Keutamaan Dzikrul Maut, Ini Yang Harus Kita Ketahui

PERCIKANIMAN.ID – – Setiap detik yang kita jalani dalam hidup ini memiliki tujuan, yaitu beramal untuk meraih kebahagiaan akhirat. Sebelum menuju pintu akhirat, tentunya ada pintu akhir yang harus kita lewati terlebih dahulu, yaitu kematian.

 

 

Kematian adalah titik akhir dalam menjalankan tugas kita sebagai hamba Allah, dan selanjutnya amal kita akan ditimbang lewat pengadilan Allah. Agar selamat dari pengadilan-Nya, kita harus bersungguh-sungguh mengisi waktu dengan amal saleh.

 

 

Salah satu motivasi kita untuk memperbanyak amal saleh yaitu dengan memperbanyak Dzikrul Maut (Mengingat Kematian). Oleh karena itu, Rasulullah tak henti mengingatkan kita agar selalu mengingat kematian,

 

 

“Perbanyaklah mengingat pemusnah kelezatan yakni kematian (maut).” (HR. Ibnu Majah)

 

Dalam hadits lain, Rasulullah Saw pernah menceritakan kepada para sahabat tentang kejadian yang akan dialami oleh kita di alam kubur,

 

 

“Andai kalian sering mengingat kematian, tentu kalian tidak sempat melakukan apa yang aku lihat ini. Perbanyaklah mengingat kematian, sebab setiap hari, kubur berkata, ‘Aku adalah rumah keterasingan, kesendirian, tanah liat, dan cacing.’ Apabila seorang hamba mukminin dikuburkan, kubur mengatakan kepadanya, ‘Selamat datang. Engkau adalah makhluk yang paling aku cintai yang pernah melintas di punggungku. Sekarang aku dapat berbuat apa saja padamu, maka engkau akan mengetahui apa yang aku perbuat padamu’” Rasulullah Saw. bersabda, “Lantas kuburannya diluaskan sejauh mata memandang dan dibukakan pintu surga untuknya.” Apabila hamba yang jahat atau kafir dikuburkan, kubur berkata kepadanya, “Tiada kata selamat datang untukmu. Engkau adalah makhluk paling kubenci yang pernah melintas di punggungku. Sekarang engkau dikuasakan padaku, maka engkau akan mengetahui apa yang akan aku perbuat terhadapmu.” Rasulullah Saw. bersabda, “Lantas kuburan mengimpitnya hingga tulang belulangnya berserakan.” Perawi berkata, Rasulullah Saw. memasukkan sebagian jarinya ke sela-sela jari yang lain, kemudian bersabda, “Allah menguasakan padanya tujuh puluh ular besar, andai salah satu meniup ke bumi, tentu bumi tidak dapat menumbuhkan apa pun selamanya. Kemudian ular-ular itu menggigitnya dan mengoyak-ngoyaknya hingga datang hari penghisaban.” Perawi berkata, kemudian Rasulullah Saw. menyambung sabdanya, “Kubur itu sebagian dari kebun surga atau sebagian dari jurang neraka.” (H.R. Tirmidzi)

 

 

Dzikrul maut adalah salah bentuk atau obyek dalam mengingat Allah. Dengan melakukan dzikir maut maka insya Allah kita akan terhindari dari penyakit wahn yakni terlalu cinta dunia sehingga takut akan kematian.

 

 

Keistiqomahan kita dalam melakukan dzikrul maut akan menjadi kita sadar bahwa dunia ini hanya tempat meninggal bukan tempat tinggal sehingga akan menjadikan kita sibuk mengumpulkan bekal menuju kampung akhirat dengan amal shalih dan ridho Allah Swt. [ ]

 

Sumber: dikutip dari buku “ Dzikir Orang-Orang Sukses “ karya Dr.Aam Amiruddin, M.Si

 

4

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

927

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 961 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment