Hukum Istri Minta Cerai Karena Orang Tua, Apakah Durhaka Kalau Menolak ?

0
287

 

Assalamu’alaykum. Pak Ustadz, mohon maaf sedikit curhat. Sudah hampir 6 bulan ini ada konflik antara suami dan orangtua saya ( mertua suami ) karena orangtua dianggap ikut campur urusan keluarga. Setelah itu orangtua saya selalu mendesak agara saya bercerai saja dan minta suami menceraikan. Tetapi saya masih mencoba bertahan. Sejak 6 bulan itu saya dan suami tidak lagi serumah. Saya tinggal di rumah orangtua dan suami tinggal di rumah kakaknya. Namun suami tetap memberikan nafkah lahir dan batin. Bagaimana kalau saya menolak cerai atas desakan orangtua apa saya dosa dan durhaka?. Bagaimana saya menjalani rumah tangga ini, apakah saya harus pergi dari orangtua? Mohon nasihatnya pak ustadz. ( C via fb )

iklan

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Sebenarnya permasalahan demikian sering terjadi khususnya masih adanya campur tangan atau orangtua yang masih mengatur anaknya padahal anaknya sudah menjadi istri dan punya rumah tangga sendiri.

 

 

Tentu harus dibedakan antara campur tangan dengan perhatian. Sebab tidak sedikit pasangan atau keluarga yang berantakan karena orangtua yang masih ikut mengatur anaknya. Seharusnya tidak boleh demikian. Sesekali dinasihati atau dikasih masukan atau saran tentu boleh-boleh saja. Tetapi kalau sudah ikut mengatur bahkan ikut campur dalam masalah rumah tangga yang seolah-olah memberi solusi, ini yang tidak boleh.

 

 

Kalau orangtua meminta atau menyuruh Anda untuk minta cerai kepada suami padahal Anda masih cinta dengan suami maka Anda boleh tidak menuruti kehendak orangtua.  Anda tidak berdosa karena tidak menuruti kemauan atau perintah orangtua.

 

 

Dalam hadits pun dijelaskan bahwa kita tidak boleh taat kepada orang yang menyuruh berbuat maksiat. Perhatikan tiga keterangan berikut ini.

 

Tidak ada ketaatan dalam melakukan maksiat. Sesungguhnya ketaatan hanya dalam melakukan kebajikan.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

 

Kemudian dalam hadits yang lain Rasul bersabda, “Mendengar dan taat pada seorang muslim pada apa yang dia sukai atau benci selama tidak diperintahkan untuk bermaksiat. Apabila diperintahkan untuk bermaksiat, maka tidak ada mendengar dan taat.” (H.R. Bukhari)

 

 

Dalam keterangan yang lain juga disebutkan “Tatatilah ayahmu selama dia hidup dan selama tidak diperinahkan untuk bermaksiat.” (H.R. Ahmad)

 

 

Jadi hemat saya, selama suami tidak murtad, apalagi Anda sebutkan suami masih bertanggung jawab bahkan tetap memberikan nafkah lahir batin, maka Anda tidak salah jika memertahankan suami Anda. Dengan demikian berarti Anda tidak mengindahkan atau menolak perintah orangtua untuk menceraikan suami Anda.

 

 

Seorang istri boleh mengajukan atau meminta cerai namun dengan syarat harus sesuai dengan syariat. Perlu diingat bahwa sesunggunya ada tiga hal yang membuat perceraian tidak sah. Pertama, jika Anda sedang berada di bawah tekanan seperti yang tengah Anda alami.

 

 

Jika orangtua Anda terus memaksa sehingga akhirnya Anda menceraikan suami, maka perceraian tersebut tidak sah. Kedua, apabila perceraian dilakukan atas dasar amarah.

 

 

Ketiga, jika cerai dilakukan dalam keadaan tidak sadar semisalkan karena Anda sedang di bawah pengaruh obat-obatan atau sedang sakit.

 

 

Tentu saja saya tekankan di sini bahwa keputusan yang Anda ambil dengan memertahankan suami tidak dengan serta merta membuat Anda menjauhi orangtua. Tetaplah berbakti dan berlaku santun kepada orangtua Anda meskipun mereka menyuruh Anda menceraikan suami.

 

 

Beda pendapat dengan orangtua atau mertua itu sesuatu yang wajar. Tetapi jangan sampai menimbulkan konflik bahkan sampai ke hubungan rumah tangga.

 

Saran saya, coba Anda bicara baik-baik pada suami atau orangtua dan bangun komunikasi sehingga segala persoalan dapat diselesaikan dengan hati yang lapang, pikiran yang dingin. Kalau tidak bisa sendiri Anda bisa minta pantuan orang lain misalnya paman, oom atau kerabat yang lain sebagai mediasinya. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

Nah, terkait dengan pembahasan dan tips membentuk serta membangun keluarga yang sakinah dan harmonis, Anda dan mojang bujang sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul, “INSYA ALLAH SAKINAH“. Dalam buku ini ada beberapa tips serta contoh kasus rumah tangga berikut solusinya dikemas dengan pembahasan sesuai tutunan Islam dan mudah dipahami. Wallahu’alam bishawab. [ ]

 

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

780

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman