Doa Agar Keluarga Harmonis dan Bahagia, Ini Yang Harus Kita Panjatkan

keluarga

 

 

PERCIKANIMAN.ID – – Memiliki keluarga saleh dan harmonis merupakan cita-cita setiap orang. Karena itu kita dianjurkan untuk membaca doa ini pada setiap kesempatan sebagai ekspresi dari harapan kita kepada Allah Swt. Namun, kita sadari bahwa memiliki keluarga yang harmonis, penuh berkah, dan kedamaian tidak semudah membalikkan tangan, sebab Allah Swt. telah menjadikan keluarga sebagai batu ujian kehidupan.

 

 

(14). يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

“Hai, orang-orang beriman! Sesungguhnya, di antara pasangan-pasanganmu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni mereka, sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Q.S. At-Tagābun [64]: 14)

 

 

Walau kita sudah berusaha sekuat tenaga untuk memiliki keluarga harmonis, namun belum tentu kita mendapatkannya. Bisa jadi, di antara kita ada yang diuji oleh istri dan anak yang tidak saleh seperti halnya Nabi Nuh dan Luth a.s., atau diuji oleh suami yang tidak saleh seperti halnya Asiah yang bersuamikan Fir’aun. Syukur-syukur kita bisa memiliki jodoh ideal; suami dan istri sama-sama saleh seperti pasangan Imran.

 

 

 

 

Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir, istri Nuh dan istri Luţ. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami, lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya. Tetapi, kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari siksaan Allah dan dikatakan kepada kedua istri itu, ‘Masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk neraka.’ Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang beriman, istri Fir‘aun, ketika ia berdoa, ‘Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga, selamatkanlah aku dari Fir‘aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum zalim,’ Maryam, putri Imran yang memelihara kehormatannya, Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami; ia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya; dan ia termasuk orang-orang yang taat.” (Q.S. At-Taĥrīm [66]: 10-12)

 

 

Bertolak dari tiga ayat di atas, bisa kita elaborasi bahwa paling tidak ada tiga tipe keluarga. Tipe keluarga Nabi Nuh a.s., keluarga Fir’aun, dan keluarga Imran.

 

 

Keluarga Nuh a.s. adalah tipe keluarga yang timpang. Nuh a.s. adalah tipe suami yang taat pada Allah, rajin ibadah, dan senantiasa menjauhi maksiat. Sementara istrinya ahli maksiat, suka melecehkan ajaran agama, dan durhaka pada suami.

 

 

Keluarga Fir’aun, juga merupakan keluarga yang timpang. Fir’aun adalah suami ahli maksiat, takabur dan zalim. Sementara istrinya, yaitu Asiah merupakan istri yang taat pada ajaran Allah Swt., ahli ibadah, dan anti maksiat. Dalam masyarakat kita, tipe seperti ini akan kita temukan. Suaminya sangat akrab dengan kemaksiatan semacam judi, mabuk, zina, dll. Sementara istrinya sangat akrab dengan majlis taklim, tahajud, shaum sunah, dll.

 

 

Keluarga Imran adalah contoh ideal. Betapa tidak, Imran adalah suami yang sangat saleh, memiliki istri salihah dan dikaruniai anak perempuan yang juga salihah yaitu Maryam, bahkan diberi cucu yang bergelar nabi, yaitu Nabi Isa a.s.

 

 

Ini contoh keluarga yang sangat kompak dalam kesalehan; suami, istri, anak, dan cucu, semuanya menjadi hamba Allah yang dicintai. Karena itu, Allah Swt. memberikan pengharagaan pada keluarga ini dengan diabadikannya dalam salah satu surat di dalam Al-Qur’an, yakni Ali Imran yang artinya Keluarga Imran.

 

 

Keluarga harmonis yang dijelaskan dalam Al-Qur’an bukan hanya keluarga Imran saja, tetapi juga keluarga para nabi yang lain, di antaranya Nabi Ibrahim a.s., Zakaria, a.s., dan Muhammad Saw.

 

 

Lalu doa apa yang harus senantiasa kita panjatkan agar mempunyai keluarga yang harmonis ? Allah Swt melalui Rasulullah Saw telah mengajarkan sebuah doa yang sangat mendalam, yakni:

 

 

 

 

 

Ya Tuhan, anugerahkan kepada kami pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk hati kami dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang bertakwa.” (Q.S. Al-Furqān [25]: 74 )

 

 

 

Inilah sebuah doa yang senantiasa kita mintakan kepada Allah disetiap waktu. Namun harus kita sadari bahwa keluarga harmonis itu tidak diturunkan dari langit, tetapi harus diusahakan dengan kesungguhan. Ada sejumlah usaha yang harus dilakukan oleh suami-istri yang menginginkan keluarganya harmonis.

 

 

Semoga kita senantiasa dianugerahi keluarga yang harmonis yang bukan hanya bahagia di dunia tetapi juga menjadi keluarga bahagia di akhirat kelak dengan masuk surga bersama-sama. Aamiin. [ ]

 

*Sumber: dari buku “ Doa Orang-Orang Sukses “ karangan Dr.Aam Amiruddin, M.Si

 

 

5

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

930

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 822 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment