Undian Sama Dengan Judi ? Begini Penjelasannya

Assalamu’alaykum. Pak Aam, mohon maaf saya mau bertanya tentang hukum undian. Bagaimana kalau kita mendapat undian, apakah itu termasuk perjudian? Mohon penjelasannya. Terima kasih ( Sobur via fb )

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Memang diakui bahwa diantara mekanisme judi atau perjudian adalah dengan  mengundi. Namun, tidak selamanya aktivitas mengundi itu termasuk judi.

 

 

Misalnya dalam sirah nabi ada istilah qur’ah atau undian yang biasa dilakukan oleh Rasulullah Saw khususnya terhadap istri-istrinya.  Dalam ini qur’ah bukan bukan termasuk judi. Banyak riwayat menyebutkan bahwa Rasul terbiasa mengundi para istrinya untuk menetapkan siapa di antara mereka yang berhak ikut mendampingi beliau dalam sebuah perjalanan.

 

 

Kemudian dalam kisah yang lain Nabi Yunus as juga melakukan undian untuk menentukan siapa di antara penumpang perahu yang harus di buang atau menceburkan diri ke laut. Dan Nabi Yunus sendiri justru keluar sebagai orang terpilih dari undian tersebut.

 

 

Nah tentu undian seperti ini bukan termasuk perjudian. Atau misalnya ada sebuah perusahaan yang ingin mengumrohkan karyawannya sebanyak 10 orang dari jumlah total karyawan 1000 orang. Caranya adalah dengan mengundi.Akhirnya, perusahaan tersebut mengundi 1000 karyawan tersebut dan terpipihlah 10 orang.

 

 

Kemudian karyawan yang terpilih pun diseleksi lagi, misalnya dari segi gaji yang nominalnya tak lebih dari 3 juta.Hal demikian tidaklah mengapa dilakukan.  Demikian juga misalnya Anda pelanggan toko A, kemudian dari hasil undian nomor langganan Anda terpilih menjadi pemenang untuk mendapat voucher belanja gratis. Ini boleh dan tidak termasuk judi.

 

Undian yang terkategorikan judi ini bisa kita simak dari penjelasan Allah dalam Al Quran,

 

 

(90). يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

 

Hai, orang-orang beriman! Sesungguhnya, minuman keras, berjudi, berkurban untuk berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah merupakan perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu beruntung.  (QS Al-Maidah: 90)

 

Berdasarkan ayat di atas, undian yang termasuk judi adalah perbuatan setan. Biasanya dalam transaksi perjudian adalah dua belah pihak atau lebih yang masing-masing menyetorkan uang atau harta dan dikumpulkan sebagai hadiah atau taruhan. Lalu mereka mengadakan permainan tertentu, baik dengan kartu, adu ketangkasan atau media lainnya atau zaman dulu dengan anak panah. Siapa yang menang, dia berhak atas hadiah yang dananya dikumpulkan dari kontribusi para pesertanya. Itulah hakikat sebuah perjudian.

 

 

Lalu kapan aktivitas undian bisa masuk kategori judi? Aktivitas atau acara undian bisa menjadi judi manakala ada keharusan bagi peserta untuk membayar sejumlah uang atau nilai tertentu kepada penyelenggara. Dan dana untuk menyediakan hadiah yang dijanjikan itu didapat dari dana yang terkumpul dari peserta undian. Maka pada saat itu jadilah undian itu sebuah bentuk lain dari perjudian yang diharamkan.

 

 

Misalnya sebuah perusahaan A  menyelenggarakan kuis berhadiah yang pemenangnya akan mendapat uang tunai sebesar Rp. 10 juta untuk 10 orang pemenang, namun untuk bisa mengikuti kuis tersebut, setiap peserta diwajibkan membayar uang pendafataran sebesar Rp 5 ribu. Sementara jumlah peserta yang ikut mendaftar ada  100 ribu orang sehingga dari uang pendaftaran saja terkumpul uang Rp.500 juta.

 

 

Jadi sudah bisa dihitung dari acara tersebut perusahaan A tersebut dapat uang pendaftaran sebesar setengah milyar rupiah. Untuk pemenang harus disediakan uang Rp.5 juta kali 10 orang  atau Rp.100 juta saja maka pihak peruhasaan minimal sudah untung sekira Rp.450 juta. Nah, undian demikian yang disebut judi maka harus dihindari.

 

 

Perlu diingat atau diperhatikan bahwa zakat barang hadiah atau undian yang  tidak termasuk judi tersebut adalah sebesar 20%, sama seperti zakat pada barang temuan  atau harta karun. Tapi sekali lagi ini zakat untuk hadian atau barang undian yang tidak tergolong judi. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

4

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

793

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 275 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment