Keutamaan Surat Al Ikhlas, Benarkah Sama Dengan Membaca 30 Juz ?

 

Tafsir Surat Al Ikhlas ayat 1 – 4

 

Oleh: Dr. Aam Amiruddin, M.Si*

 

 

PERCIKANIMAN.ID – –  Sebagian kaum muslimin menjadikan surat Al Ikhlas sebagai bacaan favorit khususnya saat shalat sendirian. Sebagian alasannya karena surat ini pendek sehingga mudah dihafal. Selain pendek dimana hanya terdiri dari 4 ayat, surat Al Ikhlas juga mempunyai kandungan arti dan makna yang sangat dalam khususnya terkait masalah ketauhidan.

 

(1). قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

 

(2). اللَّهُ الصَّمَدُ

 

(3). لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

 

(4). وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

 

 

Katakan, “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.  Allah tempat meminta segala sesuatu. Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Tidak ada sesuatu yang setara dengan Allah.” ( QS. Al Ikhlas: 1-4 )

 

 

Anas r.a. berkata, seorang lelaki Anshar menjadi imam di Masjid Quba. Setiap selesai mem baca Fatihah, ia selalu membaca Al Ikhlaash sebe lum mem baca surat-surat lainnya. Lalu kawan-kawannya berkomentar, “Mengapa Anda selalu mem bacanya? Tidakkah Anda bosan?” Sahabat itu menjawab, “Sungguh aku tak bisa meninggalkannya. Kalau kalian tidak suka aku menjadi imam karena sering membaca Al Ikhlaash, silakan cari imam yang lain.” Namun karena tidak ada orang yang paling baik bacaan Al-Qur’annya selain dia, akhirnya ia tetap jadi imam.

 

 

 

Ketika Rasulullah Saw. berkunjung ke masjid itu, kasus ini diceritakan kepadanya.  Rasulullah kemudian bertanya kepada lelaki Anshar tersebut, “Apa alasan kamu melakukan itu?” Inni uhibbuha (saya sangat mencintainya).” Jawabnya. Lalu Ra sul ullah bersabda, “Hubbuka iyyaha adkhalakal jannata (kecinta anmu pada Al Ikhlaash bisa mengantarkanmu ke surga).” (H.R. Bukhari).

 

 

 

Rasulullah sampai berkata demikian karena yang melatar belakangi sahabat tersebut selalu membaca Al Ikhlaash adalah kecintaannya yang mendalam. Rasa cinta inilah yang membedakannya dengan kita. Kita juga sering membaca Al Ikhlaash, hanya saja latar belakangnya bukan cinta yang mendalam tapi ka rena pendeknya surat tersebut.

 

 

 

Jadi, kalau kita ingin seperti sahabat tadi, mulai saat ini niat membaca Al Ikhlaash jangan karena pendeknya, tapi harus karena mencintainya. Nah, kita tidak akan jatuh cinta kalau tidak mengenalnya. Sahabat tersebut sangat mencintai Al Ikhlaash karena mengenali kandungannya secara baik. Untuk itu, mari kita kenali kandungan Al Ikhlaash agar kita pun bisa mencintainya secara mendalam, sehingga bisa mengantarkan kita pada surga-Nya.

 

 

Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an Al ‘Azhiim, jilid IV, hal 565-571, mencantumkan tidak kurang dari tiga puluh hadis yang berkaitan dengan surat Al Ikhlaash, salah satunya hadis di atas.

 

 

 

Kemudian hadis berikut, Abu Darda r.a. berkata, sesungguhnya Rasulu llah Saw. bersabda, “Apakah kalian mampu membaca sepertiga Al-Qur’an setiap malam?” Mereka men jawab, “Ya Rasulullah, kami tidak akan mampu melakukan nya.” Nabi Saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah membagi Al-Qur’an menjadi tiga bagian, dan Qulhu wallaahu Ahad itu seper tiganya.” (H.R. Ahmad, Muslim, dan Nasai).

 

 

Diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab r.a., Rasulullah Saw. bersabda, “Siapa yang membaca Qulhuwallaahu Ahad, seolah-olah ia membaca sepertiga Al-Qur’an.” (H.R. An-Nasai).

 

 

Para ahli menyebutkan, yang dimaksud “Sesungguhnya Allah Swt. membagi Al-Qur’an menjadi tiga bagian”, pertama, Al ‘Aqaid (masalahmasalah yang ber kaitan dengan ketauhidan dan ketuhanan, termasuk di dalamnya meluruskan penyimpangan-penyimpangan konsep ketuhanan).

 

 

Kedua, Asy-Syara’i (masalah-masalah yang berkaitan dengan peribadatan dan hukum). Ketiga, Al Qashash (masalah-masalah yang berkaitan dengan kisah-kisah kehidu pan para rasul ataupun orangorang saleh, bahkan riwa yat orang-orang durhaka pun dibicarakan sebagai bahan pela jaran hidup). Al Ikhlaash artinya kemurnian keesaan atau ke tauhidan AllahSwt.

 

 

Jadi, makna hadis di atas adalah surat Al Ikhlaash mewakili sepertiga pembicaraan Al-Qur’an, yaitu ketauhidan. Bukan bermakna satu kali baca Al Ikhlaash sama dengan membaca sepertiga Al- Qur’an, sehingga diartikan dengan tiga kali membaca Al Ikhlaash sama dengan menamatkan tiga puluh juz. Jelas ini pemaham an yang kurang tepat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

Ramadhan Sebentar Lagi, Yuk Wakaf Al Quran Untuk Papua, info: 087738883558

4

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

890

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 555 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment