Batas Waktu Membayar Fidyah, Bolehkah Sampai Lewat Beberapa Ramadhan ?

Assalamu’alaykum, Pak Ustadz. Dahulu saya tidak shaum Ramadan karena melahirkan. Setelah itu saya tidak meng-qadha dan tidak pula membayar fidyah.Hal itu sudah terjadi 5 tahun lalu. Pertanyaannya, apakah boleh saya bayar fidyah sekarang? Mohon penjelasannya dan terima kasih ( Nelly via fb )

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Pada prinsipnya hutang itu bisa dibayarkan kapan saja selama Anda sadar dan mampu, termasuk dalam perkara shaum Ramadhan. Orang yg melahirkan tidak meng-qadha shaum Ramadan, tetapi membayar fidyah sepeerti firman allah berikut.

 

(184)……….فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ……..

 

“…….Jika di antaramu ada yang tidak berpuasa karena sakit atau dalam perjalanan, wajib menggantinya pada hari-ha¬ri yang lain sebanyak hari kamu tidak berpuasa. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin……..” ( QS.Al Baqarah: 184 )

 

 

Jadi Anda boleh tidak menjalankan puasa Ramadhan dikarenakan baru melahirkan. Namun Anda wajib mengganti puasa tersebut dengan cara membayar fidyah sejumlah hari yang Anda tinggalkan atau tidak berpuasa.

 

 

Jika kejadiannya (tidak berpuasa Ramadan) terjadi sudah 5 tahun lalu, maka Anda masih boleh membayar fidyah nya sekarang namun dengan catatan menyesuaikan harga makanan yang sekarang.

 

 

Membayyar fidyah itu tidaklah sulit, kita cukup menghitung biaya makan kita sehari sekira berapa rupiah.Misalnya biaya makan 3x sehari sekira 25000, biaya tersebut dikalikan dengan jumlah hari anda tidak melaksanakan shaum Ramadan (misal 30 hari).Jumlah perhitungan uang tersebut bayarkan kepada fakir miskin dan lunaslah utang fidyah Anda.

 

 

Dengan demikian saran saya mumpung Anda saat ini sedang ingat dan mempunyai keleluasaan rezeki maka segera bayar fidyahnya. Jangan tunda lagi, apalagi sampai pada Ramadhan berlalu lagi. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

 

4

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

832

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 309 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment