Shalat Sunnah Yang Bid’ah, Ini Yang Tidak Dicontohkan Rasul Di Bulan Syawal

 

PERCIKANIMAN.ID – – Ramadhan telah berlalu dan kini kita telah memasuki bulan Syawal. Bulan Syawal seharusnya menjadi bulan peningkatan dalam ibadah setelah sebulan penuh didik selama Ramadhan. Namun dikalangan masyarakat masih ada anggapan tentang ibadah khususnya shalat di bulan Syawal ini.

 

 

 

Padahal tidak ada dalil atau contoh dari Rasul. Berikut ini beberapa kesalahan atau praktik shalat di bulan Syawal yang tidak dicontohkan Rasulullah Saw namun ada sebagian kaum muslimin yang mengerjakannya:

 

 

  1. Malam 1 Syawal (malam Idul Fitri)

 

Shalat ini berjumlah 10 rakaat. Pelaksanaannya pada malam hari menjelang tengah malam. Pada setiap rakaat, setelah Al-Fātiĥah, membaca Al-Ikhlāś 10 kali. Saat ruku, setelah membaca tasbih, membaca doa berikut ini sepuluh kali.

 

“Mahasuci Allah, segala puji bagi-Nya, tiada Tuhan selain Dia, Allah Mahabesar.”

 

 

Setelah salam, beristighfar 1.000 kali kemudian sujud dan membaca doa

 

 

  1. Siang 1 Syawal

Shalat ini terdiri atas empat rakaat. Setelah Al-Fātiĥah, pada rakaat pertama membaca surat Al-A’la, rakaat kedua membaca surat Asy-Syams, rakaat ketiga membaca surat Adh-Dhuha (masing-masing satu kali), dan pada rakaat keempat membaca surat Al-Ikhlāś tujuh kali. Shalat ini dilaksanakan setelah selesai melaksanakan shalat Idul Fitri.

 

 

  1. Shalat Lebaran Syawal

Shalat ini dilakukan pada 8 Syawal setelah melaksanakan shaum sunat 6 hari Syawal. Jumlah dan cara melaksanakan shalat ini sama dengan shalat Idul Fitri. Sebagian orang menyebutnya shalat Lebaran Syawal.

 

 

Shalat-shalat yang telah disebutkan tadi merupakan bagian dari bid’ah karena tidak pernah dilakukan Rasulullah dan para sahabat. Memang, sekilas tak ada yang salah melakukan banyak ibadah dengan tujuan menambah dan mengumpulkan amal.

 

 

 

Hanya saja, setiap ibadah mahdah sudah ada aturannya, tidak bisa dilakukan sesuka hati dan sesuai selera. Islam adalah agama yang tidak memberatkan. Alangkah baiknya jika kita mendasari ibadah hanya pada hal yang telah jelas keterangannya.

 

 

Perlu diingat bahwa ibadah khususnya shalat kuncinya adalah benar sesuai contoh Rasulullah Saw bukan bagus menurut anggapan atau penilaian manusia. Semoga kita terhindar dari ibadah-ibadah yang salah (bid’ah) karena tidak ada dalil atau contoh Rasul. Wallaahu a’lam. [ ]

 

 

Sumber: dari buku Melangkah Ke Surga Dengan Shalat Sunnat “ karangan Dr.Aam Amiruddin, M.Si

 

 

5

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

680

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 1,969 times, 2 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment