Tempat Shalat Sunnah, Baiknya Di Rumah atau Di Masjid ?

PERCIKANIMAN.ID – – Shalat sunat memiliki banyak sekali keutamaan. Salah satunya adalah sebagai penyempurna sekaligus pelengkap kekurangan shalat fardhu atau wajib. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah dari  Dari Abu Hurairah r.a. dia berkata, telah bersabda Rasulullah Saw.,

 

 

Sesungguhnya amal pertama seorang hamba yang dihisab pada hari kiamat adalah shalat wajib. Maka apabila dia telah menyempurnakannya (selesailah persoalannya), tetapi apabila tidak sempurna shalatnya (yang wajib), maka dikatakan kepada malaikat, ‘Lihat dulu apakah dia pernah mengerjakan shalat sunat,’ maka kekurangan dalam shalat wajib disempurnakan dalam shalat sunatnya. Kemudian, amal-amal yang wajib diperlakukan seperti itu.” (H.R. Imam yang lima)

 

 

Sebaik-baik tempat untuk shalat wajib bagi laki-laki yang sudah baligh adalah berjamaah di masjid. Lalu dimana kita harus mengerjakan shalat sunat di rumah atau di masjid? Tempat terbaik untuk melaksanakan shalat sunat adalah di rumah. Hal itu berdasarkan beberapa hadis sahih berikut ini.

 

 

Imam Ahmad dan Muslim menceritakan bahwa Nabi Saw. bersabda, “Jika salah seorang di antaramu biasa bershalat di masjid, hendaklah rumahnya juga diberi bagian dari shalatnya supaya Allah memberikan kebaikan karena shalatnya itu.” (H.R. Ahmad dan Muslim)

 

 

Dalam hadits yang lain menurut riwayat Imam Ahmad dari Umar r.a., Rasulullah bersabda, “Shalat sunat seseorang dalam rumahnya adalah cahaya. Maka barangsiapa suka melakukannya, dia dapat menerangi rumahnya hingga bercahaya.” (H.R. Ahmad)

 

 

 

Kemudian sahabat Abdullah bin Umar r.a. berkata, Rasulullah Saw. bersabda, “Kerjakanlah sebagian shalatmu itu dalam rumah dan jangan engkau jadikan rumahmu itu bagaikan kuburan (untuk tidur saja).” (H.R. Ahmad dan Abu Daud)

 

 

 

Jadi, alangkah baiknya jika terbiasa melaksanakan shalat fardhu di masjid, kita tetap melaksanakan shalat sunat munfarid di rumah. Shalat-shalat tersebut antara lain, shalat sebelum Subuh, sebelum dan sesudah Zuhur, sesudah Maghrib, dan sesudah Isya.

 

 

Namun, jika shalat sunat tersebut disunahkan berjamaah, akan lebih afdhal jika dilaksanakan di masjid, misalnya shalat Tarawih dan shalat Gerhana. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

 

Sumber: dikutip dari buku “ Melangkah Ke Surga Dengan Shalat Sunat “ karya Dr.Aam Amiruddin,M.Si

 

 

5

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

871

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 440 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment