Hukum Ziarah Ke Makam Rasulullah, Apakah Rangkaian Dalam Ibadah Haji ?

Assalamu’alaykum. Pak Aam, insya Allah tahun ini saya dan suami berangkat haji. Alhamdulillah setelah sekian lama menunggu. Mohon maaf, ada beberapa hal yang perlu saya tanyaa. Pertama, apa hukum berziarah ke makam Rasululah? Kedua, apakah ziarah ke makam Rasul termasuk rangkaian ibadah haji? Mohon penjelasan dan terima kasih. ( Rima via fb )

 

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Tentu kita juga bahagia mendengarnya Anda akan menunaikan ibadah haji tahun ini. Semoga perjalanannya lancar dan bisa menjadi haji yang mabrur mabrurah.

 

 

Terkait denga pertanyaan Anda ini sebenarnya sudah sering dibahas, baik yang online ( radio) maupun yang offline ( kajian maupun di majelis taklim ). Namun untuk mengingatkan kembali yang yang sudah tahu dan menjadi wawasan lagi yang yang belum tahu, kita coba pahas kembali.

 

Begini, secara prinsip, tidak ada dalil shahih yang secara khusus menyuruh untuk ziarah ke makam Rasulullah Saw. Selama ini yang ada adalah dalil yang memerintahkan kita untuk berziarah atau mengunjungi ke Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsa. Hal ini sebagaimana yang disabdakan Rasulullah Saw dalam haditsnya,

 

 

Siapkanlah kendaraan untuk mengunjungi tiga masjid, yaitu Masjidil Haram, masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjidil Aqsha.” (H.R. Bukhari). Masjidil Haram berada di kota Mekah, Masjid Nabawi berada di kota Madinah, dan Masjidil Aqsha berada di Palestina.

 

 

Dalam hadis ini, ada perintah untuk mengunjungi (berziarah) ke Masjid Nabawi, bukan ziarah ke makan Nabi Saw. Walaupun memang betul bahwa makam Nabi itu berada di Masjid Nabawi. Namun perlu ditegaskan bahwa perintahnya bukan ziarah ke makam Rasul Saw. tetapi ziarah ke Masjid Nabawi.

 

 

Kenapa kita diperintahkan atau disunnahkan ziarah dan shalat di Masjid Nabwi? Sebab keutamaannya yakni salah satu keutamaannya kalau kita bisa shalat di Masjid Nabawi adalah pahalanya lebih baik daripada salah seribu kali di masjid lain atau diluar masjid Nabawi. Hal ini seperti yang Rasulullah Saw. bersabdakan,

 

 

Satu kali shalat di masjidku ini adalah lebih baik dari seribu kali shalat di masjid-masjid lainnya kecuali Masjidil Haram.” (H.R. Bukhari)

 

 

Karena kuburan Rasulullah Saw. berada di Masjid Nabawi, tentu akan sangat baik jika kita melaksanakan shalat di masjid ini. Kita pun ada baiknya menyempatkan ziarah ke makam Nabi Saw. Namun, harus diingat niat kita berziarah bukan untuk meminta, melainkan untuk mengambil pelajaran bahwa suatu saat kita pun akan mati. Rasulullah Saw. bersabda,

 

 

 

 

Berziarahlah ke kubur, karena ia akan mengingatkanmu pada akhirat (kematian).” (H.R. Muslim)

 

 

 

Kesalahan yang banyak dilakukan umat Islam saat berziarah ke makan Nabi saw. yaitu megajukan permohonan dan mengadukan permasalahan. Jelas ini perbuatan yang tidak dicontohkan Rasulullah Saw.

 

 

Bagaimana cara ziarah ke makam Nabi? Caranya kita menghadap ke makam, lalu berdoa,  “Assalamualaika ya Rasulullah warahmatullahi wa barakatuh (Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkah-Nya dilimpahkan kepadamu ya, Rasulullah).” Hal ini berdasarkan pada sabda Rasulullah saw., “Tidaklah seseorang mengucapkan salam kepadaku kecual Allah mengembalikan rohku kepadaku hingga aku membalas salamnya.” (H.R. Abu Daud dengan derajat sanad yang Hasan)

 

 

 

Di sebelah makam Rasulullah Saw. ada juga makam Abu Bakar r.a. dan Umar bin Khattab r.a. Karena itu, selesai salam kepada Nabi kita pun salam kepada Abu Bakar dan Umar dengan mengucapkan, “Assalamualaikum ya Aba Bakrin. Assalamualaika ya Umara bin Khattab.

 

 

 

Setelah membaca ini kita tinggalkan makam Rasulullah Saw. tak perlu meminta apa pun kepadanya karena hal itu tidak pernah dilakukan oleh para sahabat Nabi Saw.

 

 

 

Jadi sekali lagi bahwa sesunggunya ziarah ke makam Rasulullah Saw saat ibada haji bukanlah merupakan rangkaian ibadah haji.  Artinya, haji seseorang dinilai sah apabila bisa melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji seperti ihram, mabit di Mina, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, tawaf ifadah, sa’i, dan tahallul, walaupun tidak disertai dengan ziarah ke makam Rasulullah Saw. Namun sayang kalau kita sudah berada di Mekah tetapi tidak menyempatkan diri datang ke Masjid Nabawi kemudian ibadah sahalat disitu. Karena itu, hampir semua jemaah haji menyempatkan diri berangkat ke Madinah untuk shalat di Masjid Nabawi.

 

 

 

Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Dan Saya ucapkan selamat menunaikan ibadah haji bagi yang berangkat tahun ini semoga menjadi haji mabrur. Bagi berangkat semoga Allah beri kemudahan sehingga tahun depan bisa berangkat. Wallahu A’lam bishshawab.  [ ]

 

Quran Souvenir Haji, Hub: 08112202496

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

729

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

 

(Visited 423 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment