Sujud Sahwi, Ketahui 4 Hal Ini Sebabnya

0
374

 

PERCIKANIMAN.ID – – Sahwi artinya lupa. Sujud sahwi artinya sujud yang dilakukan karena terjadi kekeliruan atau ada yang terlupakan dalam shalat, baik shalat wajib maupun shalat sunah. Ada sejumlah sebab yang mengharuskan kita melakukan sujud sahwi, yaitu:

iklan

 

  1. Kelebihan Rakaat

“Nabi Saw. pernah shalat Zuhur lima rakaat, maka para sahabat bertanya, ‘Apakah shalat Dhuhur sekarang ditambah?’ Beliau bertanya, ‘Apa itu?’ Sahabat menjawab, ‘Engkau shalat lima rakaat, ya Rasulullah.’ Maka beliau sujud dua kali setelah salam.” (H.R. Bukhari dari Abdullah r.a.)

 

Keterangan itu menegaskan bahwa kita harus melakukan sujud sahwi apabila terjadi kelebihan rakaat. Perlu dicatat bahwa rakaat yang lebih tidak bisa kita jadikan deposit untuk shalat wajib berikutnya. Misalnya, kita shalat Maghrib empat rakaat, alias lebih satu rakaat. Maka ketika shalat Isya, kita tetap melakukan shalat empat rakaat dan jangan shalat tiga rakaat; dengan alasan, sudah menyimpan deposit ketika shalat Maghrib.

 

  1. Kekurangan Rakaat

Ketika shalat, kita mungkin lupa dengan jumlah rakaat. Misalnya, seharusnya kita melakukan shalat Zuhur empat rakaat, ternyata kita hanya melakukannya dua rakaat. Apakah yang harus kita lakukan? Kita tambahkan saja rakaat yang kurangnya, lalu akhiri dengan sujud sahwi. Hal ini juga pernah dialami oleh Nabi Saw. Perhatikan keterangan berikut.

 

“Rasulullah mengakhiri shalat, padahal shalat beliau baru dua rakaat. Maka seseorang yang dipanggil Dzul Yadain bertanya, ‘Ya Rasulullah, apakah shalat sekarang ini menjadi ringkas ataukah engkau lupa?’ Rasulullah Saw. pun bertanya kepada sahabat yang lain, ‘Apakah benar yang dikatakan orang ini?’ Sahabat itu menjawab, ‘Benar, ya Rasulullah.’ Maka Rasulullah Saw. berdiri dan shalat dua rakaat yang tersisa (terlupakan), kemudian salam. Selanjutnya, beliau takbir dan kemudian sujud seperti sujud biasanya atau lebih lama. Kemudian, beliau mengangkat kepalanya dan kembali sujud lagi seperti sujud biasanya dan kemudian mengangkat lagi kepalanya.” (H.R. Bukhari dari Abu Hurairah r.a.)

 

  1. Lupa Tasyahud.

 

“Nabi Saw. shalat Zuhur, lalu beliau berdiri setelah dua rakaat dan tidak duduk tasyahud (tahiyyat). Maka para sahabat pun berdiri bersama beliau hingga menjelang selesai shalat dan sahabat menunggu salamnya. Lalu, beliau bertakbir dalam keadaan duduk lalu sujud dua kali sebelum salam, kemudian salam.” (HR. Bukhari)

 

Hadis itu menegaskan bahwa Rasulullah pernah shalat Zuhur, dan beliau lupa tidak melaksanakan tahiyyat awal, lalu beliau sujud sahwi sebelum salam. Berdasarkan hadis tersebut bahwa yang mengharuskan kita sujud sahwi, selain kekurangan dan kelebihan rakaat yang mengharuskan kita sujud sahwi, karena kita lupa tidak tasyahud (tahiyyat) awal.

 

  1. Ragu dalam Jumlah Rakaat

Bila terjadi keraguan dalam jumlah rakaat, misalnya dalam shalat Zuhur kita ragucapakah sudah dua rakaat ataukah tiga rakaat? Maka ambillah jumlah rakaat terkecil;ctetapkan dalam hati bahwa kita baru shalat dua rakaat, lalu lengkapi sisanya. Begitucjuga kalau kita ragu dalam shalat-shalat lainnya.

 

Ambillah atau pastikan saja rakaatcyang terkecil, lalu lengkapi sisanya dan akhiri dengan sujud sahwi.cHal ini merujuk pada keterangan berikut. Rasulullah Saw. bersabda,

 

“Apabila kamu ragu dalam shalat sehingga tidak tahu apakah sudah satu rakaat ataucdua rakaat, ambillah yang satu rakaat. Jika tidak yakin apakah sudah dua rakaat atauctiga rakaat, ambillah yang dua rakaat. Jika ragu apakah sudah tiga rakaat atau empatcrakaat, ambillah yang tiga rakaat. Kemudian, lakukan sujud apabila selesai shalat ketikacduduk (tasyahud akhir) sebelum salam dengan dua kali sujud” (H.R. Ahmad dari Abdurrahman bin Auf r.a.).

 

Sumber: dikutip dari buku “ Sudah Benarkah Shalatku? “ karya Dr.Aam Amiruddin,M.Si

 

 

4

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

930

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman