Hukum Sahur Saat Imsak, Apakah Puasanya Sah ?

 

 

Assalamu’alaykum.Pak Aam, saat ini saya sedang di study di luar negeri dimana penduduknya mayoritas non muslim sehingga suasana Ramadhan berbeda dengan di Indonesia. Saat sahur disini tidak ada yang membangunkan baik via masjid atau pun yang lainnya. Saya sering sahur ketika sudah masuk waktu imsak. Apa hukumnya sahur di waktu imsak? Apakah sah puasanya ? Mohon penjelasannya. ( Syahrul via fb )

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Tentu kita bisa memahami suasana Ramadhan di wilayah atau di Negara yang mayoritas masyarakatnya non muslim, pastinya beda sekali dengan di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim.

 

 

 

Tentu saja bisa dimaklumi jika saat sahur akan terasa biasa saja seperti bukan Ramadhan sebab mayoritas penduduknya juga tidak berpuasa. Beda dengan di kita yang sudah ramai sejak dini hari atau pukul.03.00 juga sudah ramai. Banyak yang membangunkan sahur lewat pengeras suara di masjid, radio bahkan sebagian masyarakat ada yang sengaja keliling kampung atau komplek.

 

Nah, sebelumnya ada baiknya kita pahami tentang waktu puasa dan waktu sahur.  Puasa menurut syara’ adalah menahan diri dari apa-apa yang membatalkan dari terbitnya fajar sampai dengan tenggelamnya matahari disertai dengan niat.

 

 

Jadi yang dimaksud dengan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, berhubungan intim di siang hari dan yang lainnya dari terbit fajar (waktu Subuh) hingga terbenam matahari (waktu Maghrib). Ini sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah,

 

 

Maka sekarang (malam hari), boleh kamu mencampuri mereka (istri),…dan makan minumlah hingga nyata garis putih dan garis hitam berupa fajar, kemudian sempurnakanlah puasa sampai malam.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 187)

 

 

Yang dimaksud nyata garis putih dari garis hitam berupa fajar adalah waktu subuh. Artinya, pada malam hari kita diperbolehkan makan, minum, berhubungan intim, dll. Namun, saat Subuh tiba, semuanya harus dihentikan hingga tiba waktu Maghrib.

 

Kemudian ulama Al-Mawardi di dalam kitabnya  Al Iqnaa’ menjelaskan,

وزمان الصّيام من طُلُوع الْفجْر الثَّانِي إِلَى غرُوب الشَّمْس لَكِن عَلَيْهِ تَقْدِيم الامساك يَسِيرا قبل طُلُوع الْفجْر وَتَأْخِير (الْفطر) يَسِيرا بعد غرُوب الشَّمْس ليصير مُسْتَوْفيا لامساكمَا بَينهمَا

“Waktu berpuasa adalah dari terbitnya fajar kedua sampai tenggelamnya matahari. Akan tetapi (akan lebih baik bila) orang yang berpuasa melakukan imsak (menghentikan makan dan minum) sedikit lebih awal sebelum terbitnya fajar dan menunda berbuka sejenak setelah tenggelamnya matahari agar ia menyempurnakan imsak (menahan diri dari yang membatalkan puasa) di antara keduanya.”

 

Inilah kurang lebih yang dimaksud dengan waktu puasa atau waktu menjelankan ibadah puasa khususnya di bulan Ramadhan.

 

 

Kemudian waktu imsak. Kata ‘imsak’ diambil dari bahasa Arab amsaka yumsiku imsak yang artinya adalah menahan. Menahan disini maksudnya menahan makan,minum, berhubungan suami istri dan hal yang dapat membatalkan puasa.

 

 

Waktu imsak yang sering kita lihat di jadwal-jadwal imsakiyah adalah waktu yang dibuat oleh para ulama untuk kehatian-hatian. Dengan adanya waktu imsak yang biasanya ditetapkan sepuluh menit sebelum subuh maka orang yang akan berpuasa akan lebih berhati-hati ketika mendekati waktu Subuh.

 

 

 

Di waktu sepuluh menit itu ia akan segera menghentikan aktivitas sahurnya, menggosok gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang bisa jadi membatalkan puasa, dan juga mandi serta persiapan lainnya untuk melaksanakan shalat Subuh.

 

 

 

Sebagian besar orang Indonesia masih beranggapan bahwa waktu imsak adalah 10 menit menjelang adzan Subuh yang ditandai dengan bunyi sirine di beberapa radio setempat atau di masjid dan sebagainya. Ini sebagai tanda bahwa waktu adzan Subuh sekira 10 menitan lagi.

 

 

Jadi, ketika Anda  bangun untuk makan sahur rada-rada mepet waktu adzan Subuh atau sudah masuk waktu imsak dan terdengar suara sirine maka masih dibolehkan untuk makan sahur.

 

 

Setidaknya Anda punya waktu sepuluh menit untuk makan sahur maka manfaatkan waktu itu sebaik-baiknya. Ketika terdengar  adzan Subuh maka segera akhiri makan sahur Anda. Saat terdengar adzan Subuh maka kita sudah tidak dibolehkan untuk makan, minum dan melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa tersebut.

 

 

BACA JUGA: Doa Buka Puasa, Ini Yang Dicontohkan Rasul

 

 

Karena Anda berada di luar negeri yang penduduknya mayoritas non muslim bisa jadi adzan Subuh tidak terdengar. Sebab ada beberapa Negara barat yang melarang kumandang adzan maka Anda lihat jam saja apakah sudah masuk waktu Subuh atau belum. Atau Anda pasang alarm waktu-waktu shalat sehingga ketika masuk waktu Subuh alarm jam Anda bunyi.

 

 

Jadi sekali lagi,ketika masuk waktu imsak maka Anda masih boleh makan sahur sampai menjelang adzan Subuh dan puasa Anda tetap sah. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

 

3

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

821

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

(Visited 380 times, 3 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment