Waktu Shalat Syukrul Wudhu, Apakah Hanya Untuk Wudhu Shalat Wajib Saja ?

 

 

Assalamu’alaykum. Pak Aam, kalau shalat Syukrul Wudhu itu apakah hanya terkait wudhu untuk shalat wajib di masjid saja. Apakah kalau boleh dikerjakan di rumah juga? Kemudian kalau wudhunya sudah kering atau di muka,tangan dan anggota wudhu sudah tidak ada air wudhu apakah masih boleh mengerjakan shalat Syukur Wudhu? Mohon penjelasannya dan terima kasih. ( Camelia via fb )

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Berwudhu sebelum shalat adalah salah satu syarat sah shalat. Tujuan berwudhu ini adalah untuk membersihkan hadats kecil. Kalau untuk menghilangkan hadats besar maka tidak cukup dengan berwudhu tetapi harus mandi besar atau mandi wajib.

 

 

 

Kalau tidak ada air kita boleh bertayamum sebagai pengganti wudhu. Setelah berwudhu, kita disunahkan melaksanakan shalat dua rakaat. Shalat ini biasa disebut sebagai shalat Syukrul Wudhu. Hukum shalat ini adalah sunah muakad. Shalat ini bisa dilakukan kapan saja, baik saat akan melaksanakan shalat wajib, maupun saat akan melaksanakan shalat sunat, misalnya dilaksanakan sebelum shalat Tahajud ataupun sebelum shalat Istikharah.

 

 

 

Shalat ini juga bisa dilaksanakan secara mandiri, maksudnya tidak untuk mendahului shalat yang lainnya, alias tidak melaksanakan shalat lain setelahnya. Beberapa keterangan mengenai shalat Syukrul Wudhu.

 

 

 

Utsman r.a. pernah berkata, “Aku pernah menyaksikan Rasulullah Saw. berwudhu seperti wudhuku ini (berwudhu dengan sempurna) kemudian bersabda, ‘Orang yang berwudhu seperti wudhuku ini kemudian shalat dua rakaat secara ikhlas (tanpa disertai rasa takjub pada diri sendiri), Allah pasti mengampuni dosanya yang telah lalu.’” (Muttafaq ‘alaih)

 

 

 

Buraidah r.a. berkata, “Pada suatu hari Rasulullah Saw. bangun pagi, lalu beliau memanggil Bilal dan berkata, ‘Bilal, dengan amal apa kamu mendahuluiku masuk surga? Aku sama sekali belum pernah masuk surga kecuali mendengar suara terompah di depanku. Semalam, aku masuk ke surga, lalu aku mendengar suara terompahmu di depanku. …” Bilal menjawab, “Rasulullah, setiap hendak mengumandangkan azan, terlebih dahulu aku mengerjakan shalat dua rakaat. Setiap berhadas, aku pasti berwudhu. Dan, aku merasa bahwa aku mempunyai kewajiban kepada Allah untuk shalat dua rakaat.” Mendengar jawaban itu, Rasulullah Saw. bertanya, “Jadi, dengan dua rakaat itu kamu masuk surga?” (H.R. Tirmidzi)

 

 

 

Hal tersebut memberikan hikmah bahwa kita harus selalu menjaga kesucian diri dari hadas. Setiap berhadas, baik itu kentut, buang air besar, maupun buang air kecil, hendaknya diikuti dengan berwudhu. Selain kebersihan tetap terjaga, perbuatan ringan dan sederhana ini bisa mengantarkan kita ke surga.

 

 

 

Hal itu pula yang menjadi dasar ungkapan Imam Nawawi yang menyatakan, “Hadis tersebut menunjukkan keutamaan shalat seusai wudhu. Shalat ini hukumnya sunah dan boleh dilakukan pada waktu yang dilarang mengerjakan shalat: saat matahari terbit, saat posisi matahari tegak lurus, saat matahari terbenam, dan setelah shalat Subuh dan Ashar (pokoknya setelah kita berhadas dan mensucikan diri dengan wudhu).” (Ibnu Hajar, Fath al-Bari, III: 35). Hal ini pun diamini Ibnu Taimiyyah dalam kitabnya al-Ikhtiyaaraat al-Fiqhiyyah hlm. 101.

 

 

Shalat sunat dua rakaat ini tidak bisa dianggap sepele, karena selain hadis mengenai Bilal tadi, Rasulullah juga pernah bersabda dalam hadis-hadis lain mengenai shalat ini, di antaranya,

 

 

 

“Tidaklah seorang muslim yang berwudhu, lalu menyempurnakan wudhunya kemudian melaksanakan shalat dua rakaat dengan khusyuk, dirinya akan mendapatkan nikmat surga.” (H.R. Muslim)

 

 

BACA JUGA: Shalat Hajat Tidak Dicontohkan Rasul, Benarkah ?

 

 

Dalam masyarakat kita, ada anggapan shalat Syukrul Wudhu hanya boleh dilaksanakan sebelum anggota wudhu kering dari air wudhu. Anggapan ini keliru. Tidak ada satu keterangan sahih pun yang mendukung pernyataan ini. Bahkan, sebaiknya setelah berwudhu, kita mengelap anggota wudhu agar shalat yang dilaksanakan lebih nyaman. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

 

Nah, terkait dengan ibadah atau shalat-shalat sunnah yang bisa menuntun kita ke surga, bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “MELANGKAH KE SURGA DENGAN SHALAT SUNAT”. Didalamnya ada contoh dan penjelasannya serta dalil yang insya Allah shahih. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

960

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 441 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment