Wanita Menjadi Makmum Masbuk Dengan Imam Laki-laki, Ini Yang Harus Diperhatikan

Assalamu’alaykum. Pak Aam, bagaimana cara wanita bermakmum masbuk kepada laki-laki, apakah harus sama menepuk punggung imamnya ?( Yunia via fb )

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu yang dirahmati Allah.  Sebenanrnya untuk masbuk itu tidak dianjurkan menepuk pundak imam. Untuk memberitahu bahwa kita masbuk menjadi makmum, bisa berdiri di sebelah imam kemudian takbir agar diketahui imam. Ini untuk makmum laki-laki.

 

 

Kemudian bagi wanita yang akan bermakmum, kepada imam laki-laki, tidak perlu juga menepuk pundak imam, cukup takbir saja yang keras supaya imam mengetahui Anda menjadi makmumnya. Namun, harus tetap lihat kondisi terlebih dahulu, jika memungkinkan situasinya maka diperbolehkan, karena biasanya tempat shalat perempuan dan laki-laki itu dipisahkan atau ada tabir pembatasnya, jadi kalau tempatnya memungkinkan maka diperbolehkan.

 

 

Namun jika tidak memungkinkan maka dianjurkan shalat masing-masing saja. Sebab, biasanya shaf atau tempat shalat perempuan itu di belakang dan ada penghalangannya kain atau tabir sehingga agak sulit untuk menjadi makmum sementara imam laki-laki tempatanya didepan.

 

 

Apalagi laki-laki tersebut bukan muhrim atau mahrom Anda. Menurut hemat saya lebih baik lihat situasi saja memungkinkan atau tidak. Kemudian kalau dapat menimbulkan fitnah sebaiknya tidak dilakukan, sebab dalam hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا وَمَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ

 

”Jangan sampai seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang perempuan, kecuali dia ditemani mahramnya.” (HR. Bukhari dan Muslim ).

 

Para ulama madzhab Syafii mengatakan, apabila seorang lelaki mengimami istrinya atau mahramnya, dan berduaan dengannya, hukumnya boleh dan tidak makruh. Karena boleh berduaan dengan istri atau mahram di luar shalat. Namun jika dia mengimami wanita yang bukan mahram dan berdua-duaan dengannya saja, maka hukumnya haram bagi lelaki itu dan haram pula bagi wanita nya. Keterangan ini bisa dibaca dalam kitab Aal-Majmu’ Syarh al-Muhadzab.

 

 

Shalat adalah ibadah, demikian juga shalat berjamaah sangat dianjurkan. Namun jika hal itu terkategorikan berdua-duaan laki dan perempuan yang bukan muhrim meskipun hendak shalat dan dapat menimbulkan fitnah maka menjadi terlarang.

 

 

Misalnya Anda sedang dalam perjalanan kemudian hendak shalat di masjid lalu di  masjid tersebut ada laki-laki yang hendak shalat pula sementara Anda berdua bukan muhrim dan di masjid tersebut hanya Anda berdua saja maka sebaiknya shalatnya sendiri-sendiri saja.

 

 

Kecuali misalnya, kalau Anda bersama dengan suami atau ayah maka suami atau ayah Anda tersebut bermakmum dengan laki-laki tersebut di depan kemudian Anda menjadi makmum dibelakang. Demikian penjelasnnya semoga bermanfaat.

 

 

Nah, terkait pembahasan bab shalat ini lebih detail berikut dalilnya, Anda, bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “SUDAH BENARKAH SHALATKU?“. Didalamnya ada pembahasan bab praktik shalat berikut contoh-contohnya. Wallahu’alam bishawab. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

850

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

(Visited 671 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment