Adakah Keluarga Sakinah dan Soulmate Itu ? Ini Penjelasannya

 

Assalamau’alaykum.Pak Aam, mohon maaf kalau agak panjang. Saya seorang wanita yang sudah menjalin hubungan dengan seorang pria kurang lebih 5 tahun. Beberapa kali sempat merencanakan nikah tetapi karena sesuatu dan lain hal akhirnya tertunda. Terus terang kadang ada kegamangan ada dalam benak saya tentang keluarga sakinah itu nyata atau sekedar cerita saja. Sebab, saya lihat banyak pasangan yang Nampak bahagia namun akhirnya cerai juga. Saya dan calon banyak persamaan namun banyak juga perbedaannya. Kadang saya takut menjalani rumah tangga dengan segala permasalahannya. Namun kadang saya juga iri melihat teman-teman saya yang sudah berkeluarga dan mempunyai anak. Mohon nasihatnya pak ustadz untuk saya dan calon suami sehingga siap berumah tangga. Terima kasih. ( Cecelia via fb )

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Dalam berbagai kesempatan baik di online tv atau radio maupun di kajian offline khususnya dalam bahasan keluarga atau rumah tangga, saya selalu menyampaikan bahwa hidup ini apa yang kita jalani, bukan apa yang kita impikan atau angankan.

 

 

Angan dan impian kita tentang hidup rumah tangga dengan pasangan (suami atau istri) pastinya yang indah,manis,senang,bahagia,berkecupan,mapan dan kecerian hidup lainnya. Intinya tidak ada kesedihan, tidak konflik, tidak ada tangis dan segala mimpi buruk lainnya. Itulah angan dan impian kita ketika belum menikah, seperti sinetron atau novel romantic itu.

 

 

Tetapi sekali bahwa yang namanya hidup itu apa yang kita jalani saat ini bukan impian di masa lalu.  Apakah Anda percaya pada soulmate atau belahan jiwa? Apakah Anda percaya bahwa ketika menikah, Anda akan menikahi orang yang tepat (the right one), yang memiliki banyak kesamaan, baik sifat maupun karakter, dan se-visi dalam memandang satu permasalahan sehingga Anda tidak perlu memaksakan pendapat atau bersitegang tentang satu hal?

 

 

 

Tanpa bermaksud menghancurkan mimpi romantis yang Anda dewa-dewakan selama ini, saya rasa soulmate hanyalah mitos yang hanya akan Anda temui dalam novel-novel

romantis.

 

 

 

 

Dalam kehidupan nyata, Anda tidak akan dapat menikahi orang yang benar-benar sempurna, yang sesuai dengan kriteria pasangan yang Anda mimpikan selama ini. Atau, kalaupun Anda berkesempatan bertemu dengan sosok idaman Anda untuk dijadikan pasangan hidup, belum tentu orang yang bersangkutan juga akan tertarik dan memandang Anda sebagai the right one.

 

 

 

Sehingga, pencarian akan soulmate menjadi tidak mudah atau, ya, itu tadi, hanya ada dalam novel-novel romantis.

 

 

 

Faktanya, tidak ada satu orang pun yang dapat memahami dan menerima Anda apa adanya, pun Anda tidak akan dapat sepenuhnya menerima kekurangan dan kelebihan pasangan. Yang sebenarnya terjadi adalah proses belajar untuk menerima satu sama lain.

 

 

 

Dia berusaha sekuat tenaga untuk memahami dan menerima Anda apa adanya meski hal tersebut terkadang tidak mudah. Dan, hal yang sama juga kerap Anda lakukan demi orang yang Anda pilih sebagai pasangan hidup.

 

 

 

Karenanya, tidak dapat disimpulkan bahwa pasangan  yang telah menjalani biduk rumah tangga selama 20 tahun berarti lebih menguasai ilmu berumah tangga dibandingkan pasangan yang baru menikah selama dua tahun.

 

 

 

 

Yang ada adalah pasangan menikah 20 tahun sudah lebih dulu mengalami dan menyelesaikan permasalahan rumah tangga yang mungkin tengah dialami oleh pasangan yang baru menikah selama dua tahun.

 

 

 

Namun, solusi permasalahan rumah tangga yang dulu diambil pasangan menikah 20 tahun tersebut tidak serta merta dapat diaplikasikan ke dalam permasalahan yang dihadapi oleh pasangan yang baru menikah selama dua tahun karena perbedaan karakter serta cara pandang kedua pasangan mengenai permasalahan tersebut.

 

 

 

 

Bisa jadi, pasangan yang baru menikah dua tahun mengatasi permasalahan rumah tangga mereka dengan cara yang sama sekali berbeda atau bahkan berlawanan dengan yang diambil oleh pasangan menikah 20 tahun.

 

 

 

 

Selama itu dapat menyelamatkan keutuhan rumah tangga, tentu saja cara berbeda tersebut sah-sah saja dilakukan. Sebab, pada kenyataannya, kedua pasangan tersebut masih sama-sama belajar.

 

 

 

 

Yang terkadang dilupakan oleh seseorang yang memutuskan untuk menikah adalah dia akan menikahi pribadi yang tidak akan pernah sama (baik dalam hal fisik maupun pemikirannya) dengan pribadi yang dinikahinya pada hari pernikahan.

 

 

 

 

Ya, manusia senantiasa tumbuh sesuai usianya. Jadi, jangan pernah mengharapkan pasangan Anda menjadi pribadi yang sama sepanjang hidupnya. Jangan pernah mengharapkan pasangan Anda tetap rupawan karena usia akan menggerusnya dan yang tersisa adalah pribadi renta.

 

 

 

Jangan paksa pasangan Anda senantiasa satu mengenai hal tertentu yang biasanya dia lakukan pada tahun-tahun pertama pernikahan karena usia telah mencekokinya dengan asam garam kehidupan yang mungkin berbeda dengan yang Anda kenyam selama ini.

 

 

 

Yang dapat Anda lakukan adalah tumbuh bersama dengan pasangan Anda meski hal itu berarti Anda harus menyiapkan kesabaran lebih dari sebelumnya karena bisa saja pasangan Anda tumbuh menjadi pribadi yang tidak sesuai dengan keinginan Anda.

 

 

 

Jadi, yang perlu Anda miliki untuk mewujudkan keluarga sakinah adalah sebuah keberuntungan. Keberuntungan mendapatkan orang yang mau berusaha untuk menerima segala kekurangan dan kelebihan Anda, juga keberuntungan dikaruniai kesabaran untuk menerima pasangan Anda yang tidak sempurna.

 

 

 

Dan, satu hal mengenai keberuntungan, ia dapat kita usahakan untuk terjadi. Keberuntungan bukanlah sesuatu yang harus kita tunggu untuk suatu hari hadir di depan pintu kita bila waktunya sudah tiba. Keberuntungan mendapatkan keluarga sakinah pun perlu kita usahakan dan itu bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan.

 

 

Saran saya, menikah dengan calon Anda tersebut atau putusan dan akhiri hubungan tanpa status dan komitmen tersebut. Buat apa Anda menjalani hubungan tanpa status dan komitmen yang hanya menumpuk dosa.

 

 

Waktu 5 tahun bukan waktu yang sebentar. Buat apa Anda hanya menghabiskan waktu dengan sia-sia dan potensi berbuat dosa. Anda hanya menyia-nyiakan waktu dan kesempatan tanpa ada ujungnya. Ingat, Anda akan semakin menua,lemah dan rapuh bukan semakin muda dan kuat.

 

 

Menjalani hidup rumah tangga sebagai suami dan istri dalam Islam maka hari-harinya penuh dengan ibadah, apa pun kondisinya. Senang bersyukur dan jika ada kesedihan maka bersabar.

 

 

Sementara menjalani hidup dengan pacaran, meski nampak bahagia dan tanpa masalah maka sesungguhnya itu hanyalah kebahagian semu, kekurangan yang coba selalu ditutupi masing-masing, bukan kebahagian yang hakiki.

 

 

Kebersamaan dalam ikatan pacaran hanyalah menumpuk dosa dan dosa. Menutupi kebohongan dengan kebohongan hanya agar pasangannya bahagia. Berusaha untuk sempurna dengan segala kekurangan hanya agar pasangannya tetap setia. Lalu dimana kebahagiaan pacaran tersebut?.

 

 

Jadi sekali lagi, hiduplah di alam nyata atau realitas ini dengan menikah dan membangun rumah tangga. Bukan terus dan terus membangun angan dan impian di dunia pacaran yang penuh kepalsuan.

 

 

Hidup ini indah karena ada romantikanya, artinya ada kalanya sedihan dan air mata. Namun ada juga bahagianya dengan tawa dan candanya. Tetapi romantika hidup itu menjadi indah jika kita menjalaninya bersama suami atau istri sebagai pasangan hidup dalam bingkai rumah tangga. Keluarga sakinah itu harus diwujudkan yakni dengan menikah bukan sekedar diangankan atau diimpikan dalam pacaran. Demikian penjelasnnya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

 

5

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

892

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 249 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment