Shalat Lailatul Qadr dan 30 Ramadhan, Apakah Dicontohkan Rasul ?

Assalamu’alaykum. Pak Aam, katanya kita disunnahkan melakukan shalat pada malam-malam lailatul qadr khususnya malam ganjil dan juga pada tanggal 30 Ramadhan. Benarkah demikian ? Bagaimana cara shalatnya? Mohon penjelasannya. ( Hendy via fb )

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Memang ada sebagian kalangan di masyarakat kita ada pemahaman demikian yakni terkait dengan shalat khusus pada malam tertentu seperti yang Anda tanyakan ini.

 

Pertama Shalat Lailatul Qadr

Konon shalat ini dilakukan pada malam-malam ganjil terakhir bulan Ramadhan, yaitu pada malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29. Shalat tersebut paling sedikit dilakukan dua rakaat dan paling banyak 1000 rakaat sedangkan pertengahannya 100 rakaat.

 

 

Setiap rakaat, setelah Al-Fātiĥah, membaca surat Az-Zalzalah dan surat Al-Ikhlāś tiga kali. Setelah salam, bershalawat kepada Nabi 1000 kali.

 

 

Kedua Shalat pada 30 Ramadhan

Dalam shalat ini konon jumlah rakaat yang harus dikerjakan adalah dua belas. Setiap rakaat setelah Al-Fātiĥah membaca ayat Kursi dan membaca Az-Zalzalah, masing-masing 10 kali dan Al-Ikhlāś 25 kali. Setelah salam, bershalawat 25 kali.

 

 

Saya tegaskan bahwa shalat demikian tidak dicontohkan oleh Rasulullah Saw dan tidak ada dalilnya. Dengan demikian tidak perlu diamalkan.

 

 

Jadi ibadah shalat itu ukurannya bukan bagus atau baik menurut kita tetapi benar menurut Allah dan dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Semoga kita terhindar dari amaliah bid’ah meski dianggap sebagai sebuah ibadah. Sebab ibadah khususnya shalat maka kita harus mencontoh atau mengingkuti yang Rasul ajarkan.

 

 

Dibulan Ramadhan, shalat sunnah yang diajarkan oleh Rasul ada shalat Tarawih. Jadi Anda boleh shalat Tarawih 11 rakaat atau 23 rakaat silakan. Mau berjamaah di masjid atau sendirian di rumah juga diperbolehkan. Shalat adalah ibadah yang telah ditentukan waktunya maupun jumlah rakaatnya. Dalam Al Quran Allah Swt berfirman,

 

(103). إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا………………

“……Sesungguhnya, salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang beriman.” ( QS.An Nisa: 103 )

 

Kemudian dalam haditsnya Nabi Saw juga bersabda,

 

عَنْ مَالِكٌ (قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ): وَصَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي   (رواه البخاري)

 

 

Dari Malik (telah bersabda Rasulullah saw): “Dan shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.”(H.R. Bukhari)

 

Untuk itu hendaknya kita mengerjakan ibadah shalat harus mengikuti apa yang telah Rasul contohkan baik waktunya maupun jumlah rakaatnya. Jadi ibadah shalat itu ukurannya benar menurut Allah dan ada contoh dari Rasul, bukan baik atau bagus menurut kita.

 

 

Terkait dengan ibadah atau shalat-shalat sunnah yang bisa menuntun kita ke surga, bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “MELANGKAH KE SURGA DENGAN SHALAT SUNAT”. Didalamnya ada contoh dan penjelasannya serta dalil yang insya Allah shahih. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

Promo Ramadhan, pemesanan: 08112202496

4

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

503

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 934 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment