Keutamaan Membaca Basmallah

 

 

Tafsir Surat Al Fatihah ayat 1

 

 

 

Oleh: Dr. Aam Amiruddin

 

 

PERCIKANIMAN.ID – – Surat Al-Fātiĥah memiliki banyak nama. Di antaranya yang cukup populer yaitu Ummul Quran, Al As as, dan Sa b’ul Matsani. Ummul Quran arti harfiahnya adalah induk Al-Qur’an. Dalam konteks ini lebih tepat bila diartikan dengan intisari Al-Qur’an, karena dalam surat tersebut tercakup seluruh persoalan pokok yang di soroti Al- Qur’an, yaitu aqidah (keyakinan), syariah (tata peribadatan), dan Al Qashash (riwayat).

 

 

Al Asas artinya dasar atau fondasi. Disebut demi kian, karena Al-Fātiĥah merupakan fondasi atau pijakan untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Sab’ul Matsani artinya tujuh ayat yang selalu diulang. Dikatakan demikian, karena Al-Fātiĥah me rupakan surat yang harus selalu dibaca pada setiap rakaat shalat.

 

 

 

 

(1). بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

 

 

 

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.”  ( QS. Al Fatihah: 1 )

 

 

Bismillaah statusnya sebagai ayat pertama dari surat Al-Fātiĥah, sedangkan dalam surat lainnya ia se bagai pem batas antarsurat.

 

 

Karenanya, dalam surat Al-Fātiĥah, Bismillaah diberi tanda nomor satu, sementara diluar surat Al-Fātiĥah, Bismillaah tidak pernah diberi tanda nomor. Konsekuensinya, Bismillaah mes ti dibaca saat kita mem baca Al-Fātiĥah dalam shalat.

 

 

Ada dua cara membaca Bismillaah saat shalat; jahar dan sirr. Jahar artinya bacaan terdengar atau di ke raskan. Sedang sirr artinya tidak terdengar atau tidak di keraskan. Jika kita shalat berjamaah di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi, saat imam mem ba ca Al-Fātiĥah langsung terdengar Alhamdulillah dst., seolah Bismillaah-nya tidak dibaca. Sesungguhnya imam tetap membaca Bismillaah, namun tidak di keraskan.

 

Imam An-Nasai, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Imam Hakim meriwayatkan hadis berikut,

 

 

“Abu Hurairah r.a. shalat dengan mengeraskan bacaan Bismillaah. Selesai shalat ia berkata, ‘Sesungguhnya shalatku sangat menyerupai shalat Rasulullah Saw.’” Namun, dalam hadis lain disebutkan, “Anas ber kata, Saya pernah shalat di belakang Nabi Saw., Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Mereka memulai bacaannya dengan Alhamdulillah.’” (H.R. Bukhari-Muslim).

 

 

Sepintas, kedua hadis di atas kontradiktif. Namun kalau kita cermati dengan jeli, kedua hadis tersebut sebetulnya saling melengkapi, boleh dikeraskan dan bo leh juga tidak. Jadi, kita boleh memilih cara ya ng paling dikehendaki.

 

 

Secara gramatikal, Bismillaah sesungguhnya kalimat yang membutuhkan penyempurna. Coba perhatikan terjemahannya, Dengan nama Allah… dst. Apa yang dengan nama Allah itu? Bandingkan dengan contoh berikut. “Dengan pisau”. Apa yang dengan pisau? Supaya sempurna, kita tambahkan kalimat “Saya menyembelih ayam dengan pisau”.

 

 

Jika demikian, apa kalimat penyempurna dari Bismillaah? Perbuatan kitalah penyempurnanya. Misalnya kita membaca Bismillaah ketika memulai makan. Ber arti kita berkata, “Saya makan dengan menye but nama Allah.” Kalimat ini menjadi sempurna.

 

 

Contoh lain, saat akan menulis, kita membaca Bismi llaahir rahmaanir rahiim, ini maknanya sama dengan, “Saya menulis dengan menyebut nama Allah.” Saat kita menggerakkan tangan mengambil secangkir teh lalu meneguknya, sesungguhnya Allah mem berikan pertolongan kepada kita untuk mela kukan hal itu. Tanpa kasih sayang-Nya, tidak mungkin bisa dilakukan.

 

 

Allah berkuasa melumpuhkan tangan kita dan mengejangkan mulut kita hingga tak bisa terbuka. Kita bisa melakukan itu semua karena rahman dan rahim-Nya. Di sinilah urgensi ucapan Bismi llaahirrahmaanirrahiim dalam seluruh perbuatan kita.

 

 

Agar seluruh aktivitas keseharian kita bernilai ibadah, Rasulullah Saw. menganjurkan untuk memulai seluruh perbuatan baik dengan Bismillaahir rahmaanir rahiim, sebagaimana sabdanya,

 

 

“Setiap urusan (perbuatan) yang tidak diawali dengan Bismillaahirrahmaanirrahiim maka cacat (ter putus dari rahmat Allah).” (H.R. Ahmad dan Ashhab Sunan).

 

 

Dengan mengucapkan Bismillaahirrahma anirra hiim, berarti kita menyadari akan kekuatan dan pertolongan Allah Swt. dalam segala aktivitas yang kita kerjakan. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: sijai.com

917

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 56 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment