Suami Larang Berhijab, Ini Sikap Yang Harus Istri Lakukan

Assalamu’alaykum. Pak Ustadz, apa yang harus saya lakukan jika saya sering menangis karena berhijrah menggunakan hijab? Di satu sisi, saya sebagai istri harus patuh kepada suami, di sisi lain panggilan berhijab bertentangan dengan keinginan suami. Saya sudah mengutarakan niat baik berhijab sejak 4 tahun lalu dengan harapan suami merestuinya.Namun, suami selalu menolak keinginan saya.Akhirnya, saya pun berhijab sambil besedih. Saya diam saja saat dikomentari suami tentang usahaku berhijab ini bahkan pernah melarang berjilbab. Apakah saya termasuk durhaka kepada suami jika tidak menurutinya? Mohon pencerahannya. Terima kasih ( Ghea via fb )

 

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Hal yang paling penting bagi seorang istri adalah taat pada suami, sebagaimana sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

 

 

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ ِلأَحَدٍ َلأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

 

Seandainya aku boleh menyuruh seorang sujud kepada seseorang, maka aku akan perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Hibban dan al-Baihaqi)

 

 

Dalil tersebut menunjukkan bahwa betapa pentingnya istri bersikap taat kepada suami.Istri wajib menaati suami selama mengajak kepada kebaikan dan kebenaran. Akan tetapi, ketaatan tersebut tidak berlaku jika sang suami mengajak kepada kemaksiatan. Hal ini ditegaskan dalam sebuah hadits dari sahabat ‘Ali bin Abi Thalib ra dimana Rasulullah Saw. berikut.

 

 

طَاعَةَ لِمَخْلُوْقٍ فِيْ مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ إِنَّمَا الطَّاعَةَ فِي الْمَعْرُوْفِ

 

Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah, sesungguhnya ketaatan itu dalam kebaikan.” (H.R. Al-Bukhari dan Muslim)

 

 

Jadi, Anda tidak perlu bingung menghadapi masalah yang Anda hadapi. Anda tinggal memilih, mau taat kepada suami atau taat kepada Allah? Ingatlah akan dalil tentang larangan taat kepada kemaksiatan seperti yang tertera di atas. Tentu yang terbaik adalah taat kepada Allah juga taat kepada suami.

 

 

Dalam penjelasan yang lainnya, di dalam surah Luqman, dijelaskan bahwa kedudukan orang tua begitu tinggi dalam ajaran Islam.Kita wajib taat dan santun kepada mereka.Namun, jika orang tua menyuruh kepada kemaksiatan atau kesyirikan, hendaknya kita tidak menaati mereka dan tetaplah bersikap baik kepada mereka seperti firman Allah berikut.

 

 

وَاِنْ جَاهَدٰكَ عَلٰٓى اَنْ تُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِى الدُّنْيَا مَعْرُوْفًا ۖوَّاتَّبِعْ سَبِيْلَ مَنْ اَنَابَ اِلَيَّۚ ثُمَّ اِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

 

Jika keduanya memaksamu untuk menyekutukan-Ku dengan sesuatu yang tidak ada ilmunya, janganlah kamu menaati keduanya. Tetapi, bergaullah secara baik dengan keduanya di dunia dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian, hanya kepada-Ku tempat kembalimu. Lalu, akan Kuberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”  (QS. Luqman: 15)

 

 

Dalil di atas tidak hanya berlaku untuk perkara ketaatan kepada orang tua, tetapi juga dalam hal ketaatan kepada suami. Meskipun sang istri tidak taat kepada suami dalam hal keburukan, tetap saja dia harus berlaku hormat kepada suaminya.

 

 

Ketika Anda sudah mengemukakan niat berhijab kepada suami sejak 4 tahun lalu dan Anda nekat berhijab sekalipun dikomentari negatif oleh suami, itu tidak mengapa.Itu adalah ujian bagi orang yang berhijrah.Allah Swt berfirman mengenai orang-orang yang berhijrah seperti berikut.

 

 

(218). إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

Sesungguhnya, orang-orang ber-iman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. . (QS. Al-Baqarah: 218)

 

 

Sesuai dalil di atas, ketika kita berhijrah, kita harus melakukannya secara sungguh-sungguh atau jihad.Berjihad artinya kita harus siap mental dengan segala konsekuensi yang kita hadapi, baik berupa caci-maki maupun pujian.

 

 

Sebagai contoh kasus, ada orang yang berhijrah, ia mendapat banyak pujian sehingga ia menjadi sombong. Namun, ada pula orang yang berhijrah kemudian ia mendapat caci-maki seperti apa yang dilakukan suami kepada anda. Hendaknya kita bersabar dalam berhijrah seperti firman Allah sebagai berikut.

 

 

 

(24). فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعْ مِنْهُمْ آثِمًا أَوْ كَفُورًا

 

 

Maka, bersabarlah untuk melaksana­kan ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti orang berdosa dan orang kafir di antara mereka. . (QS. Al-Insan: 24)

 

 

Jadi menurut hemat saya, Anda tetap berhijab secara istiqomah. Anda juga tidak perlu bersedih atau gelisah meski suami tidak mendukung Anda berhijab dan Anda tetap berhijab maka Anda tidak disebut atau dikategorikan durhaka kepada suami.

 

 

 

Dalilnya jelas taat itu pada yang ma’ruf atau ketakwaan bukan pada kemunkaran atau kemaksiatan. Tugas Anda selanjutnya adalah mendoakan suami agar segera mendapatkan hidayah dan mendukung Anda berhijab. Tetaplah bersabar dan berdoa. Semoga suatu saat nanti Allah membukakan pintu hati pada suami. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishawab. [ ]

 

Kitab

4

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

723

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 193 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment