Balasan Orang Curang, Begini Nasibnya Kelak Di Akhirat

 

Tafsir Surat  Al-Muţaffifīn ayat 1-6

 

 

Oleh: Dr.Aam Amiruddin,M.Si*

 

PERCIKANIMAN.ID – – Al-Muţaffifīn artinya orang-orang yang curang. Surat ini terdiri atas tiga puluh enam ayat. Al-Muţaffifīn termasuk golongan surat Makiyyah karena diturunkan sebelum Rasulullah Saw. hijrah ke Madinah.

 

 

Nama Al-Muţaffifīn diambil dari teks ayat pertama surat ini. Secara global, surat ini menjelaskan tentang kecelakaan bagi orang-orang yang curang dan orang-orang yang mendustakan hari penghisaban atau hari akhir. Allah Swt akan memberikan surga kepada orang-orang yang jujur dan meyakini hari penghisaban atau hari akhir.

 

 

Saat di dunia, orang-orang kafir ( curang) melecehkan orang-orang beriman. Kadang disertai kebanggaan dan pesta pora karena dapat mengalah orang-orang yang beriman. Sementara orang-orang beriman akan bersedih atas tipu daya orang curang.

 

 

Tetapi mereka (orang curang) kelak akan manangis di akhirat. Sedangkan kaum beriman akan tertawa bahagia menikmati kebahagiaan yang telah dijanjikan Allah Swt. kepada mereka.

 

(1).وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ

(2). الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ

(3). وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ

 

Sungguh celaka orang-orang yang curang dalam menakar dan menimbang! Yaitu, orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta dicukupkan, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka menguranginya.” ( QS. Al Muthaffifiin: 1 – 3 )

 

Allah Swt. memberikan ancaman kepada orang-orang yang curang. Apabila menerima takaran atau timbangan, mereka minta dilebihkan. Namun, kalau memberi takaran atau timbangan, mereka menguranginya. Inilah salah satu bentuk perbuatan curang.

 

 

Seorang karyawan yang sering datang terlambat dan melalaikan pekerjaan namun selalu menuntut fasilitas yang lebih pada pihak manajemen, telah melakukan perbuatan curang. Seorang mahasiswa yang meng-copypaste tugas-tugas dari dosennya, telah melakukan perbuatan curang.

 

 

Melakukan mark up dalam tender atau laporan keuangan, juga merupakan perbuatan curang. Sungguh, perbuatan curang menjadi budaya bangsa kita. Inilah yang membuat bangsa ini carut marut dalam fundamental ekonominya.

 

 

Kita sangat prihatin, bangsa Indonesia yang memiliki jumlah umat Islam terbanyak di dunia, menjadi bangsa yang selalu masuk kategori top ten (sepuluh besar) dalam korupsi dan manipulasi. Kita sering menyaksikan di televisi, oknum anggota dewan yang diadili karena kasus korupsi.

 

 

Padahal, mereka adalah para pengawas bagi eksekutif. Bagaimana pengawasan akan efektif kalau para pengawasnya itu sendiri yang melakukan kecurangan? Memang tidak semua anggota dewan melakukan hal ini, tapi jumlah mereka cukup signifikan sehingga benar-benar membuat kita sangat prihatin.

 

 

Tidak jarang kita membaca koran atau majalah dan mendengar berita di radio bahwa sejumlah pejabat diadili karena melakukan kecurangan dalam memegang amanah kekuasaan. Bagaimana rakyat akan makmur dan sejahtera, sementara pengelola yang diberi amanah melakukan pengkhianatan?

 

 

Sungguh, firman Allah dalam Surat Al- Muţaffifīn ini sangat relevan untuk dihayati oleh bangsa kita, sungguh celaka orang-orang yang curang dalam menakar dan menimbang!

 

Mengapa perbuatan curang itu sering dilakukan, padahal sangat merugikan diri sendiri dan orang lain?

 

(4). أَلَا يَظُنُّ أُولَٰئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ

(5). لِيَوْمٍ عَظِيمٍ

(6). يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ

Tidakkah mereka itu yakin bahwa mereka pasti akan dibangkitkan, pada suatu hari yang besar, pada hari ketika semua orang bangkit menghadap Tuhan seluruh alam.” (QS. Al Muthaffifiin: 4 – 6 )

 

 

Inilah jawabannya! Tidak punya keyakinan akan dibangkitkan setelah kiamat. Pada hari itu, seluruh manusia akan berhadapan dengan penghisaban Allah Swt. Tidak ada satu amal pun yang akan terlewat untuk diaudit. Seluruh anggota tubuh akan menjadi saksi dari apa yang pernah kita lakukan.

 

 

Pada hari ini, Kami tutup mulut mereka. Tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (Q.S. Yā’ Sīn: 65).

 

 

Pada hari itu, seseorang tidak akan dirugikan sedikit pun dan tidak akan diberi balasan, kecuali sesuai dengan apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S. Yā’ Sīn: 54)

 

 

Kedua ayat ini menegaskan bahwa apa pun yang diperbuat manusia di dunia sudah pasti akan direkam dengan kamera Allah yang sangat canggih.

 

 

Dalam ayat lain disebutkan bahwa orang-orang durhaka akan sangat kaget karena seluruh perbuatan mereka terekam dengan rinci, tak ada yang terlewatkan sedikit pun.

 

 

Kitab catatan amal pun diletakkan. Lalu, kamu akan lihat orang yang berdosa ketakutan terhadap apa yang tertulis di dalamnya. Mereka berkata, “Betapa celaka kami! Kitab macam apakah ini? Tidak ada yang tertinggal sedikit pun. Semuanya tercatat di dalamnya.” Mereka dapati semua hal yang telah mereka kerjakan tertulis di situ. Tuhanmu tidak menzalimi seorang pun.” (Q.S. Al-Kahf : 49)

 

 

Jika kita yakin bahwa seluruh perilaku di dunia ini akan dicatat atau direkam, kemudian kita yakin akan diadili berdasarkan buktibukti yang terekam dalam catatan tersebut, kita akan hati-hati dalam menjalani kehidupan.

 

 

Kita tidak akan menghalalkan segala cara dalam mencapai kedudukan, meraih harta dan prestise. Kita tidak akan curang dalam mewujudkan keinginan. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

3

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

820

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 479 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment