Hukum Melakukan Shalat Hajat, Apakah Dicontohkan Rasul ? Begini Penjelasannya

PERCIKANIMAN.ID – – Salah satu ibadah yang banyak dimasuki perkara bid’ah adalah shalat. Dalam masyarakat kita, banyak sekali shalat sunat yang jika ditilik dari keterangan-keterangan yang telah disebutkan, tidak pernah dicontohkan.

 

 

Lucunya, ada beberapa shalat yang ujug-ujug ada dan dilakukan secara rutin di suatu daerah yang bahkan keterangan hadis palsunya pun sampai saat ini tidak pernah ditemukan.

 

 

Berikut akan dipaparkan secara singkat shalat-shalat yang dimaksud. Shalat yang dipaparkan berikut ini hanya sebagian saja. Maksudnya, masih banyak shalat yang lainnya. Bahkan, ada beberapa di antara shala-shalat tersebut yang berbeda pelaksanaannya antara satu daerah dan daerah lainnya.

 

 

 

Misalnya cara pelaksanaan dan jumlah rakaat shalat A di daerah C, berbeda dengan jumlah rakaat dan cara pelaksanaan shalat yang sama di daerah D. Berikut adalah shalat yang tidak dicontohkan Rasul:

 

Shalat Hajat

 

Shalat Hajat dilakukan saat memiliki keinginan (hajat) dengan maksud agar hajat tersebut dikabulkan. Waktu pelaksanaannya bisa siang maupun malam. Biasanya, dilaksanakan pada tengah malam sampai sepertiga malam terakhir. Jumlah rakaatnya mulai dari 2 sampai 12 rakaat. Setelah Al-Fātiĥah, membaca surat apa saja. Namun, ada juga yang menyebutkan bahwa bacaan shalat Hajat adalah Al-Fātiĥah 8 kali dan Al-Ikhlāś 7 kali. Setelah salam, lalu sujud membaca doa. Banyak ragam doa yang dibaca saat sujud. Salah satunya adalah bacaan berikut ini.

 

 

“Saya mohon ampunan kepada Allah, Tuhanku, dari segala dosa dan saya tobat kepada-Nya. Tidak ada Tuhan kecuali Allah, Yang Maha Penyantun lagi Maha Pemurah. Mahasuci Allah, Tuhan pemelihara ‘Arasy Yang Mahaagung. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Saya mohon kepada-Mu atas limpahan rahmat-Mu dan keagungan ampunan-Mu; memperoleh keuntungan pada tiap-tiap kebaikan serta selamat dari tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa pada diriku, sebelum Engkau ampuni. Dan tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar. Serta tidak ada sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan, Wahai Tuhan Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.”

 

 

 

Setelah salam, kembali sujud satu kali dan mengucapkan semua keinginan. Dalam kitab Tajulami lil Ushul ditambahkan, setelah shalat membaca istighfar 100 kali, dzikir yang lain 100 kali, membaca shalawat 100 kali.

 

 

 

Jika ada keinginan khusus, biasanya shalat tersebut dilakukan 1 hingga 7 malam, bergantung pada hajat yang dibutuhkan. Khasiatnya, setiap keinginan pasti akan dikabul dan tidak akan merasakan sakaratul maut.

 

 

Namun shalat yang telah disebutkan tadi merupakan bagian dari bid’ah karena tidak pernah dilakukan Rasulullah dan para sahabat. Memang, sekilas tak ada yang salah melakukan banyak ibadah dengan tujuan menambah dan mengumpulkan amal.

 

 

Hanya saja, setiap ibadah mahdah sudah ada aturannya, tidak bisa dilakukan sesuka hati dan sesuai selera. Islam adalah agama yang tidak memberatkan. Alangkah baiknya jika kita mendasari ibadah hanya pada hal yang telah jelas keterangannya.

 

 

Perlu diingat bahwa ibadah khususnya shalat kuncinya adalah benar sesuai contoh Rasulullah Saw bukan bagus menurut anggapan atau penilaian manusia. Semoga kita terhindar dari ibadah-ibadah yang salah (bid’ah) karena tidak ada dalil atau contoh Rasul. Wallaahu a’lam. [ ]

 

 

Sumber: dari buku Melangkah Ke Surga Dengan Shalat Sunat “ karangan Dr.Aam Amiruddin, M.Si

 

5

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

680

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

(Visited 834 times, 13 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment