Memaknai Lailatul Qadr Di Bulan Ramadhan

 

 

Tasir surat Al Qadr ayat 1-2

Bagian 1

 

Oleh: Dr.Aam Amiruddin, M.Si

 

 

PERCIKANIMAN.ID – – Al-Qadr artinya kemuliaan. Surat ini terdiri atas lima ayat, termasuk golongan surat Makiyyah karena diturunkan sebelum Rasulullah Saw. hijrah ke Madinah. Dinamai Al-Qadr karena dalam surat ini ada penjelasan tentang lailatul Qadr (malam kemuliaan), yaitu malam diturunkannya Al-Quran. Siapa yang mendapatkannya akan memperoleh pahala kebaikan senilai seribu bulan.

 

(1). إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

 

“Sesungguhnya, Kami telah menurunkan Al-Qur’an pada malam kemuliaan.” (QS.Al Qadr: 1)

 

Ayat ini menjelaskan permulaan waktu turunnya Al-Qur’an. Sesungguhnya Al-Qur’an pertama kali turun pa da lailatul Qadar (malam yang penuh kemu liaan). Surat Ad-Dukhan menjelaskan hal yang sena da dengan ayat ini, namun dengan istilah lailatin muba rakatin (malam yang penuh berkah).

 

“Demi Al-Qur’an yang jelas, sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kami yang telah memberikan peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, yaitu urusan dari sisi Kami. Sungguh, Kami yang telah mengutus rasul-rasul, sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Me-ngetahui.” (Q.S. Ad-Dukhān [44]: 2-6).

 

 

Allah Swt. menjelaskan dalam surat Al Qadr dan Ad-Dukhan bahwa Al-Qur’an pertama kali turun pada malam hari, tepatnya pada bulan Ramadan seba gai mana dijelaskan pula dalam surat Al Baqarah,

 

“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al- Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, serta sebagai pembeda antara yang benar dan yang batil…” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 185).

 

Allah Swt. menyebutkan malam diturunkannya Al-Qur’an dengan istilah lailatul Qadar (malam yang pe nuh kemuliaan, sementara dalam surat Ad-Dukhan, Allah Swt. menyebutnya dengan lailatin mubarakatin (malam penuh berkah). Kedua informasi ini tidaklah saling bertentangan, malah saling melengkapi, di mana keduanya menggambarkan keagungan dan kemuliaan malam diturunkannya Al-Qur’an.

 

Apa makna lailatul Qadar? Paling tidak ada empat pengertian al qadar yang diterangkan oleh para ahli tafsir.

 

 

Pertama, menurut Al Qurtubi, al qadar artinya penetapan. Jadi, lailatul Qadar artinya malam pene tapan Allah atas perjalanan hidup makhluk selama setahun, se perti penetapan rizki, jodoh, umur. “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kami yang telah memberikan peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, yaitu urusan dari sisi Kami…” (Q.S. Ad-Dukhān [44]: 3-5).

 

 

Kedua, menurut Al Qasimy, al qadar berarti pengaturan. Lailatul Qadar diartikan malam pengaturan, karena pada malam itu Allah Swt. mengatur strategi bagi nabi-Nya, Muhammad Saw., untuk mengajak manusia kepada agama yang benar, demi menyelamatkan mereka dari kesesatan.

 

 

Ketiga, al qadar berati kemuliaan. Lailatul Qa dar diartikan malam kemuliaan. Malam tersebut menjadi lebih mulia karena kemuliaan Al-Qur’an. Ada juga yang memahami kemuliaan tersebut dalam kaitannya dengan ibadah, dalam arti bahwa ibadah pa da malam tersebut mempunyai nilai tambah berupa ke muliaan dan ganjaran tersendiri, berbeda dengan ma lam-malam yang lain.

 

 

Keempat, al qadar berarti sempit. Lailatul Qadar diartikan malam yang sempit karena pada malam di tu runkannya Al-Qur’an begitu banyak malaikat yang tu run ke bumi, sehingga bumi serasa sempit karena pe nuh sesak oleh rombongan malaikat.

 

 

Demikian empat pengertian lailatul Qadar. Silakan ambil pendapat mana saja yang menurut Anda paling logis karena masing-masing pendapat didasari alasan-alasan yang cukup kuat. Namun, satu hal yang perlu dicatat bahwa keempat pengertian di atas sebenarnya saling melengkapi.

 

Ramadhan Wakaf Quran Mandiri, pemesanan: 08112202496

Pengertian-pengertian tersebut menggambarkan betapa agung dan mulianya malam saat diturunkan Al-Qur’an. Karenanya, Allah Swt. melanjutkan firman-Nya dengan kalimat,

 

 

(2). وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ

“Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?” (QS.Al Qadr: 2)

 

 

Kalimat Maa adraaka biasanya digunakan Al-Qur’an untuk menggambarkan sesuatu yang dahsyat, hebat, bahkan spektakuler.

 

 

Kalimat Maa adraaka da lam Al-Qur’an diulang hingga tiga belas kali dan se mua nya dihubungkan dengan sesuatu yang spektakuler, misalnya masalah kiamat, surga, dan neraka. Jadi, lailatul Qadar itu sangat agung, dahsyat, dan spektakuler karena diawali dengan kalimat,

 

 

“Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?” (QS.Al Qadr: 2)

 

Wallahu’alam bishshawab. [ ]

bersambung………………

Sumber: dari buku “ Tafsir Kontemporer “  karangan Dr.Aam Amiruddin,M.Si

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

780

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

 

(Visited 519 times, 2 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment