Model Bimbingan dan Pendidikan Anak Sesuai Usia Ala Rasulullah

PERCIKANIMAN.ID – – Teladan terbaik sepanjang masa adalah Rasul Muhammad Saw, bukan hanya dari aspek ibadah namun dalam berbagai aspeknya termasuk dalam mengasuh dan mendidik anak. Berikut contoh model pendidikan Rasulullah Saw. sesuai dengan tingkat usia anak didik.

 

  1. Bimbingan anak usia 0-7 tahun

Rasulullah menekankan pentingnya perasaan orangtua bagi anak usia 0-7 tahun, yakni dengan cara belajar sambil bermain. Pada usia ini, pembiasaan merupakan hal yang sangat ditekankan Rasulullah, sebab anak-anak pada usia 0-7 tahun mendapat pengetahuan dari yang mereka lihat, pikirkan, dan kerjakan.

 

  1. Bimbingan anak usia 7-14 tahun

Pada tahap ini, Rasulullah menekankan pada pembentukan nilai-nilai kedisiplinan dan moral. Pendidikan yang ditanamkan mencakup ilmu dan amal sekaligus. Sehingga, pembentukan nilai-nilai kedisiplinan dan moral haruslah dengan bimbingan teori dan praktik. Periode ini merupakansaat yang paling tepat bagi para orangtua untuk mengajari anak shalat, seperti yang diperintahkan oleh Rasulullah Saw.

 

  1. Bimbingan anak usia 14-21 tahun

Pada usia ini, Rasulullah Saw. menekankan bimbingan secara dialogis, diskusi, atau musyawarah layaknya teman sebaya (shohibbi). Jangan menganggap anak pada usia ini sebagai anak kecil yang tidak tahu apa-apa dan harus dituntun terusmenerus.

 

  1. Bimbingan anak di atas usia 21 tahun

Pada tahap ini, Rasulullah membimbing dengan cara “bil hikmah, mauidzatul hasanah” dan “wazahidatul biya ahsan”, yaitu susunan kata yang logis dan sesuai kenyataan, menyentuh hati, serta disampaikan dengan cara diskusi.

 

Sebab, yang orangtua hadapi pada periode ini adalah anak yang telah menjadi manusia dewasa, sehingga bimbingan dan pendidikannya pun harus disampaikan dengan cara yang bijaksana.

 

Untuk anak usia dini, Islam banyak memberi contoh pendidikan yang baik dan benar, seperti pendidikan anak yang dilakukan oleh seorang ahli hikmah yang bernama Lukman. Allah Swt. mengabadikan keberhasilan Lukman mendidik anakanaknya di dalam Al-Quran Surat Lukman.

 

Sedikitnya, ada empat ayat yang dapat diambil sebagai pokok-pokok pendidikan bagi orangtua terhadap anak-anaknya, yaitu: Islam dan Pendidikan Anak.

 

(13). وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

 

(14). وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

 

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

 

(16). يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ

 

Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya di waktu ia memberi pelajaran kepadanya, ’Hai, anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar‘. Dan, Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada ibu-bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan, jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada Aku-lah kembalimu, maka kuberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (Lukman berkata) ’Hai, anakku, sesungguhnya jika ada (suatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). Sesungguhnya Allah Mahahalus lagi Maha Mengetahui.’” (Q.S. Lukman [31]: 13-16).

 

 

Ini beberapa metode cara mendidik anak sesuai dengan perkembangan usianya seperti yang dicontohkan Rasulullah Saw kepada ummatnya. Penting kiranya kita turut meneladaninya sehingga kelak buah hati kita tumbuh dan berkembang seperti generasi putra putrid Rasulullah dan para sahabat. [ ]

 

 

Sumber: dari buku “ Mendidik Tidak Mendadakkarya Enny Sulistiani

 

Buku Mendidik Tidak Mendadak

4

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

926

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 98 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment