Doa Untuk Anak Pemberani

 

Assalamu’alaykum. Pak Aam, sewaktu istri hamil anak bungsu, saya sering berucap, “Kamu harus menjadi anak pemberani, jangan jadi anak penakut” dan kerap mengulanginya sambil mengusap perut istri. Sekarang, anak bungsu saya sudah kelas 2 SMP dan memang menjadi anak pemberani. Saking pemberaninya, dia sering berantem, melanggar peraturan sekolah sampai saya malu pada pihak sekolah. Apakah ini terjadi karena doa saya itu ? Bagaimana cara mengubahnya ? Mohon penjelasan.  ( Rury via fb )

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Kita harus yakin bahwasanya Allah Maha Tahu yang kita inginkan baik yang terucap maupun yang tersembunyi dalam hati atau sekedar niat saja.

 

 

Saya pribadi yakin bahwa apa yang Anda ucapkan atau doakan dulu dengan meminta anak yang pemberani bukanlah untuk keburukan, tetapi untuk kebaikan. Keburukan yang sekarang muncul tidaklah ada kaitannya dengan doa Anda, tetapi merupakan bagian dari ujian Allah Swt.

 

 

Setiap orang akan mendapat batu ujian yang beragam. Ujian itu kerap berkaitan dengan apa yang paling kita harapkan. Ketika seorang istri ingin punya suami shaleh, kadang ujiannya itu suami tidak shaleh. Ada suami yang ingin punya istri shaleh,  batu ujiannya boleh jadi istrinya tidak shaleh. Kita ingin punya anak shaleh, kadang batu ujiannya anak tersebut tidak shaleh.

 

 

 

Kita sebagai orangtua tentu harus selalu bercita-cita dan berikhtiar agar anak-anak kita bisa menjadi shaleh. Namun, kita pun harus siap mental karena boleh jadi anak juga merupakan batu ujian. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut.

 

 

 

Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar”  (Q.S. Al-Anfaal [8]: 28).  

 

 

Sebaiknya kita selalu berprasangka baik. Boleh jadi, sekarang anak bapak dianggap  bermasalah, tetapi mudah-mudahan dengan usaha yang terus-menerus, suatu saat dia menjadi shaleh. Banyak orang yang waktu duduk di bangku SMP sering tawuran dan sering membuat malu orangtua, namun setelah dewasa menjadi anak yang santun dan berbakti pada orangtua.

 

 

Di sinilah kita butuh waktu untuk sabar menunggu proses perjalanan kehidupan anak. Anak usia di bangku SMP sedang mencari jati diri, sedang ingin menemukan identitas dirinya. Tugas kita adalah berikhtiar, berdoa, dan membimbing mereka dengan tiada henti. Wilayah kita adalah berusaha, sementara berhasil adalah wilayah Allah Swt.

 

 

Menurut hemat saya, kalau saat ini anak Anda menjadi pemberani tetapi dalam konteks atau perbuatan yang negatif maka tinggal diarahkan atau dibimbing saja. Bisa jadi keberaniannya tersebut karena tidak ada bimbingan atau arahan dari orangtuanya.

 

 

Nah, sekarang tinggal Anda dan istri yang mengarahkan sifat pemberani anak tersebut pada hal-hal yang bersifat positif. Tugas Anda berdua adalah membimbingnya serta memberikan contoh atau teladan saja. Semoga anak Anda menjadi pemberani dalam hal yang positif termasuk berani beramar ma’ruf nahi munkar dan membela agama Allah. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab . [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

782

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

(Visited 233 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment