Menengok Orang Sakit Menurut Islam, Bolehkah Kepada Yang Nonmuslim?

Assalamu’alaykum. Pak Aam, saat ini saya sedang studi di luar negeri dimana teman-teman saya banyak yang non muslim. Bagaimana kalau mereka ada yang sakit, apakah saya boleh menengoknya dan mendoakannya? Mohon penjelasannya. ( Ferdy via fb )

 

 

 

Wa’alaykusalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Salah satu anugerah yang Allah berikan kepada kita adalah mempunyai teman atau tetangga yang baik kepada kita khususnya sesama orang berima atau sesama muslim.

 

 

 

 

Demikian juga dengan teman yang non muslim atau kafir maka juga harus baik dan menghormati selama mereka juga baik dan tidak memusuhi atau menyakiti secara fisik. Kita juga diperbolehkan membantu atau menolong selama bukan untuk kemunkaran atau terkait dengan akidah dan ibadah mereka.

 

 

 

Misalnya teman kita yang non muslim tersebut mobil atau motornya mogok maka kita boleh membantu memperbaiki atau sekedar mendorongnya. Demikian juga kalau mereka lapar maka boleh kita menolongnya dengan memberikan makanan.

 

 

 

Lalu bagaimana kalau mereka sakit? Apakah kita boleh menengok atau membezuknya. Sebagai muslim maka kita diperbolehkan menjenguk teman atau tetangga yang nonmuslim. Dalilnya adalah apa yang Rasulullah Saw. pernah melakukan kepada orang Yahudi. Dalam sebuah hadits dari  Anas r.a. yang berkata,

 

 

 

“Sesungguhnya seorang anak Yahudi sakit, lalu Rasulullah Saw. menjenguknya. Kemudian beliau duduk di dekat kepalanya, seraya bersabda, ‘Silakan masuk Islam!’ Kemudian anak itu menoleh kepada ayahnya yang berada di sebelah kepalanya. Ayahnya berkata, ‘Turutilah ajakan Muhammad.’ Lalu, masuk Islamlah anak itu.” ( H.R. Bukhari dan Abu Daud)

 

 

 

Jadi kesimpulannya, menjenguk orang sakit sangat dianjurkan oleh Rasulullah Saw termasuk boleh menjenguk yang non muslim atau orang kafir.

 

 

 

 

Kemudiannya apa boleh mendokannya? Tentu saja boleh, misalnya mendoakan untuk kesembuhannya. Yang tidak boleh adalah mendoakan orang kafir atau nonmuslim yang sudah meninggal. Kalau mereka masih hidup boleh didoakan termasuk didoakan mendapat hidayah Allah. Namun kalau sudah meninggal maka orang muslim dilarang mendoakan.

 

 

 

Namun ada beberapa adab ketika menengok atau menjenguk orang yang sakit yakni sebaiknya kita berwudlu sebelum pergi, lalu membawa bingkisan, mendoakan, dan beri optimisme, serta boleh mencicipi suguhan keluarga yang sakit termasuk yang nonmuslim tersebut selama makanan tersebut halal.

 

 

 

Jadi kalau Anda menjenguk teman Anda yang non muslim tersebut kemudian dia atau keluarganya menyuguhi air minum atau makanan maka boleh di minum atau dimakan selama makanan tersebut halal. Maksudnya bukan makanan yang diharamkan misalnya yang mengandung babi dan sebagainya.

 

 

 

 

Sebagai muslim Anda dan kita semua wajib menunjukkan akhlak yang mulia termasuk dengan non muslim. Menjenguk atau menengok non muslim yang sakit adalah salah satu akhlak mulia. Mudah-mudah dengan melihat Anda berakhlak mulia tersebut ia menjadi simpati kepada Islam dan Allah memberikan hidayah-Nya. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

 

4

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

890

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 175 times, 2 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment