Sebab-Sebab Wanita Perlu Mandi Wajib, Ini 5 Perkaranya

PERCIKANIMAN.ID – – Salah satu syarat sahnya shalat adalah bersih dari hadats besar maupun kecil. Untuk menghilangkan hadats kecil cukup dilakukan dengan berwudhu. Sementara untuk hadats besar adalah dengan mandi atau mandi wajib.

 

 

Adapun mandi besar atau mandi wajib yang dimaksud adalah meratakan air ke seluruh tubuh dengan cara tertentu sesuai dengan syariat dan telah dicontohkan Rasulullah Saw. Hal ini berlaku juga bagi kaum wanita.

 

 

Wajib dilakukan, karena sebagai cara antara lain untuk bersuci dari hadats besar tadi. Perintah untuk mandi besar ini dituliskan Allah SWT dalam QS Al-Maidah ayat 6,

 

Dan jika kamu junub, maka mandilah.”

 

Selain dalam keadaan junub , setidaknya ada enam perkara yang membuat seorang wanita muslimah wajib mandi besar. Perkara itu antara lain:

 

  1. Keluarnya mani

Keluar mani dengan syahwat atau pun tidak maka ia wajib mandi besar. Keluar mani dengan syahwat dan disengaja seperti terangsang karena lihat sesuatu sehingga keluarnya cairan dari kemaluannya. Sementara tidak sengaja atau tidak sadar misalnya seorang wanita yang mengalami mimpi basah.  Hal ini ditegaskan dalam QS  An-Nisaa’ ayat 43 disebutkan,

 

“…..(jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekadar berlalu saja, hingga kamu mandi.”

 

  1. Melakukan jimak

Perkara lain yang mewajibkan mandi besar yaitu usai melakukan jimak atau hubungan badan suami istri. Nabi SAW pernah bersabda,

 

Jika seseorang duduk di antara empat anggota badan istrinya (maksudnya: menyetubuhi istrinya, pen), lalu bersungguh-sungguh kepadanya, maka wajib baginya mandi walaupun tidak keluar mani.”  (HR.Muslim)

 

  1. Herhentinya darah haid atau nifas.

 

Sudah menjadi sunatullahnya bagi wanita yang telah baligh dan sebelum monopouse adalah mengalami haid atau datang bulan. Seorang wanita yang normal maka ia akan mengalami haid minimal sebelum sekali.

 

Demikian juga wanita yang habis melahirkan maka ia akan menjalani masa nifas. Untuk itu ketika haid atau nifas sudah berhenti maka ia wajib mandi besar. Hal ini seperti disampaikan Rasulullah Saw dalam sabdanya ketika Nabi pernah berkata pada Fatimah binti Abi Hubaisy,

 

Apabila kamu datang haid hendaklah kamu meninggalkan shalat. Apabila darah haid berhenti, hendaklah kamu mandi dan mendirikan shalat.”  ( HR.Muslim)

 

  1. Masuk Islam (mualaf)

Mandi besar lainnya dilakukan bagi wanita yang baru masuk Islam atau mualaf. Dari Qais bin Ashim disebutkan bahwa dia masuk Islam, lantas Nabi SAW memerintahkannya untuk mandi dengan air dan daun sidr (daun bidara).” (HR Tirmidzi).

 

  1. Meninggal dunia

Mandi besar wajib dilakukan bagi seorang muslimah yang meninggal dunia sebelum di kuburkan. Memandikan jenazah ini adalah salah satu kewajiban bagi seorang muslim . [ ]

 

Sumber: dikutip dari buku “ Fiqih Wanita 4 Mahzab

5

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

824

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 195 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment