Hukum Sedekah Harta Warisan, Apakah Bisa Jadi Amal Jariyah Untuk Almarhum ?

Assalamu’alaykum. Pak Ustadz, beberapa bulan lalu adik saya meninggal dan dia tidak punya anak namun memiliki harta yang cukup. Sebagai saudara (kakaknya) saya berinisiatif mewakafkan atau menyedahkan sebagian harta almarhum agar bermanfaat. Apakah wakaf atau sedekah dari hartanya tersebut bisa menjadi amal jariahnya?. Apakah pahala atau amal kebaikan tersebut akan sampai kepada almarhum? Mohon penjelasan dan terima kasih. ( Cipto via fb )

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Apa yang Anda tanyakan ini sebenarnya pernah terjadi pada zaman Rasulullah Saw.  Hal ini seperti diceritakan dalam sebuah hadits dari riwayat berikut. Aisyah r.a. berkata, Ada seseorang bertanya pada Nabi Saw.,

 

 

 

Sesungguhnya ibuku meninggal dunia mendadak dan dia tidak sempat berwasiat. Aku  pikir seandainya beliau sempat berbicara niscaya beliau akan bersedekah. Apakah beliau akan mendapatkan pahala jika aku bersedekah?” Nabi saw. Menjawab, ”Ya, besedekahlah!” (H.R. Bukhari III/198, Muslim III/81, Abu Daud II/15, An-Nasai II/129), dan Ibn Majah II/160)

 

 

 

Hadits ini memberi isyarat bahwa orang ini berinisiatif menyedekahkan harta yang ditinggalkan ibunya dengan niat supaya pahalanya menjadi jariah (mengalir) pada ibunya. Ternyata Rasulullah Saw menjawab, ”Ya, besedekahlah!

 

 

 

Kemudian dalam sebuah hadits yang dari Abu Hurairah berkata, ada seseorang berkata pada Nabi Saw.,

 

 

 

Sesungguhnya ayahku meninggal dunia dan meninggalkan harta, tetapi beliau tidak sempat wasiat. Apakah dia akan diberi ampunan jika aku bersedekah atas namanya?” Nabi saw menjawab, ”Ya!” (HR. Muslim V/73, An-Nasai II/129, Ibn Majah II/160, Al-Baihaqi VI/278).

 

 

 

Dalil hadits ini merupakan penguat atau dasar bahwa kita boleh menyedekahkan atau mewakafkan harta peninggalan almarhum dengan niat agar menjadi jariah  yakni pahala yang mengalir baginya. Tentu dengan syarat ahli warisnya rela seperti diungkap dalam kedua riwayat di atas bahwa dengan suka rela anaknya menyedekahkan harta orangtuanya.

 

 

Bisa jadi semasa hidupnya sebenarnya almarhum mempunyai niat untuk bersedekah atau berinfaq bahkan berwakaf namun karena kesibukannya mungkin lupa hingga akhir hayatnya. Untuk itu apa yang Anda niatkan atau apa yang akan dilakukan untuk almarhum adalah sebuah niat yang mulia.

 

Dalam sebuah hadits yang sering kita dengar tentang terputus amal ketika sudah meninggal kecuali dalam tiga perkara. Dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda,

 

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

 

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang shalih” (HR. Muslim no. 1631)

 

 

Hadits ini menegaskan bahwa hendaknya seorang muslim memperbanyak amalan shaleh sebelum ia meninggal dunia, sebab jika sudah meninggal ia tidak bisa beramal lagi.  Naun ada amalan setelah meninggal dunia sekali pun ia masih bisa mendapat pahala.

 

 

Amalan ini akan terus mengalir pahalanya walaupun kita sudah meninggal dunia, di antaranya adalah sedekah jariyah. Jenisnya bisa membangun masjid, menggali sumur, mencetak buku yang bermanfaat serta berbagai macam wakaf yang dimanfaatkan dalam ibadah dan yang lainnya.

 

 

Mudah-mudah atas niat Anda tersebut mampu menghadirkan amal jariyah kepada almarhum atas keshalihannya dulu sewaktu masih hidup mengumpulkan harta dengan halal dan setelah meninggal diwakafkan atau disedekahkan. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

725

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

 

 

 

 

(Visited 762 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment