Hukum Suami Mencium Istri Ketika Puasa, Apakah Membatalkan ?

 

Assalamu’alaykum. Pak Aam, apakah bermesraan (mencium) dengan suami istri siang hari dapat membatalkan puasa?. Kami pernah khilaf tapi tidak sampai berhubungan. Mohon penjelasannya. ( S via fb )

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Kalau membicarakan hal-hal yang membatalkan puasa, kita harus berhati-hati. Biar aman dan paham , coba kita perhatikan keterangan dalam Al Quran,

 

 

Maka sekarang (malam hari), boleh kamu mencampuri mereka (istri),..dan makan-minumlah hingga nyata garis putih dari garis hitam berupa fajar, kemudian sempurnakanlah puasa sampai malam”  (Q.S. Al-Baqarah: 187 )

 

 

 

Kemudian dalam keterangan sebuah hadits dari Sahal bin Sa’ad r.a. ia berkata, “Ketika turun ayat, …dan makan minumlah kamu sehingga nyata bagimu perbedaan benang putih dari benang hitam…(Q.S. Al-Baqarah [2]: 187), ada seorang laki-laki mengambil benang putih dan benang hitam, lalu dia makan sehingga jelas baginya perbedaan keduanya. Kemudian Allah Swt. menurunkan kata “minal fajri” (yaitu ketika fajar). Maka jelaslah apa yang dimaksud dengan benang putih dan benang hitam.” (H.R. Muslim)

 

 

Jadi yang dimaksud nyata garis putih dari garis hitam berupa fajar adalah waktu Subuh. Artinya, pada malam hari kita diperbolehkan makan, minum, berhubungan intim, dan sebagainya. Namun saat Subuh tiba, semuanya harus dihentikan hingga datang waktu maghrib. Artinya apabila makan, minum  termasuk merokok, dan hubungan suami istri dilakukan siang hari, puasanya batal.

 

 

Merujuk pada keterangan-keterangan di atas, bisa disimpulkan bahwa yang membatalkan puasa adalah makan, minum juga merokok, hubungan intim (seks) di siang hari dan bagi wanita adalah ketika mengalami haid atau nifas.

 

 

Sedangkang bermesraan dengan istri atau suami hingga mencium maka para ulama sepakat tidak membatalkan puasa. Hal ini merujuk pada keterangan  istri Rasulullah Saw. Ummu Salamah r.a. yang mengatakan,

 

 

“Nabi Saw. menciumku padahal beliau sedang puasa.” (H.R. Tirmidzi).

 

Bahkan dalam hadis lain disebutkan, diriwayatkan dari Aisyah r.a., “Nabi Saw. memeluk dan mencium (istrinya) ketika sedang berpuasa, dan Nabi Saw. lebih mampu menahan diri dari siapa pun di antara kalian.” (H.R. Bukhari).

 

 

Namun demikian alangkah baiknya jika kita khususnya bagi yang sudah bersuami atau beristri untuk lebih bisa menjaga diri atau menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Tentu saja bermesraan dengan suami atau istri di bulan Ramadhan khususnya siang hari tidak dilarang dan tidak membatalkan puasa. Tetapi jangan sampai mengundang syahwat yang bisa tidak terkendali yang justru malah bisa membatalkan puasa, misalnya sampai keluar sperma/mani bagi suami. Ini akan menyebabkan puasanya menjadi batal.

 

 

Sebab Allah Swt mensifati orang yang berpuasa adalah orang yang meninggalkan atau minimal menahan syahwatnya. Artinya jika ia sampai keluar mani ketika mencumbu istrinya maka dia telah menunaikan atau menuruti syahwatnya, sehingga puasanya menjadi batal. Jadi ini yang harus dihindari atau dijaga. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

Ramadhan Wakaf Quran Mandiri, pemesanan: 08112202496

 

3

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

870

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 513 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment