Bacaan Surat dan Doa Shalat Witir, Apakah Ada Yang Khusus?

Assalamu’alaykum. Pak Aam, kata teman saya kalau shalat witir itu ada bacaan surat khusus dan doa khusus. Kalau tidak baca surat dan doa khusus tersebut apakah shalatnya sah atau tidak ? Benarkah demikian? Mohon penjelesannya. ( Queentana via fb )

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Kalau kita merujuk pada beberapa hadits, bacaan surat yang biasa dibaca Rasulullah Saw. dalam shalat witirnya adalah surat Al-A‘lā (surat ke-87) pada rakaat pertama, surat Al-Kāfirūn (surat ke-109) pada rakaat kedua, dan surat Al-Ikhlāś (surat ke-112) pada rakaat ketiga.

 

 

Namun kalau Anda biasa membaca surat lain di luar surat-surat tersebut juga boleh dan shalatnya tetap sah. Jadi Anda tidak perlu khawatir atau merasa shalatnya tidak tidak diterima atau tidak afdhol hanya karena tidak membaca surat-surat tersebut.

 

 

Kemudian bagaimana dengan doanya? Apakah ada doa khusus setelah shalat Witir? Kalau kita mengacu pada hadits, setelah salam, biasanya Rasulullah Saw. membaca doa berikut ini tiga kali. Beliau memanjangkan serta mengeraskan suaranya pada bacaan ketiga kalinya.

 

 “Mahasuci Engkau Raja yang Mahasuci” (H.R. Abu Daud dan Nasa’i)

 

 

Selain doa tersebut, ada doa lain yang biasa dibaca Rasulullah Saw. yaitu,

 

 

 

“Ya, Allah, aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung pula dengan kesejahteaan-Mu dari siksaan-Mu. Aku tidak dapat menentukan puji-pujian atas-Mu, Engkau adalah sebagaimana isi puji-pujian yang Kauberikan pada diri-Mu sendiri” ( Mutafaq’alaih)

 

 

Bagaimana kalau dengan doa yang lain? Tentu saja diperbolehkan, sebab berdoanya sendiri bukan bagian dari shalat Witir. Jadi Anda boleh berdoa sesuai dengan yang Rasul ajarkan tersebut kemudian Anda tambahi dengan doa sendiri. Misalnya, doa keluarga sakinah, doa ada yang shalih, doa rezeki dan sebagainya.

 

Doa itu ada yang ma’tsurat dan ada yang ghair ma’tsurat . Ma’tsurat itu tuntunan doa yang ada dalam ayat Al Quran maupun hadits Rasulullah, sedang yang ghair ma’tsurat tidak ada dalam Al Quran maupun hadits namun kita boleh menggunakannya sesuai dengan bahasa kita.

 

Intinya, dalam shalat Witir, Anda boleh membaca surat yang sesuai dengan biasa Rasul baca namun boleh dengan surat lain yang Anda hafal. Demikian juga dengan doanya boleh dengan doa yang biasa Rasul panjatkan lalu boleh Anda tambahi dengan doa yang lain. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

 

Terkait dengan ibadah atau shalat-shalat sunnah yang bisa menuntun kita ke surga, bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “MELANGKAH KE SURGA DENGAN SHALAT SUNAT”. Didalamnya ada contoh dan penjelasannya serta dalil yang insya Allah shahih. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

4

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

780

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

(Visited 428 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment