah adalah perkara yang sederhana, tetapi sulit dilakukan. Oleh karena itu, hendaknya anda mensyukuri setiap kelebihan pasangan dan menerima kekurangan yang ada pada pasangan anda. Sebab, dalam kehidupan rumah tangga sering terjadi ketika seorang suami selalu mengungkit-ungkit keburukan istrinya secara berlebihan atau sebaliknya sehingga Allah akan mencabut kebaikan pasangan yang bersangkutan.

 

 

Yakinlah bawa suami atau istri kita itu bukan pribadi yang ideal atau sempurna seperti yang dulu diangankan sebelum menikah. Suami atau istri pastinya mempunyai kekurangan yang harus ditutupi. Kemudian mempunyai kelebihan juga maka suami dan istri harus saling melengkapi.

 

BACA JUGA: Suami Tidak Terbuka Masalah Penghasilan, Ini Yang Harus Dilakukan Istri

 

Pointnya adalah saling memahami peran dan hak atau kewajiban masing-masing. Rumah tangga yang baik itu bukan berarti bebas atau tanpa masalah tetapi bagaimana suami istri itu bisa menjalani dan menghadapi masalah dengan bijaksana sehingga tujuan rumah tangga yang sakinah,mawadah dan penuh rahmah itu akan terwujud. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

 

Nah, terkait bahasan membangun rumah tangga yang sakinah,mawadah dan penuh rahmah termasuk didalamnya bagaimana tips menghadapi atau menyelesaikan masalah, Anda dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “MEMBINGKAI SURGA DALAM RUMAH TANGGA”. Didalamnya juga  ada tips dan trik bagaimana mewujudkan rumah tangga sakinah. Wallahu a’lam bishshawab. [ ]

 

4

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

692

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 584 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment