Ayah Single Parent, Mengasuh atau Kerja Di Luar Negeri ?

0
75

 

Assalamu’alaykum. Pak Aam, mohon maaf mau minta solusinya. Setahun lalu saya pisah dengan istri dan dua anak ( umur 7 tahun dan 5 tahun ) ikut saya karena tidak mau ikut ibunya. Saat ini saya wiraswasta kecil-kecilan dengan pendapatan yang pas-pasan pula. Saya berencana kerja di luar negeri untuk memenuhi kebutuhan keluarga khususnya anak-anak. Namun saya melihat anak-anak masih membutuhkan saya dan tidak tega kalau harus berpisah lama. Bagaimana sebaiknya Pak Aam, apakah saya tetap bersama anak-anak dengan segala keterbatasan ekonomi atau kerja di luar negeri? Mohon saran dan doanya. ( J via fb )

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Tentu apa yang Anda lakukan saat ini sudah benar yakni tetap menafkahi keluarga khususnya anak-anak yang lebih memilih bersama ayah atau bapaknya karena perpisahan orangtuanya.

 

 

 

Salah satu kewajiban orangtua khususnya para ayah atau suami adalah memberikan atau memenuhi nafkah kepada anak dan istrinya. Dalam Al Quran dijelaskan dengan gamblangnya,

 

وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لاَ تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلاَّ وُسْعَهَا

 

Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian (nafkah) kepada para ibu (istri) dengan cara yang ma’ruf” ( Al  Baqarah :233 )

 

 

Ma’ruf yang dimaksud disini tentunya yang nafkah atau rezeki yang halal dan baik ( halalan thayyiban) dan disesuaikan dengan kemampuan suami dalam memenuhi nafkahnya.

 

 

Tentunya apa yang akan Anda lakukan atau yang tengah Anda lakukan saat ini sebagai bagian dari kewajiban orangtua kepada anak-anak yakni tetap mengasuh dan memberikan nafkah atau berusaha bekerja. Meski dalam kenyataannya masih ada kekurangan atau belum sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan anak-anak secara materi.

 

 

Kita tentu harus menyiapkan generasi khususnya anak-anak agar mempunyai masa depan yang lebih baik dari orangtuanya. Terpenuhinya kebutuhan dasar mereka seperti pendidikan, kesehatan dan butuhan pokok mereka. Jangan sampai kita meninggalkan generasi yang lemah. Dalam Al Quran Allah Swt sudah mengingatkan,

 

(9). وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

 

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. “ ( QS. An Nisa: 9 )

 

 

Namun menurut para ahli tafsir menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan “anak-anak yang lemah” itu bukan sebatas lemah fisik atau lemah ekonomi tetapi lemah dalam segala hal termasuk pendidik, akidah dan sebagainya.

 

 

Keinginan Anda untuk bekerja di luar negeri agar bisa memenuhi kebutuhan ekonomi anak-anak tentu hal yang baik dan mulia. Karena harus diakui bahwa saat ini untuk memenuhi kebutuhan pokok atau dasar seperti sembako, pendidikan, kesehatan dan sebagainya cukup mahal dan memerlukan biaya yang besar.

 

 

Tetapi perlu diingat bahwa seperti yang Anda sebutkan bahwa anak-anak Anda saat ini perlu kasih sayang dan perhatian dari orangtua khususnya Anda sebagai ayahnya. Mereka masih sangat membutuhkan kehadiran sosok ayah yang setiap harinya dapat mengasuh sekaligus mendidiknya dan memperhatikannya.

 

 

Sebab dalam pendidikan, anak membutuhkan “role model “ ( contoh) dari orangtuanya yakni sosok ayah dan ibunya yang baik dan bisa menjadi teladan. Istilah kita mengenal ungkapan “to be a good father n to be a good mother” yang utuh.

 

 

Melihat kenyataan saat ini anak-anak Anda boleh jadi sudah kehilangan sosok ibunya karena sudah tidak bersama lagi. Harapannya tentu tinggal sosok ayah dan saat ini Anda diamanahi untuk mengasuh dan menafkahinya.

 

 

Untuk itu menurut hemat saya, jangan sampai anak-anak juga kehilangan sosok ayah dikarena Anda bekerja di luar negeri yang bisa jadi akan Anda tinggalkan sekian lama bahkan tahunan. Tentu ini secara psikologis juga akan berpengaruh pada perkembangan anak-anak Anda kedepannya. Bisa dibayangkan perasaan mereka yang sudah kehilangan sosok ibu kemudian akan Anda tambahkan dengan “meninggalkannya” juga.

 

 

Mereka hanya merasa bahwa ayah dan ibunya masih ada secara fisik namun secara psikis atau kasih sayang,perhatian dan asuhan sudah tidak mereka rasakan lagi. Ini tentu berat bagi mereka dalam menapaki hari-hari mereka tanpa sosok ayah dan ibunya

 

 

Kalau boleh saya menyarankan, cobalah Anda mencari pekerjaan disini dulu sehingga Anda tetap membersamai mereka setiap hari. Kalau pun di luar kota mungkin masih ada waktu seminggu sekali bisa bertemu. Sambil berikhtiar dan jika sudah siap Anda bisa beristri lagi dan membangun rumah tangga baru yang harmonis.

 

 

Namun tentu saja keputusan tetap ditangan Anda. Apakah akan tetap bersama anak-anak sambil mencarai usaha atau pekerjaan atau bekerja ke luar negeri dengan penghasilan besar tetapi meninggalkan anak-anak?. Anda yang bisa memutuskan.

 

 

Berpikir dan renungkan dulu sebelum mengambil keputusan tersebut. Anda juga bisa sharing dengan orangtua atau saudara yang bisa jadi mereka akan memberikan solusi atau perhatian sekaligus bahan pertimbangan kepada Anda. Semoga Anda diberikan jalan keluar yang terbaik menurut Allah.

 

 

Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Nah, terkait dengan pembahasan dan tips membentuk serta membangun keluarga yang sakinah dan harmonis, Anda dan mojang bujang sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul, “INSYA ALLAH SAKINAH“. Dalam buku ini ada beberapa tips serta contoh kasus rumah tangga berikut solusinya dikemas dengan pembahasan sesuai tutunan Islam dan mudah dipahami. Wallahu’alam bishawab. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

890

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini