Puasa Sunnah Setelah Ramadhan, Ini Yang Bisa Kita Lakukan

PERCIKANIMAN.ID – – Shaum atau puasa sunnah merupakan shaum yang dilaksanakan selain di bulan Ramadhan. Dalam hadits shahih, shaum sunnah ada sekitar 7 macam. Berikut ini ada beberapa shaum atau puasa sunnah yang dapat kita lakukan setelah Ramadhan

 

  1. Puasa 6 Hari Di Bulan Syawal

 

Kita saat ini telah berada di bulan Syawal. Kita juga sudah mengetahui ada amalan utama di bulan ini yaitu puasa enam hari di bulan Syawal. Apa saja faedah melaksanakan puasa tersebut?

 

 

Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” ( HR.Muslim )

 

 

  1. Puasa Daud

 

Shaum Daud adalah shaum yang paling tangguh. Alasannya, dibutuhkan niat dan fisik yang kuat untuk melaksanakannya. Shaum Daud adalah shaum yang dilaksanakan selang satu hari, maksudnya sehari shaum dan sehari berbuka. Rasulullah Saw. bersabda,

 

Shaumlah sehari dan berbukalah sehari. Itu adalah shaum Daud a.s. Shaum Daud meruoakan shaum yang paling tangguh” (H.R. Muslim).

 

  1. Puasa Senin-Kamis

 

Jika Anda belum sanggup melaksanakan shaum Daud, Anda bisa memulainya dengan Shaum Senin-Kamis. Tidak ada kewajiban untuk memenuhi dua hari itu dalam sati minggu. Misalnya, saat Anda Shaum Senin, bukan berarti Anda wajib Shaum di hari Kamis-nya.

 

Begitu pun sebaliknya. Hari Senin dan Kamis merupakan hari saat amal-amal manusia diangkat dan diperlihatkan kepada Allah Swt. Abu Hurairah r.a. berkata, telah bersabda Rasulullah Saw,

 

Amal-amal perbuatan itu diajukan (dinilai) pada hari Senin dan Kamis, oleh karenanya aku ingin amal perbuatanku diajukan (diaudit) pada saat aku sedang shaum” (H.R. Tirmidzi).

 

  1. Puasa 3 Hari Setiap Bulan

 

Salah satu keutamaan shaum pada pertengahan bulan (Ayyamul bidh) adalah diampuninya dosa-dosa kecil sepanjang tahun. Waktu pelaksanaannya pun tidak sembarangan. Akan tetapi, dilakukan secara berturut-turut pada setiap tanggal 13, 14, 15 pada penanggalan bulan hijriah.

 

Pelaksanaan shaum ini bisa dilakukan setiap bulan, kecuali bulan Ramadhan. Abdullah bin Amr bin ‘Ash r.a. berkata, telah bersabda Rasulullah Saw.

 

“Shaum tiga hari setiap bulan itu seperti shaum sepanjang tahun.” (H.R. Bukhari-Muslim).

 

Sementara sahabat Abu Dzar r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda,

 

Apabila kamu shaum tiga hari dalam sebulan, shaumlah pada tanggal 13, 14, 15.” (H.R. Tirmidzi).

 

Ada tiga hal yang harus diperhatikan saat Anda akan melakukan shaum sunnah.

  1. Niat shaum sunnah bisa dilakukan setelah terbit fajar. Selama, kita belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, misalnya makan dan minum. Hal itu berbeda dengan niat shaum wajib yang harus dilakukan sebelum terbit fajar.
  2. Berbeda dengan shaum wajib, kita bisa membatalkan shaum sunnah tanpa alasan apa pun. Akan tetapi, menamatkannya tentu lebih utama.
  3. Seorang istri dilarang shaum sunnah kecuali atas izin suaminya.

 

Allah mencintai hamba-Nya yang mau melaksanakan ibadah sunnah. Sebagai ibadah tambahan, sudah bukan saatnya ibadah sunnah dipandang sebelah mata. Sangat banyak penjelasan yang menyebutkan seseorang bisa masuk surga karena memperbanyak ibadah sunnah, tentu saja termasuk shaum sunnah.

 

Secara kesehatan pun, shaum sunnah bisa dijadikan terapi untuk memberikan jeda pada tubuh dari asupan berlebihan yang tidak baik untuk kesehatan. Jadi, tunggu apa lagi? Mari kita memperbanyak shaum sunnah setelah Ramadhan berlalu. [ ]

 

Sumber: dari buku “ Puasa Gue “ karya Dr.Aam Amiruddin, M.Si

 

5

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

820

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

 

(Visited 1,090 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment