Muntah atau Mimpi Basah, Apakah Membatalkan Puasa ?

 

Assalamu’alaykum. Pak Aam, mohon maaf kalau pertanyaan saya kurang sopan. Saya mau menanyakan, apakah muntah tidak disengaja atau mimpi basah  dapat membatalkan puasa? Mohon penjelasannya dan terima kasih. ( SR via fb )

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Sebenarnya terkait dengan bab yang membatalkan puasa sudah beberapa kali kita bahas baik on air maupun yang off air saat kajian. Termasuk yang Anda tanyakan ini, namun coba kita lagi agar yang sudah mengerti atau membaca menjadi lebih paham dan Anda maupun yang lain yang khususnya adik-adik remaja yang baru belajar puasa juga mengerti.

 

 

Begini, secara fisik atau psikologis apa yang Anda tanyakan yakni muntah dan mimpi basah adalah diluar kemampuan kita untuk mengendalikannya. Orang yang muntah biasanya spontan meski ada tanda-tandanya, misalnya mual atau pusing. Tetapi ketika muntah itu terjadi biasanya orang sulit mengendalikannya. Misalnya ada orang melihat sesuatu yang menjijikan atau mencium bau tertentu jadi munutah secara spontan.

 

 

 

Memang ada beberapa hal atau tindakan yang dapat mencegah dari muntah, misal dengan aroma tertentu dan sebagainya namun sekali lagi biasanya atau secara umum muntah itu diluar kendali atau kemampuannya.

 

 

 

Kemudian mimpi basah juga sama. Tidak ada mimpi yang disengaja, misal ingin mimpi ketemu seseorang, atau ingin mimpi pergi ke suatu tempat bahkan ingin mimpi berbuat sesuatu. Ini tidak bisa disetting atau direncanakan sebelumnya.

 

Jadi orang yang muntah atau  mimpi basah puasanya tidak batal karena itu di luar kemampuan dirinya. Hal ini dapat kita simak dari sabda Rasul,

 

 

Tidak batal orang yang muntah, yang mimpi hubungan badan, dan berbekam (diambil darah).” (HR. Abu Daud).

 

Kemudian dalam penjelasan yang lain Allah Swt. tidak akan membebani di luar kemampuan hamba-Nya sebagaimana Firman Nya,

 

 

(286)………..لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Allah tidak membebani seseorang melainkan dengan kesanggupannya…………” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 286)

 

Kecuali kalau muntah tersebut disengaja, misalnya sengaja ingin muntah dengan memasukkan jari atau benda ke tenggorokan maka puasanya menjadi batal. Sebab, ini sengaja muntah atau ada upaya untuk muntah maka yang demikian batal puasa.

 

 

Demikian juga jika sengaja keluar sperma, apakah itu karena tindakan diri sendiri atau orang lain maka puasanya menjadi batal.

 

 

Jadi sederhananya dalam memahami hal yang membatalkan puasa adalah hal atau segala sesuatu yang disengaja atau ia sadar melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Selama tidak sengaja atau tidak sadar melakukannya tentu tidak membatalkan puasa. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

Ramadhan Wakaf Quran Mandiri, pemesanan: 08112202496

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

941

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

(Visited 411 times, 3 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment