Bekal Rumah Tangga: Harta, Rupa, Cinta dan Takwa ?

PERCIKANIMAN.ID – – Menikah, membina rumah tangga dan mempunyai keturunan adalah salah satu sunatullah bagi manusia. Karena pada hakikatnya setiap makhluk hidup sudah Allah tetapkan pasangannya yang tentu saja berlainan jenis. Khusus bagi manusia seperti yang telah Allah tegaskan dalam firman-Nya,

 

 

(21).وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

 

 

Di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah Allah menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, serta Allah jadikan rasa kasih dan sayang di antaramu. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir.” ( QS.Ar Rum: 21)

 

 

Membangun rumah tangga ada sebuah perjalanan panjang yang harus dilalui suami istri sejak dilakukannya ijab qabul hingga waktu yang tidak bisa ditentukan atau lebih singkatnya hingga ajal memisahkannya di dunia. Namun sebagai orang yang beriman kebersamaan dengan pasangan akan senantiasa berlanjut hingga akhirat kelak. Dengan catatan kedua mempunyai kesamaan visi misi rumah tangga yang islami.

 

 

Sebab sebuah perjalanan maka sudah pasti jika suami istri menyiapkan bekalnya. Bekal ini menjadi sangat dibutuhkan selama keduanya menempuh perjalanan yang panjang tersebut. Seperti yang dinasihatkan Rasulullah Saw dalam memulai atau memilih pasangan bisa jadi akan menjadi bekal selanjutnya. Dalam haditsnya Rasul bersabda:

 

 

 

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ: لِمَـالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ.

 

 

Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung.” ( HR.Bukhari Muslim)

 

 

Dari kandungan hadits ini kemudian orang menikah atau membina rumah tangga menjadi setidak menjadi 4 bekal yang dibawanya. Sedikitnya bisa kita jelaskan sebagai berikut:

 

  1. Bekal Harta

 

Tidak sedikit orang yang menikah karena harta, calon suami yang kaya atau calon istri anak orang berada. Alasannya kebahagian dan kecukupan selama menjalani rumah tangga akan terpenuhi dengan adanya harta yang melimpah. Anggapan ini bisa jadi benarnya, mengingat bahwa setelah berumah tangga akan ada banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, dari yang pokok hingga yang tersier.

 

Namun perlu diingat bahwa segala yang berujud materi termasuk harta pada saatnya akan habis juga. Jika rumah tangga hanya berbekal harta maka bisa dipastikan ketika harta tiada maka rumah tangga pun akan habis masanya.

 

  1. Bekal Rupa (Cantikan atau Tampan)

 

Tidak dipungkiri bahwa mempunyai istri dengan paras yang cantik atau suami yang tampan bisa membuat rumah tangga atau hidup menjadi sempurna. Kecantikan atau pun ketampanan juga bisa membuat suami istri mempunyai rasa percaya diri yang tinggi bahkan menjadi kebanggaan.

 

Namun perlu diingat bahwa yang namanya canti atau tampan pada hakikatnya hanyalah sebatas kulit wajah saja. Kulit tipis yang melapisi selembar wajah ketika masih muda. Seiring dengan berlalunya waktu maka proses penuaan adalah sebuah keniscayaan yang akan dialami dan jalani semua manusia. Ketika menua tiba maka kecantikan dan ketampanan tersebut akan luntur juga.

 

  1. Bekal Cinta

 

Tidak dipungkuri bahwa perasaan cinta jua yang mengantarkan seorang gadis dan jejaka kemudian memutuskan untuk menikah dan membina rumah tangga. Sebagian besar pastinya rumah tangga dibangun dan dimulai dari perasaan cinta diantara keduanya.

 

Namun jika rumah tangga hanya dibekali perasaan cinta dari hati manusia saja bisa jadi suatu saat akan berkurang bahkan sirna. Sebab perasaan cinta juga terkait dengan kondisi psikologis atau emosional. Diawal pernikahan bisa jadi perasaan cinta suami istri masih penuh dan menggebu. Namun seiring berjalannya waktu,munculnya ragam persoalan rumah tangga dan kondisi emosional masing-masing maka perasaan cinta tersebut akan tergerus bahkan hilang dan berganti menjadi sebuah kebencian.

 

Tidak sedikit rumah tangga atau pasangan suami istri yang memilih berpisah (cerai) dengan alasan sudah tidak ada cinta lagi. Jika hanya cinta yang menjadi bekal maka waktu jua yang akan mengakhirinya.

 

  1. Bekal Takwa (agama).

 

Pesan terakhir atau pilihan Rasul kepada ummatnya adalah hendaknya berumah tangga itu berbekal takwa atau memilih calon suami atau istri karena agama (takwa)nya. Bekal takwa ini akan mengalahkan bekal-bekal sebelumnya (harta,rupa dan cinta) sebab bekal takwa yang berbicara adalah hati atas bimbingan Allah Swt dan mengikuti nasihat Rasul-Nya. Dalam Al Quran sudah sangat jelas Allah Swt memerintahkan kepada hamba-Nya untuk berbekal takwa.

 

(197). …….وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى………

“……Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa……….” (QS. Al-Baqarah: 197)

 

Sebuah rumah tangga yang dibangun di atas fondasi takwa akan menghadirkan nuansa kebaikan. Suami-istri akan saling mengingatkan untuk senantiasa meniti jalur ketaatan kepada Allah Swt. Bila salah satunya khilaf dan kurang maksimal dalam beribadah kepada-Nya, maka pasangannya akan mengingatkan dan memotivasinya agar terus meningkatkan kualitas ibadah.

 

 

Inilah cinta yang hakiki. Cinta di atas pilar takwa. Cinta yang membuat seorang suami tidak tega jika istrinya kelak sengsara di akhirat. Cinta yang membuat seorang istri tidak rela jika suaminya kelak dijadikan bahan bakar api neraka. Sehingga, kekuatan takwalah yang kini bicara. Dengan bekal takwa ini maka kebersamaan dalam rumah tangga (suami,istri dan anak-anak bahkan keturunan) akan berlanjut hingga ke dalam surga. [ ]

 

Sumber: dikutip dari buku “ Mengapa Menunda Nikah? “ karya Dr.H.Aam Amiruddin,M.Si

 

5

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

851

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 400 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment