Agar Anak Khatam Al Quran: Hargai Prosesnya, Jangan Fokus Pada Hasilnya

PERCIKANIMAN.ID –  –  Orangtua bijak akan berusaha untuk melihat anak-anak dari proses dan usahanya ketika belajar. Bukan semata-mata melihat hasilnya, sudah benar atau masih salah, tepat atau tidak, makhraj-nya benar atau salah, harakat-nya benar atau salah, dan lain-lain. Tidak dan bukan itu. Seperti apa pun hasilnya, jadikan bahan evaluasi dan bukan satu-satunya yang menentukan benar atau salah dalam proses belajar.

 

 

Orangtua harus lebih mengutamakan usaha sang anak dan proses ketika mempelajari materi tersebut. Apakah materi tersebut susah atau mudah. Jika susah, bagaimana usaha dan cara anak mengatasi kesulitannya. Apakah cukup sabar dalam berusaha? Apakah terlihat tetap semangat meskipun menjumpai kesulitan? Apakah mau mengikuti saran-saran dan petunjuk yang kami sampaikan untuk mengatasi kesulitannya?

 

 

Itu yang lebih dilihat. Kalau anak sabar, semangat, dan terus berusaha, maka orangtua akan mengapresiasi dan menghargai dengan tulus. Dia berhak mendapat pujian, sanjungan, bahkan lebih dari itu, seperti doa.

 

 

Tentu saja hasil juga orangtua inginkan. Akan tetapi, orangtua harus lebih mengutamakan proses dan usaha menuju keberhasilan itu. Dengan menghargai dan mengutamakan proses dan usaha, anak akan terlatih untuk sabar, terus berusaha, semangat dan tidak putus asa, tidak terbebani dengan kesulitan yang dihadapi, berusaha untuk mematuhi petunjuk orang yang lebih kompeten, dan sebagainya.

 

 

Mengenalkan anak pada suatu proses sama dengan mengajarkan mereka untuk berserah diri dan memasrahkan segala hasilnya kepada Allah. Ini sama halnya dengan mengajarkan dan mendorong anak untuk akrab dan mau berdoa hanya kepada Allah. Sehingga, anak menyadari betul bahwa hanya Allah yang bisa membantu dia sampai bisa dan sukses.

 

 

Bahkan, dalam Islam Allah memberikan pahala dilihat dari prosesnya. Adapun hasilnya, ada yang lama, ada yang cepat, ada yang standar, ada yang suaranya bagus ada yang biasa-biasa saja, dan sebagainya, semua itu hak prerogatif Allah.

 

 

Semua proses usaha akan Allah beri pahala meskipun hasilnya bisa jadi masih jauh dari yang diharapkan. Allah memberikan pahala atas kesungguhan, kesabaran, keistiqamahan, semangat, dan keikhlasan. Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw berkata kepada istrinya,

 

Wahai ‘Aisyah, sesungguhnya pahalamu bergantung dari usahamu.” ( HR.Bukhari )

 

Atau, seperti yang Allah tegaskan dalam firman-Nya,

 

(40). فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَاغُ وَعَلَيْنَا الْحِسَابُ………..

 

“…Karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedang Kami-lah yang menghisab amalan mereka.” (Q.S. Ar-Ra‘d [13]: 40)

 

Jadi, tugas kita sebagai orangtua sebagai pendidik adalah mengajarkan dan menyampaikan. Allah-lah yang menentukan. Allah juga Maha Tahu, waktu yang tepat untuk anak bisa atau berhasil dalam belajarnya.

 

 

Maka, rasanya tidak berlebihan kalau orangtua lebih melihat dan menilai anak-anak dalam berproses menuju hasil, karena  sangat yakin pada saat yang menurut  Allah tepat, pasti Allah akan berikan hasil itu tanpa perlu khawatir tertukar dengan hasil orang lain.

 

 

Perasaan seperti inilah yang senantiasa hidup dalam hati kami, agar mengajar bisa penuh dengan optimisme, bersemangat dan bersabar menghadapi segala perbedaan kemampuan anak-anak kami.

 

 

Lebih jauh, orangtua juga dapat membandingkan capaian anak-anak dengan capaian orangtua saat berada di usia yang sama. Hasilnya tentu jelas sangat berbeda. Capain buah hati  jauh lebih pesat dari apa yang  bisa ketika berada di usia mereka.

 

 

Kesadaran inilah yang membuat orangtua harus bisa berempati sekaligus bangga akan apa yang telah diusahakan oleh putri-putri kita. Dengan demikian orangtua bisa menekan nafsu ketergesaan dalam diri yang secara instan ingin melihat hasilnya. Benar sekali sabda Rasulullah Saw bahwa

 

Bersikap hati-hati itu dari Allah dan tergesa-gesa itu dari setan.” ( HR. Abu Daud)

 

Sumber: dikutip dari buku “ Alhamdulillah, Balitaku Khatam Al Quran “ karya Dr.Sarmini Lc,MA

 

 

4

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

830

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

(Visited 20 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment