Bolehkah Zakat Mal Untuk Anak Yatim ?

Assalamu’alaykum.Pak Aam, apa boleh kita memberikan zakat harta kepada anak yatim? Kebetulan tetangga sebelah rumah saya ada anak yatim yang masih bersekolah. Mohon penjelasannya. Terima  kasih ( Lenny via fb )

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Sebagaimana yang kita tahu dan pahami bahwa zakat adalah salah satu rukun Islam. Selain itu zakat juga menjadi aspek dan pilar ekonomi bagi ummat Islam.

 

 

Sebagai salah satu aspek ibadah,  dalam Al Quran juga sering menggandengkan tentang perintah zakat setelah perintah shalat. Kalau kita amati paling tidak ada 24 tempat ayat Al Quran yang menyebut kata atau kalimat shalat dan zakat secara beriringan. Misalnya,

 

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ

 

Laksanakan salat, tunaikan zakat, dan ruku‘-lah beserta orang yang ruku‘. “ (QS. Al-Baqarah : 43)

 

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا۟ لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

 

Laksanakan salat dan tunaikan zakat. Segala kebaikan yang kamu kerjakan itu untuk dirimu sendiri dan pasti kamu akan mendapatkan pahala di sisi Allah. Sesungguhnya, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah : 110)

 

 

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُمْ رَٰكِعُونَ

 

Sesungguhnya, penolongmu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman, yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat, seraya tunduk kepada Allah. “ (QS. Al-Ma’idah: 55)

 

 

Dan masih banyak lagi ayat berkaitan shalat dan zakat. Menurut para ulama fikih hal ini menunjukkan bahwa ibadah shalat dan zakat mempunyai kedudukan yang sangat penting dan dominan serta berkaitan erat.

 

 

Orang yang rajin atau tekun dalam shalat namun dia malas atau tidak mau mengeluarkan zakat maka tidak bisa disebut sebagai pribadi yang bertakwa, demikian juga sebaliknya.

 

 

 

Nah, menjawab pertanyaan Anda mengenaik memberikan zakat kepada anak yatim tentu saja dibolehkan. Anak yatim termasuk orang yang dapat kita santuni melalui zakat dengan catatan anak yatim tersebut dalam keadaan miskin.

 

 

Ada dua macam atau kategori anak yatim, yaitu anak yatim yang kaya atau berkecukupan dan ada anak yatim yang miskin atau kekurangan. Anak yatim yang kaya adalah anak yatim yang mendapat warisan harta dari almarhum/almarhumah atau orang tuanya yang kaya.Mereka hidup berkecupan secara materi maka anak yatim yang kaya tidak mendapatkan zakat.

 

 

Adapun anak yatim yang miskin adalah anak yatim yang hidup dalam kemiskininan secara materi. Mereka tidak mampu mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Mereka ini tentu mendapat bagian dari zakat (mustahik).Hal ini dijelaskan dalam firman Allah berikut.

 

 

۞ اِنَّمَا الصَّدَقٰتُ لِلْفُقَرَاۤءِ وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْعَامِلِيْنَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوْبُهُمْ وَفِى الرِّقَابِ وَالْغَارِمِيْنَ وَفِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَابْنِ السَّبِيْلِۗ فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ

 

Sesungguhnya, zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil zakat, mualaf, memerdekakan hamba sahaya, membebaskan orang berutang, untuk jalan Allah, dan orang yang sedang dalam perjalanan di jalan Allah. (Semua yang dijelaskan itu) sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha-bijaksana.” (Q.S. At-Taubah: 60)

 

BACA JUGA: Cara Menyalurkan Zakat Yang Benar, Langsung atau Lewat Lembaga ?

 

Jadi apa yang Anda lakukan tentu boleh bahkan harus, sebab peduli dan menyantuni orang miskin khususnya anak-anak yatim atau piatu adalah ibadah mulia yang dianjurkan dalam Islam. Ada banyak keutamaan bagi orang yang peduli dan menyantuni anak yatim, seperti disampaikan dalam hadits  dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

« أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِى الْجَنَّةِ هكَذَا »  وأشار بالسبابة والوسطى وفرج بينهما شيئاً

 

Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya.” ( HR. Bukhari)

 

Untuk itu kepedulian kita kepada sesama khususnya anak-anak yatim atau orang-orang miskin menjadi salah satu indikasi akan keimanan kita. Jangan sepelekan berbuat baik atau amal shalih kepada sesama meski hanya dengan sedikit makanan. Mudah-mudahan kita digolongkan sebagai hamba yang senantiasa bersyukur dengan amal shalih kita. demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

Kitab

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

874

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 174 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment