Macam – Macam Dzikir Kepada Allah, Mana Yang Sering Kita Lakukan ?

 

PERCIKANIMAN.ID – – Aktivitas dzikir harus menjadi kepribadian seorang muslim kapan pun dan dimana pun ia berada. Artinya, seseorang harus dapat merasakan hikmah-hikmah dzikir seperti hati yang senantiasa ingat kepada Allah.

 

 

Kemudian menjadikan dunia sebagai majelis dzikir, bumi dijadikan masjid, rumah-hotel-kantor diposisikan sebagai mushala, meja kerja dan tempat duduk diumpamakan sebagai hamparan sajadah.

 

 

Setiap berbicara bermuatan dakwah, diamnya untuk berdzikir, tarikan napasnya adalah tasbih, hatinya penuh dengan kasih sayang.

 

 

Tidak kalah pentingnya adalah senantiasa berbaik sangka (khuznudzan) tidak berpikiran sinis dan suka memvonis, telinganya terjaga, hatinya diam-diam berdoa. Lalu langkah kakinya jihad menuju kebaikan dan peradaban Islam, cita-citanya adalah tegaknya Islam yang rahmatan lil alamin.

 

 

Segala aktivitasnya bertujuan sesuatu yang hak atau kebenaran yang diimbangi dengan strategi yang penuh sabar.

 

 

Kesibukannya adalah asyik memperbaiki diri, tidak tertarik mencari aib orang lain, serta cita-citanya tertingginya adalah syuhada.

 

 

Berdasarkan praktiknya, dzikir dibagi menjadi tiga bagian, yaitu,

 

  1. Dzikr bil ‘Amal, yaitu segala perbuatan yang tujuannya untuk mengingat Allah Swt. Misalnya, seorang siswa atau mahasiswa tidak pernah mencontek ketika ujian, karena dirinya tahu bahwa Allah selalu mengawasi setiap saat dan kesempatan.

 

  1. Dzikir Aqliyah, yaitu dzikir orang-orang berilmu (ulil albab) dengan cara tafakur dan tadabur. Mereka menggunakan ilmu yang dimiliki untuk berdzikir kepada Allah. Ini penting karena ketika ilmuwan tidak menggunakan ilmunya untuk berdzikir kepada Allah, maka ilmunya cenderung akan membuat mereka sombong.

 

  1. Dzikr bil Lisan, yaitu setiap ucapan yang dilafalkan dengan tujuan untuk mengingat Allah. Misalnya, ucapan istighfar, takbir, tahmid, dan tahlil setelah selesai shalat fardhu.

 

  1. Dzikir bil Qalbi, yaitu hati yang selalu mengingat Allah ketika muncul lintasan untuk berbuat maksiat. Misalnya, ketika kita berniat untuk mengambil barang orang lain, tetapi tidak jadi melakukannya karena takut terhadap azab Allah Swt.

 

 

Dzikir bil ‘Amal dan Dzikir bil Qalbi disebut juga sebagai Dzikir ‘Aam (Umum) karena menyangkut dengan segala amal perbuatan yang dilakukan oleh seluruh anggota badan, termasuk juga hati.

 

Dzikir bil Lisan disebut juga Dzikir Khaash (Khusus) karena hanya berkaitan dengan kalimat-kalimat dzikir yang diucapkan.

 

Dzikir bil Lisan memiliki dua cara dalam praktiknya, yaitu: Sirr yaitu berdzikir dengan suara perlahan sehingga hanya terdengar oleh dirinya sendiri dan Jahar yakni berdzikir dengan suara keras sehingga terdengar oleh telinga orang yang ada di sekitarnya. [ ]

 

Sumber: dikutip dari buku “ Doa Orang-Orang Sukses “ karya Dr. Aam Amiruddin, M.Si

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

890

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 114 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment