Jadwal Lempar Jumroh Jamaah Asia Tenggara, Ini Waktu Yang Harus Ditaati

PERCIKANIMAN.ID – – Jamaah haji telah mulai melakukan pelemparan (lontar) jumrah khususnya jumrah aqabah pada Ahad (11/8/2019) subuh waktu Arab Saudi.  Sebagian besar, jamaah haji yang melontar jumrah aqabah pada waktu subuh tersebut adalah jamaah haji dari Afrika dan Asia Selatan serta Asia Tengah.

 

 

Afrika seperti Sudan, Mesir, Burkina Faso, Ghana, Nigeria, dan lainnya. Sedangkan negara Asia Tengah dan Selatan, antara lain dari India, Bangladesh, Pakistan, Iran, Irak, Uzbekistan, Tajikistan, Afghanistan. Juga jamaah dari Eropa, yakni Turki, Jerman, Inggris, dan lainnya.

 

 

Lantas, kapankah jadwal jamaah dari Asia Tenggara melontar jumrah? Berikut data yang didapatkan dari Kemenag RI mengenai jadwal melontar jumrah bagi jamaah Asia Tenggara.

 

10 Dzulhijah : Larangan melontar jamarat mulai pukul 06.00 sampai dengan pukul 10.00 WAS.

 

11 Dzulhijah : Bebas sepanjang hari.

 

12 Dzulhijah: Larangan melontar jamarat mulai pukul 10.00 sampai dengan pukul 14.00 WAS.

 

13 Dzulhijah: Bebas sepanjang hari.

 

Jadwal ini diberikan untuk memudahkan jamaah haji melaksanakan lontar jumrah sekaligus menjaga keamanan dan keselamatan jamaah haji.

 

Sebelumnya Menteri Agama yang juga Amirul Hajj Indonesia, Lukman hakim Saifuddin, meminta jamaah haji Indonesia menaati aturan dalam melontar jumrah. Imbauan itu diharapkan dapat ditaati dan dipatuhi jamaah, supaya penyelenggaraan haji berjalan sesuai rencana.

 

 

 

“Melontar jumrah itu ada waktu-waktu khusus ini yang saya minta agar setiap kloter ketua rombongan, ketua regu, juga petugas-petugas kita di sektor, petugas di Arafah, di Mina selalu menyampaikan kepada jamaah kita waktu-waktu yang disarankan untuk menuju Jamarat guna melontar jumrah,” ujar Lukman, saat meninjau Arafah, Muzdalifah, dan Mina bersama tim pada Senin (5/8/2019) sore waktu Arab Saudi.

 

 

Lukman menginformasikan, agar memerhatikan lampu yang menjadi penanda waktu jamaah untuk melontar jumrah. “Setiap pintu keluar masuk di area Mina itu selalu dilengkapi dengan lampu. Itu juga sebagai tanda kapan jamaah boleh keluar untuk menuju Jamarat, kapan waktu yang sebaiknya tetap berada di wilayah Mina ini di tendanya karena ada larangan untuk tidak menuju ke sana,” terangnya.

 

 

Dia meminta petugas haji dan petugas kloter, rombongan, dan petugas regu, untuk terus menyosialisasikannya kepada jamaah haji.

 

“Mohon diinformasikan, disosialisasikan supaya taat ada aturan,” pintanya. [ ]

 

Sumber: ihram.co.id

4

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: alarabiya

920

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

(Visited 83 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment