3 Sifat Anak Menurut Islam, Tipe Mana Yang Dimiliki Anak Kita ?

0
398

PERCIKANIMAN.ID – -Mempunyai anak-anak yang berbakti adalah dambaan dan keinginan semua orangtua. “Anak yang berbakti” dalam keluarga sakinah berarti berbakti kepada Allah Swt. dan orangtua.

 

iklan

 

Perlu ditekankan di sini bahwa berbakti kepada orangtua bukan berarti melayani orangtua seutuhnya. Paling tidak, jika perilaku anak tidak menyakiti orangtuanya, maka hal tersebut sudah dikatakan berbakti (kepada orangtuanya). Dalam sebuah haditsnya Rasulullah Saw. bersabda,

 

 

Keridhoan Allah bergantung pada keridhoan orangtua. Dan, kemurkaan Allah bergantung kepada kemurkaan orangtua,” (H.R. Tirmidzi).

 

Hadits tersebut perlu dicermati dan dipahami secara benar. Karena, tidak semua ridho Allah Swt. bergantung pada ridho orangtua.

 

Ketika orangtua tidak ridho terhadap anaknya karena pemahaman agama mereka yang salah, maka tentu saja Allah Swt. tetap ridho kepada anak tersebut. Dan, berbicara tentang anak, ada tiga tipe anak yang perlu kita ketahui, yaitu:

 

  1. Zinatul hayat, anak yang menjadi perhiasan.

 

Sama halnya dengan harta, anak pun bisa menjadi perhiasan kita di dunia. Hal ini dijelaskan dalam ayat berikut. Dalam Al Quran Allah Swt berfirman,

 

 

(46). الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia. Namun, amal kebajikan yang dilakukan terus-menerus lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan,” (Q.S. Al-Kahfi [18]: 46).

 

Jadi, maksud dari anak yang menjadi perhiasan adalah anak yang membanggakan keluarganya. Misalnya, anak yang berprestasi di sekolah atau di bidang yang dia gemari.

 

  1. Fitnatun hayat, anak yang menjadi sumber penderitaan.

 

Berbeda dengan zinatul hayat, anak yang menjadi sumber penderitaan tentu bukan membanggakan, melainkan malah merusak kehormatan keluarga. Hal ini dijelaskan dalam ayat yang berbunyi,

 

 

(15). إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۚ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

 

Sesungguhnya, hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan bagimu, dan di sisi Allah ada pahala besar,” (Q.S. At-Tagābun [64]: 15).

 

  1. Qurrota a’yun, anak yang menjadi penyejuk hati.

 

Boleh jadi, ada anak yang urusan duniawinya biasa-biasa saja, mempunyai kehidupan yang biasanya bahkan dalam urusan harta “hanya sekedar cukup” dalam memenuhi kebutuhan harian. Akan tetapi ibadahnya luar biasa bagus. Shalat dan puasa sunnahnya tidak pernah terlewat, rajin mengaji, serta selalu membantu orangtuanya.

 

 

Anak seperti ini akan menjadi penyejuk hati bagi kedua orangtuanya. Untuk mewujudkan keluarga sakinah, anak kita harus menjadi zinatul hayat (perhiasan) dan qurrota a’yun (penyejuk hati), atau minimal menjadi qurrota a’yun saja juga sudah cukup.

 

 

Untuk itulah Allah Swt melalui teladan Rasulullah Swt kita diminta senantiasa berdoa agar mempunyai keluarga yang harmonis dengan kehadiran anak-anak yang menjadi penyejuk hati dan peneduh dalam pandangan,

 

 

(74). رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا……

 

Ya Tuhan, anugerahkan kepada kami pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk hati kami dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang bertakwa.” (Q.S. Al-Furqān [25]: 74 ).

 

 

Doa dari lisan ayah dan ibu yang shalih shalihah doa tersebut akan terijabah. Kemudian dari kasih sayang dan bimbangan keduanya pula akan lahir dan tumbuh anak-anak yang shalih shalihah pula. Semoga. [ ]

 

 

Sumber: dari buku “ Insya Allah Sakinah “ karya Dr.Aam Amiruddin,M.Si

 

 

5

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: diaryindonesia

780

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman