Pahala Bagi Orang Yang Puasa, Ini Surga Balasannya

 

PERCIKANIMAN.ID – – Setiap muslim pastinya merindukan menjadi penduduk surga. Penduduk surga sendiri mempunyai amalan khusus yang biasa dahulu ia kerjakan ketika masih hidup di dunia.

 

Ada surga yang penduduknya karena ahli shalat. Ada surga yang penduduknya karena rajin atau ahli sedekah dan sebagainya. Dan ada surga yang penduduknya karena ahli puasa atau shaum.

 

 

Satu dari tujuh surga khusus diperuntukkan bagi orang-orang yang rajin melaksanakan ibadah puasa, baik yang sunat maupun yang wajib. Dua hadis riwayat Bukhari berikut menjelaskan hal ini.

 

 

 

 

Sahl bin Sa’ad r.a. berkata, Nabi Saw. bersabda, “Sesungguhnya di dalam surga terdapat pintu yang disebut Rayyan, yang mana besok pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa masuk daripadanya. Dikatakan, ‘Di manakah orang-orang yang berpuasa?’ Maka mereka berdiri, tidak ada seorang pun selain mereka yang masuk daripadanya. Apabila mereka telah masuk maka pintu itu ditutup sehingga tidak ada seorang pun yang masuk daripadanya.” (H.R. Bukhari)

 

 

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa yang memberi nafkah dua istri di jalan Allah maka ia dipanggil dari pintu-pintu surga. ‘Wahai hamba Allah, ini lebih baik.’ Barangsiapa yang ahli shalat maka ia dipanggil dari pintu shalat. Barangsiapa yang ahli jihad maka ia dipanggil dari pintu jihad. Barangsiapa yang ahli puasa maka ia dipanggil dari pintu Rayyan. Dan barangsiapa yang ahli sedekah maka ia dipanggil dari pintu sedekah.” Abu Bakar r.a. berkata, “(Tebusan) engkau adalah dengan ayah dan ibuku, wahai Rasulullah, apakah ada keperluan bagi yang dipanggil dari seluruh pintu-pintu itu, apakah ada orang yang dipanggil dari seluruh pintu-pintu itu?” Beliau bersabda, “Ya, dan aku mengharap kamu termasuk golongan mereka.” (H.R. Bukhari)

 

 

Sungguh, adalah cita-cita setiap muslim dapat pulang menghadap Sang Pencipta dalam rido-Nya. Mendapat naungan dari-Nya di akhirat kelak adalah sebuah keindahan puncak yang sensasinya tidak akan pernah hilang sampai kapan pun.

 

 

Sebuah keabadian dalam nikmat yang tidak pernah terbayangkan oleh indra manusia sebelumnya. Semoga kita dapat berkumpul di surga-Nya kelak. Amin. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

Sumber: dari buku “ Puasa Gue” karangan Dr. Aam Amiruddin, M.Si

 

 

4

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

960

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

(Visited 625 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment