Berlindung Di  Waktu Subuh Atas Kejahatan Makhluk-Nya

Tafsir Surat Al Falaq ayat 1-2

 

 

Oleh: Dr. Aam Amiruddin, M.Si

 

 

PERCIKANIMAN.ID – – Nama Al-Falaq diambil dari teks ayat pertama surat ini. Inti pesannya yaitu perintah Allah Swt. agar manusia berlindung diri dari segala kejahatan makhluk-Nya, kejahatan tukang sihir, dan kejahatan orang-orang yang dengki.

 

 

(1). قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

 

“Katakan, ‘Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh.’” ( QS. Al Falaq: 1 )

 

 

Awal surat Al Falaq ataupun An-Naas dimulai dengan kalimat yang serupa, yaitu: Qul a‘uudzu… artinya, “Katakanlah, aku berlindung…”

 

 

Oleh sebab itu kedua surat tersebut dinamai Al Mu‘awwidza taini, artinya surat yang mengajarkan pada pembaca nya berlindung diri kepada Allah Swt.

 

 

Kata a‘uudzu diambil dari kata ‘awdzun, arti nya menuju sesuatu yang aman karena menghindari se sua tu yang ditakuti. Karena itu, a‘uudzu diartikan aku ber lindung. Pada ayat ini, kita diperintah untuk berlindung kepada Rabbil Falaq.

 

 

Rabb artinya pemelihara, sedangkan Al Falaq menurut Ibnu Abbas, artinya waktu subuh. Jadi Rabbil Falaq artinya pemelihara waktu subuh. Hanya Allah Swt. yang punya kekuasaan mengatur waktu. Dia yang meng atur pergantian siang dan malam, peredaran matahari, bumi, bulan, dan seluruh kese mestaan. Ayat ini paling tidak menyadarkan kita tentang dua hal.

 

 

Pertama, kita wajib memohon perlindungan kepada yang benar-benar Maha Kuasa, yaitu Allah Swt. yang memiliki kekuasaan mengatur pergantian siang dan malam. Karena itu, apabila kita berlindung atau memohon kepada selain-Nya, dikategorikan se bagai perbuatan syirik (menyekutukan-Nya), berten tangan dengan pernyataan kita dalam shalat, iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iinu (Hanya kepada-Mu  ya Allah aku beribadah dan memohon pertolongan).

 

 

 

Kedua, waktu subuh disebutkan pada ayat ini dengan tujuan agar kita sadar bahwa manusia merupakan makhluk yang terikat waktu. Setiap detik yang kita lalui semakin mengurangi jatah umur yang diberikan Allah. Hari ini kita masih merasakan waktu subuh, besok lusa wallahu a’lam (hanya Allah Swt. yang Maha Tahu apa yang terjadi pada diri kita). Yang pasti, maut semakin mendekat.

 

(78)………..أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

 

“Di mana pun kamu berada, kematian akan menjemputmu meskipun kamu berada dalam benteng yang tinggi dan kukuh…” (Q.S. An-Nisā’ : 78).

 

 

Lalu kita diperintahkan juga untuk berlindung kepada Allah Swt. dari kejahatan makhluk-Nya.

 

(2). مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

 

“Dari kejahatan makhluk yang Allah ciptakan.” ( QS. Al Falaq: 2 )

 

Setiap makhluk yang diciptakan Allah Swt. pasti memiliki fungsi dan manfaat. Allah Swt. tidak menciptakan makhluk secara sia-sia, “..

 

 

(191). رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 

 

” Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.” (Q.S. Āli ‘Imrān : 191).

 

 

Hanya Allah yang memiliki kekuasaan mutlak dalam mengatur makhluk-Nya. Karenanya, kita harus berlin dung diri hanya kepada Allah seandai nya ada di antara makhluk tersebut yang akan membahayakan kita.

 

 

(78). مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Tidak ada musibah yang menimpa seseorang, kecuali dengan izin Allah. Siapa pun yang beriman kepada Allah, pasti Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Q.S. At-Tagābun : 11).

 

 

Ibnu Abbas mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda,

 

“…Ketahuilah, seandainya selu ruh makhluk berkumpul untuk memberimu suatu manfa at, mereka tidak akan mampu memberikannya kepada mu kecuali sekadar apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Dan seandainya mereka berkumpul untuk menimpakan kepadamu suatu bahaya, mereka tidak akan mampu menim pakannya atasmu kecuali apa yang telah ditetapkan Allah…” (H.R. Tirmidzi).

 

 

Keterangan-keterangan ini menggambarkan beta pa Allah Swt. memiliki kekuasaan mutlak untuk mem berikan manfaat atau madharat pada kita. Karena itu, hanya kepada Allahlah kita harus berlindung dari segala kejahatan makhluk ciptaan-Nya (Min syarri maa khalaq). Semoga kita dijauhkan dari godaan dan gangguan kejahatan makhluk-Nya. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

Al Quran Tilawah Ramadhan , hub: 08112202496

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

710

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 518 times, 3 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment