Perbedaan Shalat Qiyamul Lail Dan Tahajud, Ini Yang Perlu Dipahami

0
88

Assalamu’alaykum. Pak Aam , apakah perbedaan qiyamul lail dengan tahajud? Lalu, saya susah bangun tidur untuk melaksanakan salat tahajud. Bolehkah saya melakukan Shalat Tahajud setelah Shalat  Isya sebanyak 8 rakaat? Mohon penjelasannya. ( Anggun via fb )

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Qiyamul lail atau juga disebut dengan shalat malam adalah melaksanakan salat malam tanpa tidur terlebih dahulu seperti yang Anda lakukan setelah shalat Isya sebanyak 8 rakaat. Sementara Tahajud adalah melaksanakan salat malam yang diawali dengan tidur terlebih dahulu.Hal ini dijelaskan dalam firman Allah berikut.

 

 

(79). وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا

 

Pada sebagian malam, lakukanlah salat Tahajud sebagai suatu ibadah tam­bahan bagimu. Mudah-mudahan Tu­han­mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.  (QS. Al-Isra’: 79)

 

 

Terkait dengan keutamaannya maka sebenarnya melaksanakan qiyamul lail maupun tahajud sama- sama afdalnya. Jadi tidak ada masalah mana yang mampu Anda kerjakan. Dalam sebuah haditsnya Rasulullah Saw bersabda ,

 

 

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

 

Allah Tabaraka wa Taala turun ke langit dunia pada setiap malamnya hingga tersisa sepertiga malam yang terakhir, Allah berfirman, Siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, akanAku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, akan Aku ampuni.”(HR.Bukhari dan Muslim )

 

 

Berdasarkan hadis di atas, baik qiyamul lail maupun tahajud, keduanya sama saja afdalnya, terutama jika dilakukan pada sepertiga terakhir malam , kalau dikita sekira pukul 2.00-3.00 pagi. Jadi, apa yang Anda lakukan tersebut tidak masalah. Anda dapat melaksanakan qiyamul lail setelah Isya lalu tidur dahulu, setelah bangun baru melaksanakan witir, atau juga sebaliknya. Hal tersebut dilakukan para sahabat dan dibenarkan Rasulullah Saw. Shalat Tarawih adalah contoh qiyamul lain yang dikerjakan di bulan Ramadhan.

 

BACA JUGA: Shalat Tahajud Berjamaah Dengan Istri, Boleh atau Tidak ?

 

Untuk itu berniatlah agar senantiasa dapat melaksanakan shalat Tahajud disetiap malamnya. Dengan sedikit  tidur malam dan banyak beribadah yakni dengan Tahajud.  Orang yang terbiasa qiyamul lail atau Tahajud bisa dikategorikan sebagai orang bertakwa. Salah satu kriteria orang bertakwa terdapat dalam firman Allah dalam Al Quran,

 

(17).كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ

 

(18).وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

 

“Mereka sedikit tidur pada waktu ma­lam. Pada akhir malam, mereka memohon ampunan kepada Allah.” (QS. AŻ-ŻĀRIYĀT : 17-18).

 

 

Jadi apa yang Anda lakukan yakni dengan memanfaatkan waktu malam dengan ibadah khususnya qiyamul lail atau pun tahajud sudah bagus. Tinggal mengistiqomahkan saja. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

 

Nah, terkait pembahasan bab shalat ini lebih detail berikut dalilnya, khususnya bab shalat sunnat, bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “ Melangkah Ke Surga Dengan Shalat Sunat“. Didalamnya ada pembahasan bab praktik shalat berikut contoh-contohnya dan dalil yang shahih. Wallahu’alam bishawab. [ ]

 

buku shalat

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

821

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

 

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini