Masih Kerja Di Bank, Bagaimana Solusinya ?

Assalamu’alaykum. Pak Ustadz, saat ini saya masih kerja di sebuah bank. Banyak yang menyarankan agar saya segera keluar kerja sebab kerja di bank sama dengan bergelut dengan riba setiap hari. Saya pun menyadari dan ada keinginan untuk resign juga. Namun kondisi ekonomi saat ini belum siap, dimana anak-anak mulai sekolah dan istri sedang hamil yang tentunya perlu biaya. Jujur saya gelisah dan bingun antara bertahan dan keluar, sementara kalau keluar saya belum ada pekerjaan atau usaha. Saya khawatir kalau keluar kerja saat ini, saya malah mendzalimi keluarga dengan tidak memberi nafkah. Namun kalau terus bertahan juga saya menjadi bergelimang dosa riba. Insya Allah niat sudah ada sambil mencari peluang usaha. Mohon nasihatnya pak ustadz. Terima kasih ( B via fb )

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Para ulama sepakat bahwa yang namanya riba atau bunga uang adalah hukumnya haram dalam Islam. Ada banyak dalil yang mendasarinya antara lain,

 

(39)…..وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ رِبًا لِيَرْبُوَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ فَلَا يَرْبُو عِنْدَ اللَّهِ

 

“Suatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar harta manusia bertambah tidak akan bertambah dalam pandangan Allah…..” (QS. Ar-Ruum: 39)

 

Kemudian dalam surat Al Baqarah,

Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang ke­ma­sukan setan karena tekanan penyakit gila. Hal itu karena mereka berkeyakinan bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal, Allah telah menghalalkan jual beli, tetapi mengharamkan riba. Siapa pun yang mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu ia berhenti melakukan riba, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya diserahkan kepada Allah. Orang yang mengulangi perbuatan riba akan menjadi penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. Allah menghapuskan keberkahan riba dan menyuburkan keberkahan sedekah. Allah tidak menyukai orang-orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa. Sesungguhnya, orang-orang ber­iman, mengerjakan kebajikan, me­laksanakan salat, dan menunaikan zakat mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada me­reka dan mereka tidak bersedih hati. Hai, orang-orang beriman! Ber­takwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba yang belum dipungut jika kamu orang beriman. “(QS. Al-Baqarah: 275-278)

Lalu berikutnya ada juga dalam surat Ali Imraan,

 

(130). يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

 

 

Hai, orang-orang beriman! Jangan­lah kamu memakan riba de­ngan berlipat ganda dan ber­tak­wa­lah kepada Allah agar kamu beruntung(QS. Ali Imraan: 130)

 

 

Kemudian dalam hadits dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu bahwa ia menceritakan:

 

 

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُؤْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ

 

“Rasulullah SAW  melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan dengan riba, juru tulis transaksi riba, dua orang saksinya, semuanya sama saja.” ( HR. Muslim )

 

 

Inilah beberapa dalil yang mengharamkan riba dan segala usaha yang berkaitan dengan riba atau mengandung unsur riba. Lalu bagaimana dengan kerja di bank dimana ada salah satu prinsipnya yakni ada bunga uang yang digolongkan riba?.

 

 

Dalam ini kita tahu ada sedikit perbedaan dikalangan ulama. Ada yang mengharamkan kerja di bank secara mutlak, namun ada yang membolehkan dalam keadaan tertentu. Terkait hal ini saya tidak akan bahas panjang lebar.

 

 

Namun menurut hemat saya dengan kasus atau keadaan yang Anda alami saat ini boleh dibilang dalam keadaan terpaksa atau darurat. Dimana Anda menyadari kerja di bank dan ada niat untuk keluar namun karena kondisi yang belum siap sehingga untuk sementara bertahan dulu.

 

 

Tentu kita yakin bahwa Allah Maha Tahu tentang apa yang kita kerjakan bahkan sekedar niat saja. Dalam haditsnya Rasulullah Saw bersabda:

 

 

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

 

Sesungguhnya amalan terlaksana karena niat, dan sesungguhnya seseorang mendapat pahala sesuai dengan niatnya”. ( HR Al-Bukhari & Muslim.)

 

 

Dengan kondisi saat ini yang menurut Anda belum siap untuk keluar dari pekerjaan tersebut pastinya Allah tahu niat dan ikhtiar Anda bahwa Anda sebenarnya setuju dan sadar kalau riba itu haram dan kerja di bank bisa salah satunya yang tidak berkah.

 

 

Namun dalam kondisi terpaksa karena belum ada pengganti pekerja Anda bertahan dulu. Tentu tanpa mengurangi hormat saya kepada saudara-saudara yang lain, saya sependapat dengan Anda.

 

 

Alasannya kalau Anda langsung keluar tanpa persiapan yang matang kemudian Anda akan kehilangan pekerjaan dan penghasilan tentu akan berdampak pada kondisi ekonomi keluarga. Kalau berlangsung dalam beberapa hari tentu tidak masalah.

 

 

Tetapi jika Anda sampai menganggur beberapa bulan lamanya, sementara tidak ada penghasilan dan nafkah kepada keluarga tetap harus dipenuhi tentu Anda akan berbuat dzalim. Padahal salah satu kewjiban suami adalah memberikan nafkah kepada istri dan anak-anak yang ada dalam tanggungan Anda.

 

 

Mungkin ada yang berpendapat kalau mau hijrah ya total saja. Bukankah itu rezeki sudah dijamin Allah? Tentu saja kita yakin bahwa Allah lah yang menjamin rezeki kepada makhluk-Nya sehingga tidak perlu khawatir. Ini harus kita yakini.

 

 

Tetapi sekali lagi tanpa mengurangi hormat saya kepada saudara-saudara yang beda pendapat, tentu yang namanya rezeki itu harus ada ikhtiar. Jadi bukan sekedar tekad keluar kerja, soal rezeki Allah yang jamin  terus tidak ada kerja atau usaha. Ini juga namanya pasrah yang salah, yakin yang tidak pada tempatnya.

 

 

Apalagi kalau  Anda keluar kerja kemudian kembali kepada orangtua atau mertua lalu selama berbulan-bulan segala kebutuhan ditanggung dan dipenuhi orangtua, tentu ini tidak baik dan Anda bisa dianggap suami atau ayah yang kurang bertanggung jawab.

 

 

Jadi sekali lagi menurut hemat saya, tidak apa Anda bertahan sementara dipekerjaan di bank sambil Anda menyiapkan untuk resign dan ada pekerjaan yang lebih baik atau memulai usaha. Ini menurut saya lebih real dan bertanggung jawab. Sambil Anda harus terus berdoa, istighfar dan memohon kepada Allah jalan terbaik. Mungkin pendapat saya berbeda dengan yang lain. Tentu kita saling menghormati.

 

 

Yakinlah bahwa suatu saat nanti Allah akan menolong Anda, keluar kerja dan mempunyai pekerjaan yang baik atau usaha yang halal. Jangan putus asa dari rahmat dan kasih sayang Allah. Selama Anda berusaha untuk senantiasa bertakwa pasti Allah akan memberikan jalan yang terbaik,

 

 

(4). وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا…..

 

“…….Dan, barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan menjadikan baginya jalan kemudahan dalam urusannya.” (QS. Ath-Thalaq: 4)

 

 

Luruskan niat Anda, istiqomah dan selalu minta pertolongan serta pelindungan dari Allah. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

811

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

(Visited 489 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment