RUU Penyelenggaraan Haji dan Umrah Segera Jadi UU

haji

 

PERCIKANIMAN.ID – – Menteri Agama (Menag) RI Lukman Hakim mengaku bersyukur dengan hasil akhir dari Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU), yang telah disahkan menjadi undang-undang. Karena dalam undang-undang terbaru ini, para jamaah haji akan mendapatkan poin-poin keringanan jika dalam perjalanannya mendapatkan hambatan.

 

 

 

“Kita bersyukur bahwa revisi undang-undang ini hakekatnya adalah mengakomodasi aspirasi yang berkembang selama ini. Jadi ada beberapa peningkatan yang berhasil kita masukkan ke dalam peningkatan undang-undang penyelenggara haji dan umrah,” kata Lukman saat ditemui awak media usai Rapat Paripurna yang digelar di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (28/3/2019).

 

 

Misalnya, kata dia, terkait dengan pelimpahan porsi bagi calon jamaah haji yang wafat dan tidak jadi berangkat tanah suci, calon-calon jamaah haji yang wafat itu bisa dipindahkan ke ahli warisnya. Seperti dipindahkan kepada suami, istri, orang tua, atau anak. Lalu bagi calon-calon jamaah haji yang sakit permanen, juga bisa dilimpahkan porsinya.

 

 

Selain itu, bagi jamaah yang berusia di atas 65 tahun kini bisa diprioritaskan untuk bisa diberangkatkan lebih awal dengan mengikuti kuota tertentu. Kemudian bagi penyandang disabilitas mereka juga mendapatkan prioritas.

 

 

”Hal-hal lain yang terkait dengan umroh, pengaturan-pengaturan yang lebih ketat bahwa misalnya mereka para BPIHU bisa betul-betul putih aturan, yang jauh lebih ketat diregulasi maupun dari sistem yang kita bangun ataupun elektronik,” jelas Menag.

 

 

Undang-undang terbaru ini juga menjelaskan terkait haji furoda yakni calon jamaah yang mendapatkan kuota dari hadiah Kerajaan Arab Saudi, yang dimasukkan dalam kuota haji khusus. Sehingga mereka pada saat berangkat, harus melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), agar dapat terdata oleh Kemenag jika terjadi suatu hambatan dan hal lainnya.

 

 

“Undang-undang ini menyatakan secara tegas, kuota haji khusus tidak lebih dari 8 persen dari kuota total nasional sebanyak 221 ribu, itu artinya dari yang selama ini (kuota haji khusus) yaitu 17 ribu,” jelas Lukman.

 

 

Ia juga mengimbau bagi para jamaah yang hendak lakukan pelunasan, agar dapat segera melakukannya. Karena sekarang, Kemenag sudah mempersilahkan melakukan pelunasan, sesuai dengan Keppres yang telah disetujui dan diterbitkan oleh Presiden RI Joko Widodo. “Jadi bagi seluruh jamaah haji yang berangkat tahun ini, segera melakukan pelunasan agar kemudian segala proses terkait pascapelunasan itu, bisa dilakukan dengan baik,” papar dia. [ ]

 

Sumber: republika.co.id

 

5

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: kemenag

890

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 35 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment