Berhias Untuk Suami, Apakah Dianggap Berlebihan ?

0
267

 

Assalamu’alaykum. Pak Aam , kadang saya suka berdandan atau berhiasa untuk suami. Sebenarnya suami juga tidak menyuruh namun untuk menyenangkan hatinya. Namun saya dinasihati teman katanya itu hal yang berlebihan. Benarkah demikian? Mohon penjelasannya dan nasihatnya. Terima kasih ( Pratiwi via fb )

iklan

 

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Untuk mewujudkan sebuah rumah tangga yang penuh mawaddah dan rahmah alias penuh ketenteraman dan kedamaian, maka suami dan istri harus pandai melaksanakan kewajibannya masing-masing.

 

 

Suami atau istri jangan hanya pintar menuntut haknya saja, sementara kewajiban diabaikan. Salah satu kewajiban suami adalah memberikan atau memenuhi kebutuhan nafkah kepada istri dan anggota keluarganya.

 

 

Sekarang, apa kewajiban istri kepada suami? Kewajiban seorang istri antara lain:

 

  1. Menjaga amanah.

 

Amanah yang ada di tangan istri berupa harta, anak, dan kehormatan. Istri wajib mengatur harta yang diterima dari suaminya agar bisa digunakan sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan keluarga. Sikap boros merupakan cerminan dari istri yang tidak bisa menjaga amanah (harta suami).

 

 

Istri wajib mencurahkan tenaga, pikiran, dan perasaan dalam mendidik anak agar menjadi saleh, karena dia merupakan amanah Allah. Istri yang kurang memperhatikan pendidikan yang baik bagi anak-anaknya merupakan gambaran istri yang tidak mampu menjaga amanah (anak).

 

 

Istri wajib menjaga kehormatan dirinya, ia tidak dibenarkan menjalin “keakraban” dengan lelaki lain.

 

 

“…Maka, perempuan-perempuan yang saleh adalah perem puan yang taat kepada Allah dan menjaga diri ketika suaminya tidak ada karena Allah telah menjaga mereka…” ( Q.S. An-Nisā’ [4]: 34)

 

 

Ayat ini menegaskan bahwa istri yang saleh itu taat kepada perintah-perintah Allah dan menjaga amanah suaminya berupa anak, harta, dan kehormatan.

 

 

  1. Menjaga penampilan agar tetap menarik.

 

Rasulullah Saw. bersabda, “Sebaik-baik istri ialah bila engkau pandang menyenangkan, bila engkau perintah ia taat kepadamu, dan bila engkau tidak ada di sisinya, ia bisa menjaga kehormatan dan harta.” ( Mutafuh’alaih)

 

 

  1. Mensyukuri segala sesuatu yang diberikan suami.

 

Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Sebagai manusia, dalam diri suami tentu terdapat kekurangan dan kelebihan. Istri wajib menghargai kelebihan suami dan menerima segala kekurangannya.

 

 

Oleh sebab itu, kalau suatu saat suami melakukan kekeliruan atau kealfaan, istri tidak boleh melupakan

segala kebaikan suami. Nabi Saw. menyebutkan dalam hadis riwayat Bukhari, bahwa di akhirat banyak wanita yang masuk neraka karena suka melupakan kebaikan suami pada saat suami melakukan kekeliruan, olah suami belum pernah berbuat kebaikan sedikit pun. Silakan perhatikan keterangan berikut.

 

 

Neraka pernah diperlihatkan kepadaku, ternyata kebanyakan penghuninya adalah kaum perempuan, yaitu mereka yang tidak tahu berterima kasih kepada suami. Andaikata engkau (suami) berbuat baik kepada seseorang di antara mereka setahun, kemudian ia melihat sedikit cela padamu, maka ia akan mengatakan, ‘Saya tak pernah melihat sedikit pun kebaikan darimu.’” ( H.R. Bukhari)

 

 

Berdasarakan uraian diatas pertanyaan Anda jawabannya ada di point nomer 2 yakni dalam hadits tersebut ada kalimat “ bila engkau pandang menyenangkan”. Maksudnya seorang istri jika dipandang suaminya maka suami akan senang dan tambah cintanya kepada sang istri.

 

 

Artinya penampilan seorang istri haru menyenangkan atau membuat seorang suami menjadi bahagia, gembira, suka dan menambah rasa cintanya. Untuk menjaga penampilan atau berhias untuk suami maka tentu saja boleh bahkan harus. Tentu yang dimaksud ada penampilan atau berhias yang disenangi atau yang membuat suami Anda menjadi senang atau bahagia.

 

 

 

Jangan sebaliknya, Anda berdandan atau berhias yang justru membuat suami menjadi tidak senang bahkan merasa sebel. Misalnya Anda berhias yang telalu menor atau memakai parfum yang tidak disukai suami. Nah, Anda jangan melakukan hal ini meski baju, dandanan bahkan parfum tersebut Anda suka. Bukankah Anda berhias atau berdandan untuk suami?.

 

 

 

Selain itu dalam berdandan juga harus sesuai dengan tuntunan atau syariat Islam. Misalnya, ketika di rumah atau dihadapan suami, Anda boleh berdandan yang menampakkaan aurat misalnya rambut. Tetapi ketika keluar rumah maka itu menjadi tidak boleh, meski suami Anda menginginkan. Misalnya saat akan berangkat undangan, suami Anda meminta Anda berdandan yang menarik atau menor bahkan sampai menampakkan aurat (rambut). Nah, hal yang demikian Anda boleh menolaknya . Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

 

5

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

905

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman