Hukum Wanita Haid Menghadiri Shalat Id,Boleh atau Terlarang ?

Assalamu’alaykum. Pak Aam, Ramadhan ini saya tidak tamat puasanya sebulan penuh karena mendapat haid menjelang akhir Ramadhan. Perkiraan selesai sampai setelah Idul Fitri. Apakah wanita yang sedang haid boleh ikut ke lapangan dan mendengarkan khutbah? Ada yang bilang boleh namun ada yang bilang dilarang. Sebab saya juga harus menemani anak-anak ke lapangan. Mohon penjelasannya. ( Shanty via fb )

 

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Idul Fitri merupakan hari raya bagi ummat Islam. Artinya, hari yang harus diisi dengan kebahagiaan. Pelaksanaan hari raya ini dapat kita bagi menjadi dua bagian.

 

 

Pertama, yang berkaitan dengan tradisi. Bagian ini tidak diatur secara rinci dalam Al-Qur’an maupun sunah, misalnya yang sudah umum adalah makan ketupat sebelum berangkat shalat Idul Fitri atau melakukan ziarah kubur usai shalat Idul Fitri. Ini adalah yang termasuk tradisi bukan bagian dari syariat Idul Fitri. Jadi semua dikembalikan pada kebiasaan masing-masing, yang penting tradisi tersebut tidak mengandung kemungkaran.

 

 

Kedua, bagian yang ada kaitannya dengan peribadatan atau syariat dari Idul Fitri itu sendiri. Bagian ini diatur secara rinci dalam sunah Rasulullah Saw, misalnya mandi wajib, makan pagi (sarapan) dan sebagainya.

 

 

Secara syariat wanita haid itu tidak boleh puasa dan shalat. Ini sudah menjadi dalil yang baku dan tidak ada perbedaan di kalangan ulama atau semua sepakat bahwa wanita haid haram melakukan puasa dan shalat baik yang sunah maupun yang wajib.

 

 

Lalu bagaimana dengan wanita haid apakah boleh hadir di lapangan yang ada shalat Iednya? Menjawab hal ini para ulama berpendapat bahwa wanita yang sedang haid boleh hadir di lapangan untuk menyimak khutbah Idul Fitri atau untuk menemani anak-anaknya shalat Ied. Tetapi sekali lagi mereka tidak boleh shalat.

 

 

Hal ini berdasarkan hadits dari Ummu ‘Athiyyah r.a. yang berkata, “Rasulullah Saw. memerintahkan kami membawa anak-anak perempuan yang hampir balig, yang haid, dan anak-anak perempuan yang masih gadis pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Namun, perempuan-perempuan haid tidak shalat.” (H.R. Muslim)

 

 

Jadi Anda boleh ke lapangan menemani putra putri Anda saat shalat Ied. Tetapi sekedar menemani dan mendengarkan khutbah Ied saja. Anda tidak boleh melakukan shalat Ied. Bagaimana kalau anak-anak bertanya, mengapa Anda tidak ikut shalat?. Ya Anda tinggal jelaskan saja bahwa wanita haid tidak shalat dan boleh mendengarkan khutbah Ied.

 

 

Ini juga bisa menjadi momen atau sarana pendidikan kepada putra putri Anda sekaligus menjelaskannya sehingga secara langsung maupun tidak langsung mereka atau anak-anak mendapat pengajaran tentang shalat Ied.

 

 

Namun demikian meski Anda tidak boleh shalat tetapi Anda harus menutup aurat atau boleh menggenakan mukena. Jangan sampai dengan alasan karena sedang haid lalu Anda membuka aurat saat ke lapangan. Ini tidak boleh dilakukan. Menjaga atau menutup aurat itu tetap wajib baik tidak haid atau sedang haid. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

Oleh-oleh terbaik saat pulang kampung, info: 08112202496

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: papuatoday

820

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

 

(Visited 2,371 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment