Hukum Menempelkan Jari Kaki Saat Shalat Berjamaah, Wajib atau Sunnah ?

Assalamu’alaykum. Pak Aam, mohon penjelasan tentang hukum menempelkan jari kaki pada shalat berjamaah. Karena bagi sebagian orang, mereka tidak dapat shalat dengan khusyuk karena sibuk menempelkan jari kaki mereka dan mungkin yang belum terbiasa akan merasa risih jari-jari kakinya saling bersentuhan. Terima kasih ( Warsa via fb )

 

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah.  Sebenarnya hal ini sudah beberapa kali kita bahas baik offline maupun yang online. Namun agar lebih paham atau menjadi tahu, coba kita bahsa secara singkat sekali lagi.

 

 

 

Menurut jumhur ulama atau mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum meluruskan shaf adalah sunnah. Sedangkan Imam Bukhari, Ibnu Taimiyah dan beberapa ulama lainnya menganggap meluruskan shaf itu wajib.

 

 

Dalil menurut ulama yang mewajibkan adalah berdasarkan riwayat An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah Saw  bersabda, “Hendaknya kalian meluruskan shaf kalian atau tidak Allah akan membuat wajah kalian berselisih.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

 

Menurut para ulama hadits bahwa yang dimaksudkan dengan meluruskan shaf  dalam shalat  berjamaah adalah menempelkan pundak, bukan menempelkan jari –jari kaki. Maksudnya adalah antara pundak yang satu dengan yang lain jangan sampai renggang dalam salat jamaah alias harus rapat posisi antar pundaknya.

 

 

Tanpa mengurangi rasa hormat saya bagi yang beda pendapat, Menurut hemat saya kerapatan dalam shalat berjamaah tidak harus rapat sekali atau berdesak-desakkan sampai-sampai tidak ada celah di dalam shaf shalat. Jika ada celah sedikit selama tidak terlalu lebar, itu masih bisa ditoleransi.

 

 

 

Jadi jika Anda melebarkan kaki saat shalat  berjamaah, yang ada Anda akan merenggangkan kaki Anda demi merapatkan shaf shalat. Kalau kaki Anda terlalu renggang sementara yang lain tidak dan Anda terus mengejar kaki yang lain maka bisa dibayangkan bagaimana itu. Bisa jadi Anda akan terjatuh.

 

 

 

Dengan demikian yang dimaksud dengan merapatkan shaf dalam shalat berjamaah adalah pundaknya bukan kakinya. Kita bisa perhatikan hadits berikut.

 

سَوُّوا صُفُوفَكُمْ ؛ فَإنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاَةِ

 

Rasulullah Saw bersabda, Luruskanlah shaf-shaf kalian, karena lurusnya shaf termasuk kesempurnaan shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

 

Meluruskan shaf shalat berdasarkan hadis di atas bukan berarti merapatkan jari-jari kaki, melainkan merapatkan pundak untuk kerapian shaf shalat berjamaah. Sebab, jika merapatkan shaf salat dilakukan dengan merapatkan jari kaki, bisa jadi Anda dan jamaah lain saling melebarkan kaki ketika shalat. Hal itu akan membuat shalat kita menjadi jauh dari rasa nyaman dan khusyuk.

 

 

Namun pundak juga hanya sebatas saling menempel bukan saling berdesakan. Kalau kaki yang rapat atau jari-jari kakinya maka bagi sebagian orang akan merasa tidak nyaman atau geli bagi yang belum terbiasa. Sekali lagi ini pandangan saya, tanpa mengurangi rasa hormat saya bagi sahabat yang berbeda pandangan. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.  Wallahu a’lam bishshawab. [ ]

 

buku shalat

 

5

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

821

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 596 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment